Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Nama Dedi Mulyadi Muncul, Golkar Pendekatan dengan PDIP

Nasdem: Dukungan untuk Ridwan Kamil Masih Cukup

Gie/bbs

Selasa, 19 Desember 2017 - 08:42 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com - SETELAH putus hubungan dengan Ridwan Kamil, Golkar langsung melakukan pendekatan dengan PDIP. Kabarnya, Partai berlambang pohon beringin tersebut mengusulkan pengusungan Dedi Mulyadi dan PDI-P pun menyambut usulan tersebut. Benarkah?

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji tak menampik hal tersebut. Bahkan ia menyatakan, peluang Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat,Dedi Mulyadi besar untuk diusung partainya di Pilkada Jawa Barat.

"Dedi Mulyadi punya peluang, peluangnya cukup besar,“ kata Sarmuji di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Meski begitu, Sarmuji menegaskan, pengusungan calon akan tetap dibahas dalam mekanisme, yakni pada rapat di tim pilkada pusat, yang diprediksi bakal digelar setelah rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) selesai.

Pencabutan dukungan kepada Ridwan Kamil, sambung Sarmuji, tentunya telah mempertimbangkan visi dan misi koalisi nasional di Jawa Barat. Pasalnya, banyak alternatif calon gubernur di Jawa Barat yang dipandang mampu menerjemahkan visi dan misi koalisi pendukung pemerintah di level nasional.

Menurutnya, Golkar dimungkinkan akan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat bersama PDI-P, karena ia memprediksi partai berlambang banteng itu tak akan mengusung Emil, sapaan Ridwan Kamil.

"PDI-P kan enggak ke Pak Ridwan Kamil. PDI-P kecil kemungkinan ke Ridwan Kamil, kecuali ada konstelasi politik yang berubah. Ya, tetapi sampai sekarang PDI-P enggak ke Ridwan Kamil," ucapnya.

Seperti dihetahui, Sebelumnya DPP Partai Golkar mencabut dukungan untuk Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Ridwan Kamil dianggap tidak menindaklanjuti rekomendasi Partai Golkar untuk menggandeng Daniel Muttaqien Syaifullah, sebagai bakal calon wakil gubernur sampai batas waktu yang ditentukan pada (25/11/2017) sebagaimana rekomendasi partai.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, tertulis bahwa keputusan itu diambil semata-mata lantaran ingin menjaga kehormatan dan marwah serta kepentingan Partai Golkar di Jawa Barat.

Sementara itu, Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga menegaskan, pihaknya menyambut baik soal peluang koalisi PDI-P dengan Golkar pada Pilgub Jabar 2018.

"Nah tentunya ini menjadi bahan pertimbangan kami, apalagi sekarang Golkar kelihatannya kembali mencalonkan kadernya sendiri, kan begitu ya," kata Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga, Senin (18/12/2017).

Eko menilai, peluang koalisi tersebut bisa dilihat dari hasil evaluasi dari beberapa kali Pilkada Jabar. Berdasarkan hasil itu, ia menuturkan pihaknya untuk mengusulkan koalisi tersebut.

"Artinya kita menyadari dan mengevaluasi beberapa kali Pilkada Jawa Barat kita bersama dengan Golkar kita mendapatkan hasil terbaik. Jadi berdasarkan hasil evaluasi itu kita bekerjasama mengusulkan begitu (berkoalisi)," tuturnya.

"Dari eksternal kita melihat memang ada dua yang cukup menonjol, yaitu Pak Dedi Mulyadi Ketua DPD Golkar Jabar dan Pak Irjen Pol Anton charliyan," sebutnya.

Terpisah, meski Golkar telah mencabut dukungannya di Pilkada Jabar 2018, Wakil Ketua Fraksi NasDem, Johnny G Plate memastikan akan tetap mendukung Ridwan Kamil. Menurutnya kerja sama dari partai yang tersisa masih cukup untuk mengusung Ridwan Kamil.

"Kalau pun Golkar menarik dukungannya tentu kita tidak bisa mengomentari, karena sepenuhnya itu keputusan DPP Golkar. Namun kerja sama politik dari partai yang tersisa bisa dibangun terus dan itu cukup untuk mengusung Kang Emil," kata Johnny belum lama ini.

Ya, setelah ditinggal Golkar, partai pengusung Ridwan Kamil yakni Nasdem, PPP, dan PKB. Ketiga partai itu memiliki total 21 kursi sehingga cukup untuk mengusung pasangan cagub-cawagub.

Bongkar pasang dukungan partai selama Pilkada, diakuinya cukup merepotkan. Terlebih rakyat dan partai politik memerlukan kepastian dari pasangan calon Gubernur yang akan diusung.

"Kalau bongkar pasang dukungan memang repot, bahkan sampai terakhir perubahan bisa terjadi jadi itu sah-sah saja. Saya kira sejauh ini tidak ada perubahan sikap (Nasdem) serius dukung Kang Emil, karena beliau tokoh muda Jabar yang potensial dan mampu memahami karateristik Jabar," jelasnya.

Kini, Nasdem meminta Emil segera menentukan pasangannya. Sehingga dukungan yang diberikan bisa lebih konkret. "Sedangkan untuk calon wakilnya kita meminta Kang Emil untuk segera menetapkan calonnya sehingga mesin koalisi partai bisa segera bergerak jalan," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…