Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Periode Juli-Desember 40 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Tatar Santri

Angga Purwanda

Rabu, 20 Desember 2017 - 21:40 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mencatat dalam periode Juli hingga Desember 2017 ada 40 kasus kekerasan terhadap anak di Tatr Santri.

Hal itu, diungkapkan Kabid Advokasi dan Penaganan Perkara P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, kepada wartawan, Rabu (20/12/2017).

Bahkan, jelas Lidya, menjelang akhir tahun ini kasus kekerasan terhadap anak masih terus terjadi dan tidak sedikit yang terkendala proses hukumnya. Meskipun, sebagian besar sedang dalam proses persidangan dan pengawasan P2TP2A.

Lidya menyebutkan, jumlah tersebut memang dinilai menurun dibandingkan dengan yang terjadi per Desember 2016 yakni sebanyak 65 kasus. ”Tapi memang angka tersebut masih terbilang tinggi, apalagi ini menimpa anak,” jelas Lidya.

Lidya menjelaskan, banyak anak dan remaja di Cianjur mengalami kekerasan terhadap anak terbagi atas kekerasan fisik, seksual, hingga trafficking. Terakhir kali, P2TP2A Cianjur dihadapkan pada kasus penganiayaan seorang remaja yang akhirnya meninggal dan proses hukumnya sedikit terkendala.

Untuk kasus tersebut, sambung Lidya, P2TP2A juga terus mendampingi korban dan keluarganya dalam proses hukum. Pasalnya, tidak sedikit korban yang ketakutan untuk menghadapi peradilan atas kasus yang menimpa mereka. Apalagi, mayoritas kekerasan sejauh ini memang dilakukan oleh orang terdekat mereka.

”Korban kenal dengan pelaku, tidak jarang akhirnya kondisi tersebut membuat korban tidak berani mengadu dan melawan pelaku di pengadilan. Inilah yang mempersulit proses peradilan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kasus kekerasan di Cianjur juga seringkali sulit terungkap karena ketiadaan saksi atau lingkungan yang mendukung korban. Hal itu banyak terjadi, karena lingkungan sekitar korban takut untuk terlibat lebih jauh, terutama jika pelaku yang dinilai mengancam belum berhasil ditangkap.

Lidya tidak menampik, sejumlah kasus yang dihadapi P2TP2A banyak terkendala oleh keterangan saksi yang bisa memberatkan pelaku. Sebenarnya hal tersebut cukup dipahami, terutama bagi korban kekerasan yang berada di wilayah pelosok.

”Lebih banyak yang mempertahankan ketakutan mereka. Padahal, masyarakat harusnya bisa berkata yang sebenar-benarnya ketika ada kasus kekerasan. Hukum akan berpihak pada orang benar, makanya setiap orang yang terlibat harus memberanikan diri untuk buka suara,” ucap Lidya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.