Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Demiz Terancam Ditinggal PKS dan PAN, Emil dan DM Harap-harap Cemas

Gie/bbs

Jumat, 15 Desember 2017 - 08:33 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - PETA koalisi di Pemilihan Gubernur (Pigub) Jabar 2018 masih berpeluang mengalami perubahan. Ketika Deddy Mizwar diisukan terancam akan ditinggal PKS dan PAN, lalu bagaimana nasib Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi setelah Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketua Umum Golkar secara aklamasi? Akankah ada perubahan?

Soal kabar mengenai PAN dan PKS berkomunikasi dengan Partai Gerindra yang mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat sebagai kandidat calon gubernur (cagub) Jawa Barat 2018, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar atau Demiz menanggapinya dengan santai.

"Karena semua kemungkinan masih bisa terjadi. Jadi biarin sajalah," kata Deddy Mizwar ketika diminta tanggapannya tentang prediksi pengamat politik yang menyatakan dirinya bisa ditinggalkan oleh partai pengusung di Pilgub Jawa Barat 2018, di Bandung, belum lama ini.

Ia mengaku tak mau pusing dengan kabar tersebut. Malah ia meyakini dua partai pengusungnya yakni PKS dan PAN, berkomitmen bersama Partai Demokrat mengusung dirinya untuk meraih kemenangan di Pilgub Jawa Barat.

"Ya namanya juga pengamat, ngomong apa saja ya terima saja. Saat ini (PKS, PAN, dan Demokrat) masih ok (mendukung),'' kata Deddy. ''Kalau keinginan sebuah partai berkoalisi dengan PKS dan PAN, kita hargai. Biarkan semua berproses dengan baik."

Demiz mengaku saat ini ia tinggal menunggu surat keputusan dari setiap partai pengusungnya, karena sampai kini masih ada calon gubernur yang belum menentukan calon wakilnya. Menurut dia, komunikasi politik antarpartai masih bisa dilakukan dengan partai mana pun, termasuk Partai Demokrat yang berkomunikasi baik dengan PPP ataupun PDIP.

Ia menilai semua kemungkinan masih bisa terjadi walaupun sudah ada beberapa partai yang mengeluarkan surat keputusan pengusungan. "Jadi mau PAN ketemu Sudrajat, Zulkifli (Ketum PAN) ketemu Pak Prabowo, Dewan Syuro (PKS) ketemu Pak Prabowo, atau ketemu Megawati, ya enggak apa-apa," kata dia.

"Mangga saja, silakan saja, masa dilarang. Apa hak kita. Sudah enjoy saja. Namanya juga keinginan, harus dihargai, tapi apakah terwujud atau tidak, itu urusan lain," lanjut Demiz.

Saat dikonfirmasi mengenai isu akan meninggalkan Demiz, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, hingga saat ini pihaknya memang masih menimbang nama-nama yang santer akan maju dalam Pilgub Jabar.

"Ini ada dinamis ada komunikasi terbaru dengan Gerindra. Yaitu dengan munculnya pak Sudrajat‎," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (14/12/2017).

PAN, PKS, dan Gerindra, sambung dia, telah membangun komunikasi untuk mengusung Mayjen Purnawirawan Sudrajat. Yandri mengatakan terdapat kesamaan visi-misi antara PAN dan Sudrajat.

"Kecenderungan kuat tiga partai ini mengusung Sudrajat hampir bisa diartikan ada kesamaan visi atau kesamaan pendapat nah ini sedang dimatangkan ," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Amanan Nasional Zulkifli Hasan mengaku menyerahkan kepada koalisi mengenai siapa yang akan diusung dalam Pilgub Jawa Barat.

PAN selama ini mendukung Deddy Mizwar, namun setelah munculnya nama Sudrajat, konstelasi berubah. Selama ini PAN tergabung bersama poros Gerindra dan PKS di Pilgub Jabar.

‎"Tapi kan saya enggga bisa sendiri, oleh karenanya terserah kepada koalisinya karena kan saya engga bisa daftar sendiri karna engga cukup kursinya. Nah tapi kalau koalisi bisa," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (13/12/2017)

Ketum Golkar Diganti, Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil Harap-harap Cemas

Sementara itu, setelah secara aklamasi posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar digantikan oleh Airlangga Hartarto, Ketua DPD Jawa Barat Dedi Mulyadi (DM) punya harapan kepada Airlangga, khususnya soal rekomendasi Pilgub Jabar.

