Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Gempa Guncang Cianjur Selatan, Waspadai Pergerakan Tanah!

Angga Purwanda

Rabu, 13 Desember 2017 - 07:20 WIB

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
A A A

Beritacianjur.com - BENCANA alam kembali melanda. Gempa tektonik berkekuatan 4,6 skala richter, terjadi di Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur, Selasa (12/12/2017) sekitar pukul 09.23 Wib.

Walaupun tidak mengguncang dalam kekuatan besar, tapi warga sekitar diminta untuk waspada terhadap fenomena alam lain yang mungkin muncul akibat gempa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai mengatakan, gempa bumi tersebut sejauh ini memang tidak menimbulkan kerugian apapun. Akan tetapi, wilayah Kadupandak di selatan Cianjur dikategorikan sebagai area rawan pergerakan tanah yang salah satunya dapat disebabkan oleh gempa.

”Banyak dampak yang bisa disebabkan oleh gempa di kawasan selatan, apalagi letaknya yang memang tergolong rawan. Di Kadupandak, gempa sedikit saja bisa berdampak seterusnya ke wilayah lain yang masih terhubung,” kata Rifai, Selasa (12/12/2017).

Menurut Rifai yang didampingi relawan senior Cianjur, Rudi Syahdiar mengatakan, berdasarkan survei wilayah Kadupandak menuju ke Naringgul merupakan area patahan. Oleh karena itu, jika terjadi gempa maka pergerakan akan merembet ke urat-urat tanah yang berdampak pada pergeseran tanah ataupun laut.

Sementara itu, Rudi menjelaskan, di dalam tanah terkandung air yang dapat muncul dan menjadi arus saat retakan terjadi setelah gempa. Terutama jika hujan turun, kemudian masuk ke celah retakan hingga bercampur dengan air di dalam tanah.

”Kalau hal itu terjadi, nantinya bisa timbul gelombang atau sumber air lainnya. Jadi memang dampak gempa bumi di kawasan selatan itu sangat besar untuk wilayah sekitarnya juga,” kata Rudi menjelaskan.

Selain wilayah Kadupandak dan Naringgul, daerah pinggiran pantai seperti Sindangbarang serta Agrabinta juga patut diwaspadai jika terjadi gempa bumi. Pasalnya, dua wilayah tersebut berada di kawasan perairan laut yang kemungkinan terdampak tsunami apabila gempa terjadi lebih besar. Gempa yang terjadi, akan berpengaruh kepada perairan dan pergerakan tanah di dalam maupun luar air.

Menurut dia, di 70 kilometer pantai Cianjur terdapat kemungkinan terjadi tsunami, terutama ketika gempa terjadi dengan kekuatan di atas 6 skala richter. Rudi mengimbau agar warga lebih waspada terhadap tsunami saat gempa dirasa cukup besar

”Intinya, di kawasan selatan itu rawan karena terletak di dekat lempeng Australia yang terus bergerak. Sehingga gempa dan pergerakan tanah beresiko terjadi di daerah itu,” ujarnya.

Selain itu, perlu diwaspadai juga struktur tanah yang berada di wilayah selatan. Rudi mengatakan, kontur tanah di selatan seperti Agrabinta dan Leles merupakan tanah lempung. Ketika kemarau akan cenderung keras dan menjadi lembek saat hujan turun. Kondisi tersebut juga bisa berdampak pada terjadinya longsor jika gempa bumi melanda wilayah itu.

Sementara itu, meskipun gempa Selasa pagi tidak berdampak apapun. Ternyata, sebuah rumah di Kampung Tangsi, Desa Kadupandak, Kecamatan Kadupandak terpaksa dirobohkan setelah bergeser dan menimpa rumah di sampingnya usai terjadi pergerakan tanah lokal dua hari lalu.

”Ada getaran tanah yang cukup kuat dua hari lalu. Beberapa kerusakan terjadi, satu rumah dirobohkan karena patoknya bergeser,” kata Camat Kadupandak, Buhori.

Ia menambahkan, rumah-rumah warga yang lainnya juga mengalami kerusakan meski tidak terlalu parah. Saat ini, menurut dia, banyak warga yang mulai mengeluarkan barang berharga mereka dari rumah karena khawatir pergerakan tanah meluas.

Buhori mengaku, telah melakukan pendataan dan berkeliling wilayah yang terdampak pergerakan tanah lokal tersebut. Selain mendapati rumah yang terdampak, ternyata ada pula jalan yang tertimbun longsoran karena getaran yang cukup kuat.

”Sekarang warga terus bergotong royong membersihkan area jalan yang tertutup longsoran. Kami juga bergotong royong untuk memperbaiki rumah yang terdampak getaran akibat pergerakan tanah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Drs Moch Riyadi, Msi melalui pressrelease-nya mengungkapkan, gempa bumi tektonik yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Selasa (12/12/2017) sekitar pukul 09.23 WIB dari hasil update analisis BMKG menunjukkan, gempabumi berkekuatan M=4,6. Episenter terletak pada koordinat 7,20 LS dan 107,03 BT tepatnya di darat pada jarak 8 km arah barat laut Kota Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada kedalaman 107 km.

Dampak gempabumi yang di gambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan hasil laporan dari masyarakat menunjukkan, dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di daerah Cianjur dan Sukabumi dalam skala intensitas I SIG-BMKG (I-II MMI). Patut disyukuri karena gempabumi ini tidak berpotensi merusak.

“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia. Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempabumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas penyesaran naik dengan kombinasi pergerakan geser (Oblique Thrust Fault),” jelas Riyadi.

Hingga pukul 09.53 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). “Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cianjur diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” imbaunya. (*)

INFO:

  • Meski guncangan tidak dalam kekuatan besar, namun warga sekitar diminta untuk waspada terhadap fenomena alam lain yang mungkin muncul akibat gempa.
  • Wilayah Kadupandak di selatan Cianjur dikategorikan sebagai area rawan pergerakan tanah yang salah satunya dapat disebabkan oleh gempa.
  • Wilayah Kadupandak menuju ke Naringgul merupakan area patahan. Jika terjadi gempa maka pergerakan akan merembet ke urat-urat tanah yang berpotensi berdampak pada pergeseran tanah ataupun laut.
  • Selain wilayah Kadupandak dan Naringgul, daerah pinggiran pantai seperti Sindangbarang serta Agrabinta juga patut diwaspadai jika terjadi gempa bumi. Pasalnya, dua wilayah tersebut berada di kawasan perairan laut yang kemungkinan terdampak tsunami apabila gempa terjadi lebih besar. Gempa yang terjadi, akan berpengaruh kepada perairan dan pergerakan tanah di dalam maupun luar air.
  • Di 70 kilometer pantai Cianjur terdapat kemungkinan terjadi tsunami, terutama ketika gempa terjadi dengan kekuatan di atas 6 skala richter.
  • Meski gempa Selasa pagi tidak berdampak apapun. Ternyata, sebuah rumah di Kampung Tangsi, Desa Kadupandak, Kecamatan Kadupandak terpaksa dirobohkan setelah bergeser dan menimpa rumah di sampingnya usai terjadi pergerakan tanah lokal dua hari lalu.
  • Rumah-rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan meski tidak terlalu parah. Saat inibanyak warga yang mulai mengeluarkan barang berharga mereka dari rumah karena khawatir pergerakan tanah meluas.
  • Selain kerusakan rumah, terdapat juga area jalan tertimbun longsoran karena getaran yang cukup kuat.

Tag

  1. Gempa

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…