Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Broker Daging Ayam Akibatkan Harga Dipasaran Tinggi

Angga Purwanda

Senin, 18 Desember 2017 - 22:18 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Memasuki akhir tahun harga daging ayam kembali melonjak naik di wilayah Kabupaten Cianjur. Kondisi itu, diduga dipicu karena ulah broker yang menaikan harga di tingkat pengecer.

Kini harga daging ayam potong mencapai Rp 35 ribu, padahal di tingkat peternak menjual Rp 16 ribu dan Rp 20 ribu di tingkat pemotong.  Sepinya pembeli dan tingginya harga daging ayam membuat keuntungan di tingkat pengecer semakin menipis. Hingga saat ini belum ada solusi menstabilkan harga daging ayam tersebut.

“Biasanya perkilo harga daging ayam berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu. Tapi sekarang harganya jauh melambung, hingga mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Ini sangat memberatkan kami, ibu rumah tangga,” kata Safitri (32), seorang warga Kecamatan Cipanas, Senin (18/12/2017).

Sementara itu,  Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Apddas) Kabupaten Cianjur, Yayuk Sri Rahayu mengatakan, ada lima broker di wilayah Cianjur yang diduga membuat rantai distribusi daging ayam semakin panjang dan menjadikan harga daging ayam di tingkat pengecer saat ini melambung tinggi.

Yayuk menyebutkan,  jika pasokan dari Jakarta masuk maka harga akan melambung tinggi. Ia mengatakan jika musim lebaran, harga tinggi pun daging ayam pasti ada pembelinya, namun memasuki akhir tahun ini harga tinggi namun pembeli tak seramai saat musim lebaran. Ia mengatakan selalu mengikuti rapat yang diadakan pemerintah dan selalu menyuarakan pertanyaan apa solusi dari pemerintah untuk menstabilkan harga tersebut. Namun dari hasil rapat tersebut pihaknya selalu mendapat jawaban akan dilakukan langkah untuk menstabilkan harga namun hasilnya belum ada hingga saat ini.

"Saya bingung hingga saat ini kenapa harga daging ayam potong sangat mahal, padahal di tingkat peternah menjual Rp 16 ribu kenapa sampai di pengecer Rp 35 ribu. Tak ada solusi, setiap rapat selalu akan dilakukan langkah. Namun hingga saat ini tak ada langkah yang positif terkait untuk menstabilkan harga daging ayam potong," ujar Yayuk, kepada wartawan.

Ia sempat mendengar dalam rapat yang digelar di Pendopo beberapa waktu lalu bahwa untuk harga ayam potong akan ditetapkan dengan harga eceran tertinggi Rp 33 ribu, namun pada kenyataannya masih banyak yang melebihi harga tersebut. Alasan klasik yang selalu didengar adalah harga DOC yang mahal dan pakan yang mahal. Namun herannya di tingkat peternak harga masih relatif rendah.

Ia menginginkan ada langkah dari pemerintah pusat terkait kebijakan untuk menstabilkan harga ayam potong ini agar tak melonjak harganya dalam waktu yang tak bisa diprediksi. "Kami juga sempat mengadukan ke dewan di sini, jawabannya sama akan dilakukan sidak. Saya pikir sidak hanya menstabilkan harga saat itu saja, setelah sidak harga berubah lagi. Saya menduga ada lima broker di Cianjur yang mempermainkan harga dan membuat harga ayam potong ini menjadi mahal," ujarnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…