Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Asalkan Wakilnya Dedi Mulyadi, Golkar Akan Kembali Usung Ridwan Kamil

Gie/BBS

Jumat, 22 Desember 2017 - 06:35 WIB

Foto: net
Foto: net
A A A

Beritacianjur.com - PARTAI Golkar akhirnya memutuskan untuk mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, sebagai calon gubernur atau wakil gubernur pada pemilihan gubernur 2018. Keputusan tersebut hasil dari rapat para pengurus pusat Golkar, terkait evaluasi terakhir soal pemilihan kepala daerah, Kamis (21/12/2017) sore.

“Hasilnya mendukung Dedi Mulyadi untuk jadi bakal calon gubernur maupun wakil gubernur. Fix itu,“ ujar Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Golkar Nusron Wahid di Kantor DPP Golkar, Jakarta.

Nusron mengaku saat ini pihaknya tengah menjalani komunikasi dengan PDIP, Demokrat dan Hanura. Alhasil, Golkar pun memberikan kesempatan kepada Dedi untuk menjalin komunikasi dengan partai lain untuk mendapatkan pasangan.

Soal persetujuan Dedi ketika akhirnya harus menjadi calon wakil gubernur, Nusron menegaskan saat ini bukan waktu yang tepat untuk mempertimbangkan hal itu. Menurut dia, keputusan yang saat ini diambil sesuai dengan kebutuhan partai. "Kalau partai merasa harus begitu (Dedi jadi wakil), ya apa boleh buat," tutur dia.

Berkaitan dengan keputusan tersebut, Nusron menegaskan bisa saja Golkar kembali mengusung Ridwan Kamil, asalkan wakilnya adalah Dedi Mulyadi.

"Kalau Ridwan Kamil masih mau dengan Golkar catatannya Dedi yang menjadi wakilnya. Tapi kalau Ridwan Kamil tidak mau, maka Dedi Mulyadi dalam waktu sisa-sisa ini sampai awal Januari menjajaki (komunikasi) dengan yang lain," tegasnya.

Pencabutan dukungan terhadap Ridwan Kamil, sambung Nusron, bukan karena masalah ketidakcocokan. Melainkan, Ridwan Kamil tidak memenuhi komitmennya untuk segera menunjuk calon wakilnya.

Seharusnya, sambung Nusron, Ridwan Kamil segera menunjuk wakilnya yakni daniel Mutaqien dalam rentang waktu yang telah disepakati. "Golkar ini kan partai terbesar, nomor 2 setelah PDIP di Jabar, kalau mengusung Ridwan Kamil kita adalah koalisi terbesar, harusnya memimpin koalisi," katanya.

"Dalam memimpin koalisi, maka wakilnya harus dari Golkar, masa partai besar dengan17 kursi hanya menjadi penonton, karena itu harus ada keterlibatan aktif mesin-mesin yang ada di bawah," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid mengatakan, selama ini partai Golkar telah memenuhi keinginan Ridwan Kamil termasuk meminta memasangkannya dengan Daniel Mutaqien.

Padahal menurut Nurdin, DPP Golkar telah mengajukan nama Dedi Mulyadi kepada Ridwan Kamil sebanyak tiga kali, dan kesemuanya ditolak.

‎"Jadi dia yang minta dan itu sampai 3 kali tetap dia minta Daniel. Dan tetap menolak Dedi Mulyadi, sementara DPP menghendaki Dedi Mulyadi," kata Nurdin di DPP Golkar.

Mendengar kabar hal tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil langsung membantahnya. Ia mengaku tak pernah menolak untuk dipasangkan dengan Dedi Mulyadi.

Menurutnyam dalam menentukan pasangan calon ‎untuk bertarung dalam Pilkada perlu melalui beberapa proses.Dan proses untuk mendapatkan sebuah pasangan calon tidak dipungkirinya harus mengalami beberapa hambatan yang sebelumnya tidak ‎dipikirkan.

"Jadi saya sampaikan, setiap partai punya syarat, punya ekspektasi. Kadang-kadang komunikassinyaa langsung, kadang-kadang (komunikasinya) butuh proses," kata Ridwan, Kamis (21/12/2017).

Dalam mendapatkan pasangan calon untuk bertarung dalam Pilkada, sambung pria yang karib disapa Emil, hendaknya harus pula memerhatikan hasil survei. Menurutnya, harus ada kecocokan antar sosok‎ dengan survei yang ada. "Jadi perlu ada komunikasi lebih lanjut, jadi tidak ada tolak menolak," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 12 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…