Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Nasib Ratusan Buruh PT Ikon Garmindo, Harus Diselesaikan di Pengadilan

Nuki Nugraha

Kamis, 14 Desember 2017 - 06:12 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com - ANJURAN penyelesaian persoalan hak-hak buruh PT Ikon Garmindo ke ranah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), ternyata tidak hanya disampaikan pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur. 

Saran serupa disampakian juga pihak Serikat Pekerja TSK SPSI Kabupaten Cianjur, yang merupakan satu-satunya serikat pekerja di PT Ikon Garmindo.

Dihubungi lewat layanan Whats App, Plt PC TSK SPSI Arianto mengatakan, terkait dengan persoalan buruh PT Ikon Garmindo waktu itu sebenarnya tinggal mengajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Hanya saja, sambung dia, sewaktu dirinya masuk di internal perusahaan PT Ikon membentuk lembaga perjuangan bernama forum komunikasi,malah secara individu pekerja yang diwakili forum tersebut secara langsung sudah menemui PD TSK SPSI Jabar, untuk melanjutkan perjuangan di ranah PHI.

"Kalau kami sudah tidak ada hak kang, karena sudah langsung ke PD TSK SPSI,"ujar Arianto.

Menurutnya, persoalan PT Ikon ini seharusnya memang diselesaikan di ranah PHI. Namun saat proses berjalan beberapa waktu lalu, lanjut Arianto, pihaknya tidak bisa mengintervensi lebih jauh, karena yang melakukan pengaduan hukum sudah tidak lagi atas nama Pimpinan Unit Kerja (PUK) di PT Ikon.

"Jadi yang melakukan perjuangan adalah lembaga forum yang dibentuk oleh pekerja buruh disana,"jelas Arianto seraya menegaskan pihaknya sebatas mengawal rekan-rekan dan tidak bisa mengambil sikap.

Saat ditanya soal keuntungan menyelesaikan persoalan sengketa buruh dengan perusahaan melalui ranah PHI, dijelaskan Arianto, pada dasarnya tidak ada untung ruginya, hanya saja hasil putusan pengadilan lebih sebagai jaminan perlindungan hak pekerjanya.

"Bisa dikatakan lebih kuat karena hasil putusan ada legitimasi hukumnya, kurang lebih seperti itu,"terangnya.

Sementara itu, saat ditanya soal kemungkinan adanya pencabutan atau tidaknya terkait surat kuasa kepada Serikat Pekerja TSK dari buruh PT Ikon, Arianto menegaskan,hal tersebut merupakan hak PUK.

"Kalau saya hanya lebih membantu sebagai serikat pekerja kepada yang membutuhkan bantuan hukumnya. Jelasnya, bantuan hukum yang secara personalnya ingin adanya tuntutan keadilan mediasi di PHI, maka secara langsung kami arahkan ke PD sebagai lembaga bantuan hukum kami di serikat,"bebernya.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Karyawan (FKK) PT Ikon Garmindo rupanya lebih memilih cara sendiri untuk menuntaskan persoalan penyelesaian hak-hak ratusan buruh yang belum dipenuhi pihak perusahaan.

Bahkan, anjuran Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cianjur, agar proses persoalan para buruh perusahaan milik pengusaha asal Korea itu dibawa ke meja hijau Persidangan Hubungan Internasional (PHI), seolah tak digubris. Forum lebih memilih jalan cepat, menyita aset yang tersisa milik perusahaan dan selanjutnya dijual untuk menutupi hak-hak para buruh yang tak bisa dipenuhi perusahaan.

Langkah yang dilakukan FKK PT IG memang bukan tanpa alasan. Diperoleh penjelasan dari  Ketua FKK PT IG, Asep Efendy, mengapa forum mengambil sikap atau langkah sendiri, dikarenakan upaya penyelesaian yang sudah dilakukan selama ini, cenderung berjalan lamban dan kurang efektif.

“Upaya dari dinas, kita sudah putus harapan. Saya pikir dinas sifatnya cenderung menunggu bola,”ujar Asep kepada Berita Cianjur saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.    

Asep juga menjelasakan, alasan mengapa tidak menempuh jalur penyelesaian melalui PHI, dikarenakan persoalan buruh yang sedang diurussnya ini, lebih terkait pada penyelesaian hak-hak para buruh yang belum bisa dipenuhi perusahaan, bukan soal status karyawan di perusahaan.“Langkah yang kita ambil sudah berdasarkan kesepakatan anggota forum,”tegas Asep.

Langkah yang sudah dilakukan FKK PT IG dalam upaya penyelesaian persoalan ini, sempat dikabarkan media ini.  Setelah mengambil alih persoalan, sejumlah manuver langsung dilakukan forum saat itu hingga membuahkan hasil, dimana pemilik perusahaan yakni Mr Lee akhirnya mau menandatangani tiga buah surat kuasa yang disodorkan pihak forum.  

Asep menyebutkan, sedikitnya ada tiga surat kuasa yang ditandatangani oleh Mr Lee. Termasuk soal alih kuasa aset perusahaan sebagai kompensasi pembayaran hak-hak buruh yang selama ini belum bisa dipenuhi pihak perusahaan.

"Ada tiga format, tandatangan surat kuasa dari Mr Lee. Pertama surat pernyataan, bahwa aset diserahkan kepada karyawan untuk pembayaran gaji. Surat kuasa yang kedua yaitu surat kuasa untuk penjualan aset, dimana surat itu dikuasakan kepada saya atas nama karyawan. Ketiga surat kuasa untuk penutupan PT Ikon Garmindo, dimana surat itu dikuasakan kepada saudara Agus Kepala Bagian Eksim (Ekspor Impor,red). Jadi ada tiga surat yang ditandatangi oleh Mr Lee,”beber Asep. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.