Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Ada Temuan Penyimpangan, Kadisdik Malah Bungkam

Carut Marut Pengelolaan Dana Bos di Cianjur

Nuki/Angga Purwanda

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:40 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - PERSOALAN carut marutnya pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Cianjur belum terpecahkan. Kini, hal tersebut menjadi sorotan banyak pihak dan menjadi buah bibir para orangtua murid.

Betapa tidak, meski sudah ada dana BOS yang menanggung berbagai kebutuhan operasional sekolah, namun banyak pengakuan dari orangtua murid yang masih dibebani untuk membeli buku paket, serta adanya iuran untuk berbagai kebutuhan fasilitas sekolah seperti pembelian bangku siswa, pembangunan toilet, gazebo dan kantin sehat.

Berdasarkan informasi yang dihumpun, penerimaan dana BOS di Cianjur sebesar Rp898.851.918 untuk SD, sementara untuk SMP sebesar Rp342.653.355. Angka tersebut dinilai bisa memenuhi seluruh kebutuhan operasional sekolah di Cianjur.

Terkait pembelian buku, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2017, tentang perubahan atas Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah disebutkan, 20 persen dari dana BOS wajib diperuntukkan pembelian buku. Alhasil, pembelian buku yang dilakukan sekolah tersebut menggunakan dana Bos, bukan dibebankan kepada orangtua siswa.

Seperti yang diungkapkan salah seorang orangtua murid di salah satu SD negeri favorit di Cianjur. Ia mengaku, harus membeli buku paket setiap mata pelajaran yang ada di sekolah anaknya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut tak hanya dialaminya sendiri, namun seluruh orangtua siswa pun melakukan hal yang sama. “Hampir seluruh siswa diwajibkan untuk membeli buku paket setiap mata pelajaran. Harga buku untuk satu paket itu mencapai ratusan ribu rupiah,” jelas orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya itu.

Ia menuturkan, para guru menawarkan buku paket itu dengan cara mengundang seluruh orangtua siswa untuk rapat di sekolah. Pihak sekolah beralasan, buku harus dibeli siswa karena dana BOS yang diterima sekolah sudah habis digunakan untuk biaya operasional lain seperti gaji para guru honorer.

“Sempat ada kenjanggalan juga, karena saat saya akan membeli buku paket bagi anak saya, pihak sekolah sempat memberikan kebijakan untuk menggratiskan, namun saya tolak. Karena saat itu, saya meminta jika anak saya bisa mendapatkan buku gratis, kenapa siswa yang lain tidak bisa mendapatkan fasilitas yang sama,” ungkapnya.

Ia mendesak aparat terkait untuk dapat mengusut persoalan carut marutnya pengelolaan dana BOS di Kabupaten Cianjur. Karena, sambung dia, kecurangan yang dilakukan pihak sekolah sudah sangat merugikan para orangtua siswa.

“Kami tak segan akan menanyakan kejelasan ini ke pihak sekolah, dan kami juga akan mendesak pihak sekolah untuk melakukan transparansi dalam penggunaan dan pengelolaan dana tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman terlihat geram mendengar informasi adanya penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS. Menyusul masih adanya pemungutan tak resmi oleh pihak sekolah terhadap orangtua murid

Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Cianjur itu menegaskan, pihak sekolah tidak diperbolehkan memungut kepada siswa di luar ketentuan yang berlaku.

"Pokoknya tidak boleh ada pungutan apapun dilakukan oleh sekolah," tegas Herman saat ditemui usai melaksanakan kegiatan rutin Ashar berjamaah di Masjid Agung, Rabu (20/12/2017).

Herman menyarankan kepada orangtua siswa yang menjadi korban pemungutan oleh pihak sekolah, agar melaporkan kejadian tersebut ke layanan LAPOR milik Pemkab Cianjur. "Kan kita ada layanan LAPOR, sebaiknya laporkan saja, jangan  sungkan dan takut," kata Herman.

Berbeda dengan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Sobandi saat dikonfirmasi terkait soal pengelolaan Dana BOS. Orang nomor satu di lingkungan pendidikan Cianjur itu terlihat geram dan lebih memilih untuk tidak menanggapi.

"Tidak mau, nanti saja," ujar Cecep dengan nada ketus sambil melangkah pergi meninggalkan wartawan saat ditemui di pintu gerbang Masjid Agung.(*)

 

PENGAKUAN ORANGTUA MURID:

  • Tak hanya dirinya, salah seorang orangtua murid di salah satu SD negeri favorit di Cianjur yang enggan disebutkan namanya mengaku, seluruh orangtua murid di tempat anaknya bersekolah harus membeli buku paket setiap mata pelajaran.
  • Pihak sekolah melalui guru guru menawarkan buku paket itu dengan cara mengundang seluruh orangtua siswa untuk rapat di sekolah.
  • Pihak sekolah beralasan, buku harus dibeli siswa karena dana BOS yang diterima sekolah sudah habis digunakan untuk biaya operasional lain seperti gaji para guru honorer.
  • Dia mengaku sempat ada kejanggalan. Karena saat dirinya akan membeli buku paket untuk anaknya, pihak sekolah sempat memberikan kebijakan untuk menggratiskan. Namun kala itu ia menolaknya dan meminta jika anaknya bisa mendapatkan buku gratis, kenapa siswa yang lain tidak bisa mendapatkan fasilitas yang sama.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…