Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Nasib Ratusan Buruh PT Ikon Garmindo, Harus Diselesaikan di Pengadilan

Nuki Nugraha

Kamis, 14 Desember 2017 - 06:12 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com - ANJURAN penyelesaian persoalan hak-hak buruh PT Ikon Garmindo ke ranah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), ternyata tidak hanya disampaikan pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur. 

Saran serupa disampakian juga pihak Serikat Pekerja TSK SPSI Kabupaten Cianjur, yang merupakan satu-satunya serikat pekerja di PT Ikon Garmindo.

Dihubungi lewat layanan Whats App, Plt PC TSK SPSI Arianto mengatakan, terkait dengan persoalan buruh PT Ikon Garmindo waktu itu sebenarnya tinggal mengajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Hanya saja, sambung dia, sewaktu dirinya masuk di internal perusahaan PT Ikon membentuk lembaga perjuangan bernama forum komunikasi,malah secara individu pekerja yang diwakili forum tersebut secara langsung sudah menemui PD TSK SPSI Jabar, untuk melanjutkan perjuangan di ranah PHI.

"Kalau kami sudah tidak ada hak kang, karena sudah langsung ke PD TSK SPSI,"ujar Arianto.

Menurutnya, persoalan PT Ikon ini seharusnya memang diselesaikan di ranah PHI. Namun saat proses berjalan beberapa waktu lalu, lanjut Arianto, pihaknya tidak bisa mengintervensi lebih jauh, karena yang melakukan pengaduan hukum sudah tidak lagi atas nama Pimpinan Unit Kerja (PUK) di PT Ikon.

"Jadi yang melakukan perjuangan adalah lembaga forum yang dibentuk oleh pekerja buruh disana,"jelas Arianto seraya menegaskan pihaknya sebatas mengawal rekan-rekan dan tidak bisa mengambil sikap.

Saat ditanya soal keuntungan menyelesaikan persoalan sengketa buruh dengan perusahaan melalui ranah PHI, dijelaskan Arianto, pada dasarnya tidak ada untung ruginya, hanya saja hasil putusan pengadilan lebih sebagai jaminan perlindungan hak pekerjanya.

"Bisa dikatakan lebih kuat karena hasil putusan ada legitimasi hukumnya, kurang lebih seperti itu,"terangnya.

Sementara itu, saat ditanya soal kemungkinan adanya pencabutan atau tidaknya terkait surat kuasa kepada Serikat Pekerja TSK dari buruh PT Ikon, Arianto menegaskan,hal tersebut merupakan hak PUK.

"Kalau saya hanya lebih membantu sebagai serikat pekerja kepada yang membutuhkan bantuan hukumnya. Jelasnya, bantuan hukum yang secara personalnya ingin adanya tuntutan keadilan mediasi di PHI, maka secara langsung kami arahkan ke PD sebagai lembaga bantuan hukum kami di serikat,"bebernya.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Karyawan (FKK) PT Ikon Garmindo rupanya lebih memilih cara sendiri untuk menuntaskan persoalan penyelesaian hak-hak ratusan buruh yang belum dipenuhi pihak perusahaan.

Bahkan, anjuran Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cianjur, agar proses persoalan para buruh perusahaan milik pengusaha asal Korea itu dibawa ke meja hijau Persidangan Hubungan Internasional (PHI), seolah tak digubris. Forum lebih memilih jalan cepat, menyita aset yang tersisa milik perusahaan dan selanjutnya dijual untuk menutupi hak-hak para buruh yang tak bisa dipenuhi perusahaan.

Langkah yang dilakukan FKK PT IG memang bukan tanpa alasan. Diperoleh penjelasan dari  Ketua FKK PT IG, Asep Efendy, mengapa forum mengambil sikap atau langkah sendiri, dikarenakan upaya penyelesaian yang sudah dilakukan selama ini, cenderung berjalan lamban dan kurang efektif.

“Upaya dari dinas, kita sudah putus harapan. Saya pikir dinas sifatnya cenderung menunggu bola,”ujar Asep kepada Berita Cianjur saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.    

Asep juga menjelasakan, alasan mengapa tidak menempuh jalur penyelesaian melalui PHI, dikarenakan persoalan buruh yang sedang diurussnya ini, lebih terkait pada penyelesaian hak-hak para buruh yang belum bisa dipenuhi perusahaan, bukan soal status karyawan di perusahaan.“Langkah yang kita ambil sudah berdasarkan kesepakatan anggota forum,”tegas Asep.

Langkah yang sudah dilakukan FKK PT IG dalam upaya penyelesaian persoalan ini, sempat dikabarkan media ini.  Setelah mengambil alih persoalan, sejumlah manuver langsung dilakukan forum saat itu hingga membuahkan hasil, dimana pemilik perusahaan yakni Mr Lee akhirnya mau menandatangani tiga buah surat kuasa yang disodorkan pihak forum.  

Asep menyebutkan, sedikitnya ada tiga surat kuasa yang ditandatangani oleh Mr Lee. Termasuk soal alih kuasa aset perusahaan sebagai kompensasi pembayaran hak-hak buruh yang selama ini belum bisa dipenuhi pihak perusahaan.

"Ada tiga format, tandatangan surat kuasa dari Mr Lee. Pertama surat pernyataan, bahwa aset diserahkan kepada karyawan untuk pembayaran gaji. Surat kuasa yang kedua yaitu surat kuasa untuk penjualan aset, dimana surat itu dikuasakan kepada saya atas nama karyawan. Ketiga surat kuasa untuk penutupan PT Ikon Garmindo, dimana surat itu dikuasakan kepada saudara Agus Kepala Bagian Eksim (Ekspor Impor,red). Jadi ada tiga surat yang ditandatangi oleh Mr Lee,”beber Asep. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…