Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Ada Temuan Penyimpangan, Kadisdik Malah Bungkam

Carut Marut Pengelolaan Dana Bos di Cianjur

Nuki/Angga Purwanda

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:40 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - PERSOALAN carut marutnya pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Cianjur belum terpecahkan. Kini, hal tersebut menjadi sorotan banyak pihak dan menjadi buah bibir para orangtua murid.

Betapa tidak, meski sudah ada dana BOS yang menanggung berbagai kebutuhan operasional sekolah, namun banyak pengakuan dari orangtua murid yang masih dibebani untuk membeli buku paket, serta adanya iuran untuk berbagai kebutuhan fasilitas sekolah seperti pembelian bangku siswa, pembangunan toilet, gazebo dan kantin sehat.

Berdasarkan informasi yang dihumpun, penerimaan dana BOS di Cianjur sebesar Rp898.851.918 untuk SD, sementara untuk SMP sebesar Rp342.653.355. Angka tersebut dinilai bisa memenuhi seluruh kebutuhan operasional sekolah di Cianjur.

Terkait pembelian buku, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2017, tentang perubahan atas Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah disebutkan, 20 persen dari dana BOS wajib diperuntukkan pembelian buku. Alhasil, pembelian buku yang dilakukan sekolah tersebut menggunakan dana Bos, bukan dibebankan kepada orangtua siswa.

Seperti yang diungkapkan salah seorang orangtua murid di salah satu SD negeri favorit di Cianjur. Ia mengaku, harus membeli buku paket setiap mata pelajaran yang ada di sekolah anaknya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut tak hanya dialaminya sendiri, namun seluruh orangtua siswa pun melakukan hal yang sama. “Hampir seluruh siswa diwajibkan untuk membeli buku paket setiap mata pelajaran. Harga buku untuk satu paket itu mencapai ratusan ribu rupiah,” jelas orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya itu.

Ia menuturkan, para guru menawarkan buku paket itu dengan cara mengundang seluruh orangtua siswa untuk rapat di sekolah. Pihak sekolah beralasan, buku harus dibeli siswa karena dana BOS yang diterima sekolah sudah habis digunakan untuk biaya operasional lain seperti gaji para guru honorer.

“Sempat ada kenjanggalan juga, karena saat saya akan membeli buku paket bagi anak saya, pihak sekolah sempat memberikan kebijakan untuk menggratiskan, namun saya tolak. Karena saat itu, saya meminta jika anak saya bisa mendapatkan buku gratis, kenapa siswa yang lain tidak bisa mendapatkan fasilitas yang sama,” ungkapnya.

Ia mendesak aparat terkait untuk dapat mengusut persoalan carut marutnya pengelolaan dana BOS di Kabupaten Cianjur. Karena, sambung dia, kecurangan yang dilakukan pihak sekolah sudah sangat merugikan para orangtua siswa.

“Kami tak segan akan menanyakan kejelasan ini ke pihak sekolah, dan kami juga akan mendesak pihak sekolah untuk melakukan transparansi dalam penggunaan dan pengelolaan dana tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman terlihat geram mendengar informasi adanya penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS. Menyusul masih adanya pemungutan tak resmi oleh pihak sekolah terhadap orangtua murid

Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Cianjur itu menegaskan, pihak sekolah tidak diperbolehkan memungut kepada siswa di luar ketentuan yang berlaku.

"Pokoknya tidak boleh ada pungutan apapun dilakukan oleh sekolah," tegas Herman saat ditemui usai melaksanakan kegiatan rutin Ashar berjamaah di Masjid Agung, Rabu (20/12/2017).

Herman menyarankan kepada orangtua siswa yang menjadi korban pemungutan oleh pihak sekolah, agar melaporkan kejadian tersebut ke layanan LAPOR milik Pemkab Cianjur. "Kan kita ada layanan LAPOR, sebaiknya laporkan saja, jangan  sungkan dan takut," kata Herman.

Berbeda dengan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Sobandi saat dikonfirmasi terkait soal pengelolaan Dana BOS. Orang nomor satu di lingkungan pendidikan Cianjur itu terlihat geram dan lebih memilih untuk tidak menanggapi.

"Tidak mau, nanti saja," ujar Cecep dengan nada ketus sambil melangkah pergi meninggalkan wartawan saat ditemui di pintu gerbang Masjid Agung.(*)

 

PENGAKUAN ORANGTUA MURID:

  • Tak hanya dirinya, salah seorang orangtua murid di salah satu SD negeri favorit di Cianjur yang enggan disebutkan namanya mengaku, seluruh orangtua murid di tempat anaknya bersekolah harus membeli buku paket setiap mata pelajaran.
  • Pihak sekolah melalui guru guru menawarkan buku paket itu dengan cara mengundang seluruh orangtua siswa untuk rapat di sekolah.
  • Pihak sekolah beralasan, buku harus dibeli siswa karena dana BOS yang diterima sekolah sudah habis digunakan untuk biaya operasional lain seperti gaji para guru honorer.
  • Dia mengaku sempat ada kejanggalan. Karena saat dirinya akan membeli buku paket untuk anaknya, pihak sekolah sempat memberikan kebijakan untuk menggratiskan. Namun kala itu ia menolaknya dan meminta jika anaknya bisa mendapatkan buku gratis, kenapa siswa yang lain tidak bisa mendapatkan fasilitas yang sama.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…