Ya, sebelumnya, pada masa Golkar di bawah Setya Novanto, partai berlambang pohon beringin tersebut resmi mengusung Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien untuk Pilgub Jabar. Dedi Mulyadi pun yakin soal peluangnya diusung Golkar Airlangga di Pilgub Jabar masih terbuka.

"Setiap peluang pasti ada. Artinya yang memiliki peluang itu adalah masyarakat, bukan saya," ujar DM di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (14/12/2017) dini hari.

Meski berharap, namun DM mengaku belum ada pembicaraan antara dirinya dengan Airlangga soal Pilgub Jabar. Dedi Mulyadi merupakan satu dari beberapa pengurus DPD Golkar tingkat I yang lantang menyuarakan Munaslub.

"Malam ini saya belum membicarakan apapun ya, kecuali nanti kan. Saya belum berkonsultasi dengan Pak Airlangga dan besok (hari ini) saya berbicara mengenai langkah-langkah penanganan Jabar ke depan," ucap Dedy.

Soal peluang perubahan rekomendasi Pilgub Jabar menjadi dukungan untuk dirinya, Dedi mengaku akan menyerahkan sepernuhnya kepada Airlangga. Kader Golkar Jabar, klaim Dedi, ingin rekomendasi itu berubah.

"Saya tidak punya keinginan yang mengubah. Yang menginginkan mengubah itu adalah masyarakat dan yang menginginkan mengubah itu adalah keluarga besar Golkar. Tetapi, seluruh keputusannya berada pada Pak Airlangga Hartarto," sebut Dedi.

"Soal mencalonkan diri itu bukan keinginan individu tetapi kepentingan masyarakat luas," pungkas Bupati Purwakarta tersebut.

Terpisah, menyusul terpilihnya Airlangga sebagai Ketum Golkar, kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap surat keputusan dukungan Partai Golkar di Pilkada Jawa Barat tak berubah.

Seperti diketahui, Airlangga terpilih menggantikan Setya Novanto yang tengah bermasalah dengan hukum. "Semoga tidak ada perubahan terhadap rekomendasi," ucap Emil, sapaan akrabnya saat ditemui di Puskesmas Garuda, Kamis (14/12/2017).

Selain berharap tak ada perubahan terhadap rekomendasi, pria yang karib disapa Emil juga turut mendoakan agar proses musyawarah luar biasa yang akan dilaksanakan Partai Golkar dapat berjalan lancar.

"Saya ucapkan selamat kepada Pak Airlangga sebagai Plt Ketua Umum Golkar yang akan melaksanakan Munaslub, mudah-mudahan sukses," ujarnya.

Terlepas dari dinamika yang sedang terjadi di internal partai, Emil menilai, Partai Golkar jadi salah satu elemen penting dalam karier politiknya. "Kemudian juga kalau dari saya terima kasih karena selama ini institusi Golkar-nya memberikan rekomendasi semoga tidak ada perubahan," ungkapnya.

Dengan adanya pimpinan baru, sambung Emil, Partai Golkar diharapkan bisa lebih solid untuk memenangkan pesta demokrasi di Jawa Barat dan nasional. "Dan terus menyamakan visi misi untuk memenangkan Pilkada dan ujungnya mensejahterakan rakyat," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Polres Waspadai Wilayah Pesisir Pantai Selatan Cianjur

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah hukum Cianjur. Peningkatan kewaspadaan itu, dilakukan karena wilayah…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Personel Polres Latihan Peningkatan Kemampuan

SERATUSAN personel pengendali massa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Cianjur melakukan latihan peningkatan kemampuan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilkada yang akan digelar serentak bulan Juni mendatang.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Antisipasi Penyebaran Difteri, Dinkes Lakukan Vaksinasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan imunisasi dan pemberian vaksin kepada masyarakat di sejumlah wilayah rawan kasus difteri.Namun, keterbatasan vaksin membuat petugas hanya melakukan…

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 21:29 WIB

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 22/01/2018 21:25 WIB

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.