Rabu, 22 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Waduh, Jumlah Penderita Difteri Terus Bertambah

Setelah 9 Orang Terjangkit dan Dua Anak Tewas, Dua Remaja Dinyatakan Positif

Angga Purwanda

Rabu, 13 Desember 2017 - 07:23 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PENYAKIT difteri masih menghantui warga Cianjur. Terbaru, dua orang remaja harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi Anggrek, RSUD Sayang Cianjur, setelah dinyatakan positif difteri.

Mereka adalah Via (17) warga asal Kampung Cisarua Cibodas Pacet yang mulai dirawat sejak Sabtu (9/12/2017) lalu, dan Sandi (16) warga Cikalongkulon yang mulai dirawat Senin (11/12/2017) malam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah mengatakan, temuan tersebut menambah catatan kasus difteri di Cianjur. Sebelumnya, terungkap tiga kasus difteri dengan sembilan orang yang terjangkit. Bahkan dua di antaranya meninggal dunia.

"Dengan ini, total ada 11 orang yang terjangkit dengan lima lokasi berbeda. Untuk yang di Cikadu itu paling banyak yang terjangkit, karena satu keluarga. Dua orang juga meninggal dan diduga karena difteri, sehingga kami masukan ke data kasus tersebut," ujar Neneng kepada wartawan, Selasa (12/12/2017).

Selain kasus tersebut, sambung Neneng, diduga ada anak usia tujuh tahun di Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur yang terjangkit difteri. Informasi tersebut didapat dari salah seorang dokter yang mendapati pasiennya memiliki gejala difteri.

"Untuk anak tersebut baru diperiksa dan kemungkinan difteri. Tapi sampai sekarang belum datang ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan atau pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Menurutnya, gejala yang terlihat jika seseorang terkena difteri yakni adanya selaput putih di tenggorokan, serta flu yang berubah-ubah warna ingusnya. Bahkan lama-kelamaan, selaput dan ingus itupun berganti dengan darah.

"Kalau gejala awal kan demam, batuk dan flu. Tapi itu juga belum bisa dipastikan, sebab penyakit lain pun begitu. Makanya bisa dilihat pasti dari selaput dan ingus saat flu," katanya.

Neneng menuturkan, penularan difteri sangat cepat termasuk sekadar mengobrol dan lainnya. Oleh karena itu, jika ada keluarga yang anggotanya terjangkit difteri, maka harus menjalani penyuntikan vaksin sebab dikhawatirkan ikut tertular.

Dengan banyaknya kasus tersebut, baik di nasional termasuk di Cianjur, pihaknya mendorong warga untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat. "Selain sehat tubuh, perlu dijaga juga diperhatikan kesehatan lingkungannya. Dengan begitu, bisa dicegah penyebaran difteri,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia menyebutkan, temuan kasus difteri keempat di 2017 ini, diketahui setelah dua orang warga dari beda kecamatan datang ke RSUD Cianjur, beberapa hari lalu. Setelah diperiksa, keduanya menunjukkan gejala difteri dan langsung ditangani secara serius di ruang isolasi Anggrek.

"Sekarang sudah di ruang isolasi, dengan penanganan serius dan ditempatkan dokter khusus," ujar Ratu kemarin.

Menurutnya, sudah ada beberapa pasien difteri yang ditangani di RSUD Cianjur. Rata-rata mereka bisa dinyatakan sembuh setelah lima sampai sepekan ditangani. Namun secara berkala, mereka melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Penyembuhan tergantung dari tingkat daya tahan tubuh pasien, kalau baik biasanya lima hari sudah bisa sembuh,” tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…