Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Ada Temuan Penyimpangan, Kadisdik Malah Bungkam

Carut Marut Pengelolaan Dana Bos di Cianjur

Nuki/Angga Purwanda

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:40 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - PERSOALAN carut marutnya pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Cianjur belum terpecahkan. Kini, hal tersebut menjadi sorotan banyak pihak dan menjadi buah bibir para orangtua murid.

Betapa tidak, meski sudah ada dana BOS yang menanggung berbagai kebutuhan operasional sekolah, namun banyak pengakuan dari orangtua murid yang masih dibebani untuk membeli buku paket, serta adanya iuran untuk berbagai kebutuhan fasilitas sekolah seperti pembelian bangku siswa, pembangunan toilet, gazebo dan kantin sehat.

Berdasarkan informasi yang dihumpun, penerimaan dana BOS di Cianjur sebesar Rp898.851.918 untuk SD, sementara untuk SMP sebesar Rp342.653.355. Angka tersebut dinilai bisa memenuhi seluruh kebutuhan operasional sekolah di Cianjur.

Terkait pembelian buku, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2017, tentang perubahan atas Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah disebutkan, 20 persen dari dana BOS wajib diperuntukkan pembelian buku. Alhasil, pembelian buku yang dilakukan sekolah tersebut menggunakan dana Bos, bukan dibebankan kepada orangtua siswa.

Seperti yang diungkapkan salah seorang orangtua murid di salah satu SD negeri favorit di Cianjur. Ia mengaku, harus membeli buku paket setiap mata pelajaran yang ada di sekolah anaknya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut tak hanya dialaminya sendiri, namun seluruh orangtua siswa pun melakukan hal yang sama. “Hampir seluruh siswa diwajibkan untuk membeli buku paket setiap mata pelajaran. Harga buku untuk satu paket itu mencapai ratusan ribu rupiah,” jelas orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya itu.

Ia menuturkan, para guru menawarkan buku paket itu dengan cara mengundang seluruh orangtua siswa untuk rapat di sekolah. Pihak sekolah beralasan, buku harus dibeli siswa karena dana BOS yang diterima sekolah sudah habis digunakan untuk biaya operasional lain seperti gaji para guru honorer.

“Sempat ada kenjanggalan juga, karena saat saya akan membeli buku paket bagi anak saya, pihak sekolah sempat memberikan kebijakan untuk menggratiskan, namun saya tolak. Karena saat itu, saya meminta jika anak saya bisa mendapatkan buku gratis, kenapa siswa yang lain tidak bisa mendapatkan fasilitas yang sama,” ungkapnya.

Ia mendesak aparat terkait untuk dapat mengusut persoalan carut marutnya pengelolaan dana BOS di Kabupaten Cianjur. Karena, sambung dia, kecurangan yang dilakukan pihak sekolah sudah sangat merugikan para orangtua siswa.

“Kami tak segan akan menanyakan kejelasan ini ke pihak sekolah, dan kami juga akan mendesak pihak sekolah untuk melakukan transparansi dalam penggunaan dan pengelolaan dana tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman terlihat geram mendengar informasi adanya penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS. Menyusul masih adanya pemungutan tak resmi oleh pihak sekolah terhadap orangtua murid

Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Cianjur itu menegaskan, pihak sekolah tidak diperbolehkan memungut kepada siswa di luar ketentuan yang berlaku.

"Pokoknya tidak boleh ada pungutan apapun dilakukan oleh sekolah," tegas Herman saat ditemui usai melaksanakan kegiatan rutin Ashar berjamaah di Masjid Agung, Rabu (20/12/2017).

Herman menyarankan kepada orangtua siswa yang menjadi korban pemungutan oleh pihak sekolah, agar melaporkan kejadian tersebut ke layanan LAPOR milik Pemkab Cianjur. "Kan kita ada layanan LAPOR, sebaiknya laporkan saja, jangan  sungkan dan takut," kata Herman.

Berbeda dengan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Sobandi saat dikonfirmasi terkait soal pengelolaan Dana BOS. Orang nomor satu di lingkungan pendidikan Cianjur itu terlihat geram dan lebih memilih untuk tidak menanggapi.

"Tidak mau, nanti saja," ujar Cecep dengan nada ketus sambil melangkah pergi meninggalkan wartawan saat ditemui di pintu gerbang Masjid Agung.(*)

 

PENGAKUAN ORANGTUA MURID:

  • Tak hanya dirinya, salah seorang orangtua murid di salah satu SD negeri favorit di Cianjur yang enggan disebutkan namanya mengaku, seluruh orangtua murid di tempat anaknya bersekolah harus membeli buku paket setiap mata pelajaran.
  • Pihak sekolah melalui guru guru menawarkan buku paket itu dengan cara mengundang seluruh orangtua siswa untuk rapat di sekolah.
  • Pihak sekolah beralasan, buku harus dibeli siswa karena dana BOS yang diterima sekolah sudah habis digunakan untuk biaya operasional lain seperti gaji para guru honorer.
  • Dia mengaku sempat ada kejanggalan. Karena saat dirinya akan membeli buku paket untuk anaknya, pihak sekolah sempat memberikan kebijakan untuk menggratiskan. Namun kala itu ia menolaknya dan meminta jika anaknya bisa mendapatkan buku gratis, kenapa siswa yang lain tidak bisa mendapatkan fasilitas yang sama.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.