Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Broker Daging Ayam Akibatkan Harga Dipasaran Tinggi

Angga Purwanda

Senin, 18 Desember 2017 - 22:18 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Memasuki akhir tahun harga daging ayam kembali melonjak naik di wilayah Kabupaten Cianjur. Kondisi itu, diduga dipicu karena ulah broker yang menaikan harga di tingkat pengecer.

Kini harga daging ayam potong mencapai Rp 35 ribu, padahal di tingkat peternak menjual Rp 16 ribu dan Rp 20 ribu di tingkat pemotong.  Sepinya pembeli dan tingginya harga daging ayam membuat keuntungan di tingkat pengecer semakin menipis. Hingga saat ini belum ada solusi menstabilkan harga daging ayam tersebut.

“Biasanya perkilo harga daging ayam berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu. Tapi sekarang harganya jauh melambung, hingga mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Ini sangat memberatkan kami, ibu rumah tangga,” kata Safitri (32), seorang warga Kecamatan Cipanas, Senin (18/12/2017).

Sementara itu,  Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Apddas) Kabupaten Cianjur, Yayuk Sri Rahayu mengatakan, ada lima broker di wilayah Cianjur yang diduga membuat rantai distribusi daging ayam semakin panjang dan menjadikan harga daging ayam di tingkat pengecer saat ini melambung tinggi.

Yayuk menyebutkan,  jika pasokan dari Jakarta masuk maka harga akan melambung tinggi. Ia mengatakan jika musim lebaran, harga tinggi pun daging ayam pasti ada pembelinya, namun memasuki akhir tahun ini harga tinggi namun pembeli tak seramai saat musim lebaran. Ia mengatakan selalu mengikuti rapat yang diadakan pemerintah dan selalu menyuarakan pertanyaan apa solusi dari pemerintah untuk menstabilkan harga tersebut. Namun dari hasil rapat tersebut pihaknya selalu mendapat jawaban akan dilakukan langkah untuk menstabilkan harga namun hasilnya belum ada hingga saat ini.

"Saya bingung hingga saat ini kenapa harga daging ayam potong sangat mahal, padahal di tingkat peternah menjual Rp 16 ribu kenapa sampai di pengecer Rp 35 ribu. Tak ada solusi, setiap rapat selalu akan dilakukan langkah. Namun hingga saat ini tak ada langkah yang positif terkait untuk menstabilkan harga daging ayam potong," ujar Yayuk, kepada wartawan.

Ia sempat mendengar dalam rapat yang digelar di Pendopo beberapa waktu lalu bahwa untuk harga ayam potong akan ditetapkan dengan harga eceran tertinggi Rp 33 ribu, namun pada kenyataannya masih banyak yang melebihi harga tersebut. Alasan klasik yang selalu didengar adalah harga DOC yang mahal dan pakan yang mahal. Namun herannya di tingkat peternak harga masih relatif rendah.

Ia menginginkan ada langkah dari pemerintah pusat terkait kebijakan untuk menstabilkan harga ayam potong ini agar tak melonjak harganya dalam waktu yang tak bisa diprediksi. "Kami juga sempat mengadukan ke dewan di sini, jawabannya sama akan dilakukan sidak. Saya pikir sidak hanya menstabilkan harga saat itu saja, setelah sidak harga berubah lagi. Saya menduga ada lima broker di Cianjur yang mempermainkan harga dan membuat harga ayam potong ini menjadi mahal," ujarnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…