Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Nama Dedi Mulyadi Muncul, Golkar Pendekatan dengan PDIP

Nasdem: Dukungan untuk Ridwan Kamil Masih Cukup

Gie/bbs

Selasa, 19 Desember 2017 - 08:42 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com - SETELAH putus hubungan dengan Ridwan Kamil, Golkar langsung melakukan pendekatan dengan PDIP. Kabarnya, Partai berlambang pohon beringin tersebut mengusulkan pengusungan Dedi Mulyadi dan PDI-P pun menyambut usulan tersebut. Benarkah?

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji tak menampik hal tersebut. Bahkan ia menyatakan, peluang Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat,Dedi Mulyadi besar untuk diusung partainya di Pilkada Jawa Barat.

"Dedi Mulyadi punya peluang, peluangnya cukup besar,“ kata Sarmuji di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Meski begitu, Sarmuji menegaskan, pengusungan calon akan tetap dibahas dalam mekanisme, yakni pada rapat di tim pilkada pusat, yang diprediksi bakal digelar setelah rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) selesai.

Pencabutan dukungan kepada Ridwan Kamil, sambung Sarmuji, tentunya telah mempertimbangkan visi dan misi koalisi nasional di Jawa Barat. Pasalnya, banyak alternatif calon gubernur di Jawa Barat yang dipandang mampu menerjemahkan visi dan misi koalisi pendukung pemerintah di level nasional.

Menurutnya, Golkar dimungkinkan akan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat bersama PDI-P, karena ia memprediksi partai berlambang banteng itu tak akan mengusung Emil, sapaan Ridwan Kamil.

"PDI-P kan enggak ke Pak Ridwan Kamil. PDI-P kecil kemungkinan ke Ridwan Kamil, kecuali ada konstelasi politik yang berubah. Ya, tetapi sampai sekarang PDI-P enggak ke Ridwan Kamil," ucapnya.

Seperti dihetahui, Sebelumnya DPP Partai Golkar mencabut dukungan untuk Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Ridwan Kamil dianggap tidak menindaklanjuti rekomendasi Partai Golkar untuk menggandeng Daniel Muttaqien Syaifullah, sebagai bakal calon wakil gubernur sampai batas waktu yang ditentukan pada (25/11/2017) sebagaimana rekomendasi partai.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, tertulis bahwa keputusan itu diambil semata-mata lantaran ingin menjaga kehormatan dan marwah serta kepentingan Partai Golkar di Jawa Barat.

Sementara itu, Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga menegaskan, pihaknya menyambut baik soal peluang koalisi PDI-P dengan Golkar pada Pilgub Jabar 2018.

"Nah tentunya ini menjadi bahan pertimbangan kami, apalagi sekarang Golkar kelihatannya kembali mencalonkan kadernya sendiri, kan begitu ya," kata Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga, Senin (18/12/2017).

Eko menilai, peluang koalisi tersebut bisa dilihat dari hasil evaluasi dari beberapa kali Pilkada Jabar. Berdasarkan hasil itu, ia menuturkan pihaknya untuk mengusulkan koalisi tersebut.

"Artinya kita menyadari dan mengevaluasi beberapa kali Pilkada Jawa Barat kita bersama dengan Golkar kita mendapatkan hasil terbaik. Jadi berdasarkan hasil evaluasi itu kita bekerjasama mengusulkan begitu (berkoalisi)," tuturnya.

"Dari eksternal kita melihat memang ada dua yang cukup menonjol, yaitu Pak Dedi Mulyadi Ketua DPD Golkar Jabar dan Pak Irjen Pol Anton charliyan," sebutnya.

Terpisah, meski Golkar telah mencabut dukungannya di Pilkada Jabar 2018, Wakil Ketua Fraksi NasDem, Johnny G Plate memastikan akan tetap mendukung Ridwan Kamil. Menurutnya kerja sama dari partai yang tersisa masih cukup untuk mengusung Ridwan Kamil.

"Kalau pun Golkar menarik dukungannya tentu kita tidak bisa mengomentari, karena sepenuhnya itu keputusan DPP Golkar. Namun kerja sama politik dari partai yang tersisa bisa dibangun terus dan itu cukup untuk mengusung Kang Emil," kata Johnny belum lama ini.

Ya, setelah ditinggal Golkar, partai pengusung Ridwan Kamil yakni Nasdem, PPP, dan PKB. Ketiga partai itu memiliki total 21 kursi sehingga cukup untuk mengusung pasangan cagub-cawagub.

Bongkar pasang dukungan partai selama Pilkada, diakuinya cukup merepotkan. Terlebih rakyat dan partai politik memerlukan kepastian dari pasangan calon Gubernur yang akan diusung.

"Kalau bongkar pasang dukungan memang repot, bahkan sampai terakhir perubahan bisa terjadi jadi itu sah-sah saja. Saya kira sejauh ini tidak ada perubahan sikap (Nasdem) serius dukung Kang Emil, karena beliau tokoh muda Jabar yang potensial dan mampu memahami karateristik Jabar," jelasnya.

Kini, Nasdem meminta Emil segera menentukan pasangannya. Sehingga dukungan yang diberikan bisa lebih konkret. "Sedangkan untuk calon wakilnya kita meminta Kang Emil untuk segera menetapkan calonnya sehingga mesin koalisi partai bisa segera bergerak jalan," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…