Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Periode Juli-Desember 40 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Tatar Santri

Angga Purwanda

Rabu, 20 Desember 2017 - 21:40 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mencatat dalam periode Juli hingga Desember 2017 ada 40 kasus kekerasan terhadap anak di Tatr Santri.

Hal itu, diungkapkan Kabid Advokasi dan Penaganan Perkara P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, kepada wartawan, Rabu (20/12/2017).

Bahkan, jelas Lidya, menjelang akhir tahun ini kasus kekerasan terhadap anak masih terus terjadi dan tidak sedikit yang terkendala proses hukumnya. Meskipun, sebagian besar sedang dalam proses persidangan dan pengawasan P2TP2A.

Lidya menyebutkan, jumlah tersebut memang dinilai menurun dibandingkan dengan yang terjadi per Desember 2016 yakni sebanyak 65 kasus. ”Tapi memang angka tersebut masih terbilang tinggi, apalagi ini menimpa anak,” jelas Lidya.

Lidya menjelaskan, banyak anak dan remaja di Cianjur mengalami kekerasan terhadap anak terbagi atas kekerasan fisik, seksual, hingga trafficking. Terakhir kali, P2TP2A Cianjur dihadapkan pada kasus penganiayaan seorang remaja yang akhirnya meninggal dan proses hukumnya sedikit terkendala.

Untuk kasus tersebut, sambung Lidya, P2TP2A juga terus mendampingi korban dan keluarganya dalam proses hukum. Pasalnya, tidak sedikit korban yang ketakutan untuk menghadapi peradilan atas kasus yang menimpa mereka. Apalagi, mayoritas kekerasan sejauh ini memang dilakukan oleh orang terdekat mereka.

”Korban kenal dengan pelaku, tidak jarang akhirnya kondisi tersebut membuat korban tidak berani mengadu dan melawan pelaku di pengadilan. Inilah yang mempersulit proses peradilan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kasus kekerasan di Cianjur juga seringkali sulit terungkap karena ketiadaan saksi atau lingkungan yang mendukung korban. Hal itu banyak terjadi, karena lingkungan sekitar korban takut untuk terlibat lebih jauh, terutama jika pelaku yang dinilai mengancam belum berhasil ditangkap.

Lidya tidak menampik, sejumlah kasus yang dihadapi P2TP2A banyak terkendala oleh keterangan saksi yang bisa memberatkan pelaku. Sebenarnya hal tersebut cukup dipahami, terutama bagi korban kekerasan yang berada di wilayah pelosok.

”Lebih banyak yang mempertahankan ketakutan mereka. Padahal, masyarakat harusnya bisa berkata yang sebenar-benarnya ketika ada kasus kekerasan. Hukum akan berpihak pada orang benar, makanya setiap orang yang terlibat harus memberanikan diri untuk buka suara,” ucap Lidya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…