Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Pinsar Sebabkan Mahalnya Harga Daging dan Telur Ayam

Dinas Minta Pinsar Tidak Terlalu Menekan Peternak Dalam Menetapkan Harga Jual

Angga Purwanda

Selasa, 19 Desember 2017 - 22:37 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KENAIKAN harga daging dan telur ayam menjelang akhir tahun di tingkat peternak dan pedagang diduga akibat adanya keterlibatan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) yang terlalu kentara dalam mengatur harga jual kedua komoditas itu.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan PerdaganganKabupaten Cianjur, Himam Haris mengatakan, harga kedua bahan pangan tersebut terus naik sejak awal Desember 2017. Ketika diselidiki penyebabnya, ucap Himam, sebagian besar peternak mengaku jika harga yang berlaku merupakan ketetapan Pinsar.

”Peternak mengaku mematok harga dari Pinsar, kalau menurunkan harga seenaknya mereka takut ditegur pihak Pinsar. Tapi, jika memang akan melakukan kenaikan harga jangan seenaknya, karena saat ini masyarakat sedang membutuhkan komoditas itu,” kata Himam, kepada wartawan, Selasa (19/12/2017).

Himam menjelaskan, harga daging ayam di Cianjur saat ini bahkan lebih jauh dari harga yang ditetapkan oleh Pinsar. Daging ayam dijual Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram dari semula Rp 30.000 per kilogram. Harga tersebut jauh dari ketetapan Pinsar yakni Rp 20.500 hingga Rp 21 ribu per kilogram.

Sementara, sambung Himam, untuk harga telur ayam di pasaran dijual seharga Rp 25.500 hingga Rp 26 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram. Untuk Pinsar menetapkan harga Rp 22.700 per kilogram.

”Harga-harga itu didapat setelah kami turun lapangan hari ini. Mayoritas peternak memang mengaku harga yang dipasang sekarang adalah berdasarkan besaran yang Pinsar tetapkan. Cuma kenapa tinggi sekali, ada apa ini?” ujarnya.

Hal tersebut diakui Himam menjadi pertanyaan pihak dinas maupun Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Apddas) Cianjur. Apalagi kenaikan harga setinggi itu, bahkan tidak terjadi pada hari-hari besar lain. Menurut dia, kenaikan saat ini menjadi yang pertama kali terjadi.

Himam menginginkan, Pinsar tidak terlalu menekan peternak di tingkat daerah dalam menetapkan harga jual. Walaupun Pinsar memiliki peranan untuk memberikan harga, tapi setidaknya ketetapan tidak memaksa atau membuat peternak takut sehingga harga akhirnya melambung.

Selain adanya peranan Pinsar, Himam juga mengatakan saat ini persoalan broker atau penyalur masih cukup berdampak banyak. Banyak pihak mengaku, jika kenaikan harga terjadi karena ‘permainan’ broker yang membesarkan harga perjalanan barang.

”Ulah broker ini perlu dicari tahu apa dasarnya, mereka perlu dimintai keterangan. Karena, pedagang kerepotan ketika permintaan tidak terlalu tinggi. Tapi, harga dari peternak dan broker sudah tinggi,” ucapnya.

Ia cukup menyangkan, karena sejauh ini broker hanya dikenal terus mempermainkan harga di pasaran. Akan tetapi, mereka jarang sekali datang ketika pihak terkait mengajak untuk melangsungkan rapat koordinasi.

Sejauh ini, dinas akan terus meminta kebijakan dari peternak agar bersedia memberikan harga yang lebih pantas. Terlebih, masa liburan panjang dan hari besar lainnya akan segera tiba. Himam juga menyerahkan persoalan broker kepada kepolisian setempat untuk pendalaman lebih lanjut. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.