Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Cianjur Dikepung Gepeng

Bisri Mustofa

Kamis, 21 Desember 2017 - 23:34 WIB

Foto: Mustofa/BC
Foto: Mustofa/BC
A A A

Beritacianjur.com - JL. Dr Muwardi-Menjelang libur natal dan tahun baru 2018, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kabupaten Cianjur yang beroperasi diseputaran kota Cianjur semakin meningkat. Mereka nampak bebas dalam menjalankan aksinya, seperti tidak kawatir akan ditertibkan oleh aparat.

Pantauan Harian Berita Cianjur, para gepeng itu setiap hari mengais rejeki dengan cara meminta-minta di beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian. Bahkan dilingkungan masjid agung Cianjur pun tak luput jadi arena mangkal para gepeng tersebut.

Para gepeng itu juga nekat meminta-minta dipinggir jalan raya saat arus kendaraan tengah padat. Mereka seakan tidak mempedulikan keselamatan jiwanya. Kondisi tersebut terpantau seperti di jalan Dr. Muwardi (by Pass).

Seorang warga Dani Martinus (30) mengaku sangat miris melihat pemandangan gepeng yang meminta-minta dipinggir jalan. Keberadaannya sudah mengarah pada mengganggu ketertiban umum.

"Memang kalau memberi sedekah itu tidak ada larangan, tapi kalau memberi sedekah itu bisa membahayakan keselamatan orang lain apakah itu dibenarkan. Para gepeng ini memburu pengendara berharap mendapatkan sejumlah uang tanpa memperhatikan keselamatannya, apakah ini terus didiamkan," kata Dani, Kamis (21/12/2017).

Pihaknya mengharapkan pemerintah bisa bertindak tegas terhadap keberadaan gepeng. Jangan sampai dibiarkan begitu saja. "Itu harus ditertibkan jangan dibiarkan, mereka perlu dibina. Karena banyak diantaranya masih muda-muda, jangan sampai profesi gepeng ini menjadi mata pencaharian," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Sumitra akan berkoordinasi dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur untuk merumuskan formulasi dalam penanganan gelandangan atau pengemis. Hal itu perlu dilakukan agar dalam membuat aturan pelarangan pemberian uang atau barang kepada gelandangan tidak menuai polemik.

"Kita akan koordinasi dengan MUI Cianjur. Karena kita juga harus melihat dari sisi hukum agamanya baik dan buruknya jika kita ingin membuat usulan pelarangan pemberian uang kepada gelandangan atau pengemis. Kita ingin cari formulasi baru yang membuat para gelandangan atau pengemis ini tidak lagi turun ke jalan," kata Sumitra.

Dikatakan Sumitra, dengan adanya larangan pemberian uang kepada gelandangan atau pengemis di harapkan bisa menekan mereka untuk turun kejalan. Keberadaanya yang terus menjamur sudah mengarah kepada mengganggu ketertiban umum.

"Yang terjadi gelandangan atau pengemis ini sudah menjadi profesi, ini yang tidak tepat. Jangan salah, mereka memiliki penghasilan yang melebihi buruh pabrik, makanya setiap kali kita tertibkan, tetap saja kembali lagi ke jalan," katanya.

Dengan adanya aturan larangan pemberian kepada pengemis atau gelandangan, diharapkan para darmawan bisa memberikan ke panti-panti yang ada saat ini. Dengan demikian para pengemis atau gelandangan itu bisa dilakukan pembinaan di panti. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 16 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.