Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Masyarakat Tolak Pengelolaan Parkir Oleh Swasta

Pedagang Ancam Akan Parkir Kendaraan di Setiap Badan Jalan Nasional Maupun Kabupaten

Angga Purwanda

Rabu, 20 Desember 2017 - 21:25 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PENGURUS K5 di tiga pasar induk di Kabupaten Cianjur menolak rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melakukan alih kelola para kepada pihak ketiga (swasta, red). Karena, rencana itu diyakini akan memberatkan pembeli dan pedagang.

Ketua K5 Pasar Induk Pasirhayam, Ujang Koswara, mengatakan, alih kelola tersebut dinilai belum waktunya dilakukan di pasar untuk saat ini.  Apalagi untuk di Pasar Induk Pasirhayam, sudah hampir dua tahun tidak diterapkan parkir, melainkan hanya tiket tanda kendaraan untuk antisipasi pencurian sepeda motor.

Ujang menyebutkan, biaya parkir dengan ketentuan per jam terus bertambah nilainya juga dikhawatirkan membuat pembeli semakin sepi karena mahalnya biaya parkir. "Kalau diterapkan parkir secara profesional, dengan alat dan sistem seperti di mall atau tempat lainnya, tidak akan cocok untuk pasar. Kebanyakan mereka bisa berjam - jam dipasar, biaya parkir jadi membengkak. Kasihan pembeli, termasuk pedagang," kata Ujang, kepada wartawan, Rabu (19/12/2017).

Sebagai bentuk penolakan dari seluruh pengurus K5, ucap Ujang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, terkait pembatalan kebijakan yang rencananya akan diberlakukan pada Januari mendatang.

"Kalau tidak ada titik temu kami serahkan ke pengurus dan pedagang, mungkin bisa sampai aksi ke jalan dan lainnya. Itu juga yang dsuarakan K5 di dua pasar lainnya," ucapnya.

Sementara itu, ratusan pedagang di Pasar Cipanas melakukan aksi unjukrasa untuk menolak kebijakan yang diambil Pemkab Cianjur itu. Bahkan, jika kebijakan itu tetap dilaksanakan mereka mengancam akan memarkir seluruh kendaraanya di badan jalan nasional.

Dalam aksi yang digelar di lingkungan Pasar Cipanas itu, para pedagang satu persatu berorasi dan menolak secara tegas rencana pengambilalihan lahan parkir oleh pihak swasta tersebut.

"Kami secara tegas menolak rencana ini, apalagi tanpa adanya pertemuan terlebih dahulu dengan para pedagang," kata Ketua K5 Pasar Cipanas, Nico Paris.
Nico mengatakan adanya unjuk rasa membuat pengelolaan parkir akan diambil alih oleh K5. "Perparkiran akan diambilalih sementara oleh K5. Karena semua pedagang tak menyetujui adanya swastanisasi," kata Nico.

Para pedagang mengaku akan melakukan unjuk rasa ke Dishub Kabupaten Cianjur. Dari keterangan tak hanya Pasar Cipanas yang akan dilakukan swastanisasi pengelolaan parkirnya. Beberapa pasar  lain yang mengalami hal serupa di antaranya Pasar Induk Pasirhayam dan Pasar Cibeber.

Aksi unjuk rasa di Pasar Cipanas juga diwarnai dengan pembubuhan tanda tangan sebagai aksi penolakan. Di akhir aksi unjuk rasa, para pedagang berpesan agar jangan mau dibenturkan dengan aparat.

Di lokasi Pasar Cipanas sudah berdiri tiga alat pemungut parkir yang membuat geram para pedagang. Aksi pengrusakan dapat dicegah karena para pedagang sepakat untuk melakukan aksi damai. "Tuntutan kami perlakukan pasar tradisional sesuai dengan biasanya termasuk tarif parkir yang murah," kata Nico.

Ia mengatakan rencana tarif parkir yang akan dipasang oleh pihak swasta seperti tarif mal bahkan bisa lebih mahal. Sekjen K5 Pasar Cipanas, Rudi Lazuardi mengatakan, besok kendaraan para pedagang dan sarana transportasinya akan parkir di badan jalan nasional depan pasar sebagai bentuk protes. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.