Senin, 25 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Cianjur Dikepung Gepeng

Bisri Mustofa

Kamis, 21 Desember 2017 - 23:34 WIB

Foto: Mustofa/BC
Foto: Mustofa/BC
A A A

Beritacianjur.com - JL. Dr Muwardi-Menjelang libur natal dan tahun baru 2018, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kabupaten Cianjur yang beroperasi diseputaran kota Cianjur semakin meningkat. Mereka nampak bebas dalam menjalankan aksinya, seperti tidak kawatir akan ditertibkan oleh aparat.

Pantauan Harian Berita Cianjur, para gepeng itu setiap hari mengais rejeki dengan cara meminta-minta di beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian. Bahkan dilingkungan masjid agung Cianjur pun tak luput jadi arena mangkal para gepeng tersebut.

Para gepeng itu juga nekat meminta-minta dipinggir jalan raya saat arus kendaraan tengah padat. Mereka seakan tidak mempedulikan keselamatan jiwanya. Kondisi tersebut terpantau seperti di jalan Dr. Muwardi (by Pass).

Seorang warga Dani Martinus (30) mengaku sangat miris melihat pemandangan gepeng yang meminta-minta dipinggir jalan. Keberadaannya sudah mengarah pada mengganggu ketertiban umum.

"Memang kalau memberi sedekah itu tidak ada larangan, tapi kalau memberi sedekah itu bisa membahayakan keselamatan orang lain apakah itu dibenarkan. Para gepeng ini memburu pengendara berharap mendapatkan sejumlah uang tanpa memperhatikan keselamatannya, apakah ini terus didiamkan," kata Dani, Kamis (21/12/2017).

Pihaknya mengharapkan pemerintah bisa bertindak tegas terhadap keberadaan gepeng. Jangan sampai dibiarkan begitu saja. "Itu harus ditertibkan jangan dibiarkan, mereka perlu dibina. Karena banyak diantaranya masih muda-muda, jangan sampai profesi gepeng ini menjadi mata pencaharian," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Sumitra akan berkoordinasi dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur untuk merumuskan formulasi dalam penanganan gelandangan atau pengemis. Hal itu perlu dilakukan agar dalam membuat aturan pelarangan pemberian uang atau barang kepada gelandangan tidak menuai polemik.

"Kita akan koordinasi dengan MUI Cianjur. Karena kita juga harus melihat dari sisi hukum agamanya baik dan buruknya jika kita ingin membuat usulan pelarangan pemberian uang kepada gelandangan atau pengemis. Kita ingin cari formulasi baru yang membuat para gelandangan atau pengemis ini tidak lagi turun ke jalan," kata Sumitra.

Dikatakan Sumitra, dengan adanya larangan pemberian uang kepada gelandangan atau pengemis di harapkan bisa menekan mereka untuk turun kejalan. Keberadaanya yang terus menjamur sudah mengarah kepada mengganggu ketertiban umum.

"Yang terjadi gelandangan atau pengemis ini sudah menjadi profesi, ini yang tidak tepat. Jangan salah, mereka memiliki penghasilan yang melebihi buruh pabrik, makanya setiap kali kita tertibkan, tetap saja kembali lagi ke jalan," katanya.

Dengan adanya aturan larangan pemberian kepada pengemis atau gelandangan, diharapkan para darmawan bisa memberikan ke panti-panti yang ada saat ini. Dengan demikian para pengemis atau gelandangan itu bisa dilakukan pembinaan di panti. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…