Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pinsar Sebabkan Mahalnya Harga Daging dan Telur Ayam

Dinas Minta Pinsar Tidak Terlalu Menekan Peternak Dalam Menetapkan Harga Jual

Angga Purwanda

Selasa, 19 Desember 2017 - 22:37 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KENAIKAN harga daging dan telur ayam menjelang akhir tahun di tingkat peternak dan pedagang diduga akibat adanya keterlibatan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) yang terlalu kentara dalam mengatur harga jual kedua komoditas itu.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan PerdaganganKabupaten Cianjur, Himam Haris mengatakan, harga kedua bahan pangan tersebut terus naik sejak awal Desember 2017. Ketika diselidiki penyebabnya, ucap Himam, sebagian besar peternak mengaku jika harga yang berlaku merupakan ketetapan Pinsar.

”Peternak mengaku mematok harga dari Pinsar, kalau menurunkan harga seenaknya mereka takut ditegur pihak Pinsar. Tapi, jika memang akan melakukan kenaikan harga jangan seenaknya, karena saat ini masyarakat sedang membutuhkan komoditas itu,” kata Himam, kepada wartawan, Selasa (19/12/2017).

Himam menjelaskan, harga daging ayam di Cianjur saat ini bahkan lebih jauh dari harga yang ditetapkan oleh Pinsar. Daging ayam dijual Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram dari semula Rp 30.000 per kilogram. Harga tersebut jauh dari ketetapan Pinsar yakni Rp 20.500 hingga Rp 21 ribu per kilogram.

Sementara, sambung Himam, untuk harga telur ayam di pasaran dijual seharga Rp 25.500 hingga Rp 26 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram. Untuk Pinsar menetapkan harga Rp 22.700 per kilogram.

”Harga-harga itu didapat setelah kami turun lapangan hari ini. Mayoritas peternak memang mengaku harga yang dipasang sekarang adalah berdasarkan besaran yang Pinsar tetapkan. Cuma kenapa tinggi sekali, ada apa ini?” ujarnya.

Hal tersebut diakui Himam menjadi pertanyaan pihak dinas maupun Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Apddas) Cianjur. Apalagi kenaikan harga setinggi itu, bahkan tidak terjadi pada hari-hari besar lain. Menurut dia, kenaikan saat ini menjadi yang pertama kali terjadi.

Himam menginginkan, Pinsar tidak terlalu menekan peternak di tingkat daerah dalam menetapkan harga jual. Walaupun Pinsar memiliki peranan untuk memberikan harga, tapi setidaknya ketetapan tidak memaksa atau membuat peternak takut sehingga harga akhirnya melambung.

Selain adanya peranan Pinsar, Himam juga mengatakan saat ini persoalan broker atau penyalur masih cukup berdampak banyak. Banyak pihak mengaku, jika kenaikan harga terjadi karena ‘permainan’ broker yang membesarkan harga perjalanan barang.

”Ulah broker ini perlu dicari tahu apa dasarnya, mereka perlu dimintai keterangan. Karena, pedagang kerepotan ketika permintaan tidak terlalu tinggi. Tapi, harga dari peternak dan broker sudah tinggi,” ucapnya.

Ia cukup menyangkan, karena sejauh ini broker hanya dikenal terus mempermainkan harga di pasaran. Akan tetapi, mereka jarang sekali datang ketika pihak terkait mengajak untuk melangsungkan rapat koordinasi.

Sejauh ini, dinas akan terus meminta kebijakan dari peternak agar bersedia memberikan harga yang lebih pantas. Terlebih, masa liburan panjang dan hari besar lainnya akan segera tiba. Himam juga menyerahkan persoalan broker kepada kepolisian setempat untuk pendalaman lebih lanjut. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…