Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Dana BOS Bukan untuk “Si Bos”

Ini Modus Penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah di Cianjur

Gie/Nuki

Jumat, 22 Desember 2017 - 06:40 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - DUGAAN penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Cianjur makin menguat, menyusul banyaknya pengakuan sejumlah orangtua murid yang masih dibebankan membeli buku paket, serta berbagai pungutan lainnya berkedok kebutuhan siswa dan operasional sekolah.

Padahal sudah jelas, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2017, tentang perubahan atas Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah disebutkan, semua komponen kebutuhan operasional sudah ditanggung dalam Dana BOS.

Menanggapi kondisi tersebut, kemarin (21/12/2017), Berita Cianjur berhasil menemui mantan seorang kepala sekolah SMP. Pria yang enggan disebutkan namanya tersebut berkenan mengungkap modus penyimpangan dana BOS.

Menurutnya, tujuan pemerintah menggulirkan dana BOS sebenarnya sangat bagus, yakni untuk membantu biaya operasioanal sekolah dan meringankan beban ekonomi bagi siswa yang kurang mampu.

“Namun kenyataan di lapangan, terutama di sekloah-sekolah negeri, peruntukkan dana BOS terkadang menjadi tidak jelas dan sering disalahgunakan oleh oknum pimpinan sekolah yang bersangkutan,“ katanya.

Ia mencatat ada beberapa penyimpangan atau pelanggaran yang kerap dilakukan kepala sekolah, dalam mengelola dana BOS di sekolahnya masing-masing. Pertama, sambung dia, kepala sekolah yang mengendalikan semuanya.

“Rata-rata di sekolah negeri, rekening dan uang sekolah masih dipegang oleh kepala sekolah dan bendahara hanya sekadar tanda tangan,“ ungkapnya.

Ia mengatakan, hal tersebut terbukti saat pembinaan yang dilakukan instansi berwenang seperti inspektorat atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hampir semua sekolah negeri diwakili oleh kepala sekolah dan bukan bendahara. “Hal seperti ini banyak terjadi di daerah yang pengawasannya rendah,“ ungkapnya.

Ia menambahkan, di sekolah swasta yang menerima dana BOS pun melakukan hal yang sama. Namun hanya sekolah swasta yang sifatnya yayasan milik pribadi. “Untuk sekolah swasta yang dikelola oleh organisasi atau lembaga seperti Muhammadiyah dan NU, akan sangat sulit melakukan itu karena adanya pengawasan berjenjang dari organisasi mereka,“ paparnya.

Modus kedua, sambung dia, yakni menaikkan iuran bulanan atau sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP). Menurutnya, trik ini banyak dilakukan oleh sekolah swasta dan eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Misalnya, sebelum dana BOS digulirkan, iuran siswa hanya berkisar Rp10.000 per bulan, namun setelah menerima dana BOS yang besarannya Rp48.000 ribu per bulan untuk SD, kepala sekolah dan komite sekolah umumnya mengadakan rapat rekayasa dengan wali murid, dengan menaikkan iuran bulanan siswa di atas Rp70 ribu per bulan.

“Sehingga dari sini tercipta peluang untuk melakukan pungutan legal tetapi ilegal. Trik ini dilakukan juga pada sekolah jenjang SMP terutama sekolah yang menyandang predikat eks RSBI dengan kisaran angka yang berbeda,“ ucapnya.

Modus ketiga, ia menyebutkan adanya manipulatif data. Pada beberapa kasus, banyak sekolah baik negeri/swasta yang menggunakan kwitansi atau nota yang bersumber dari anggaran lain, misalnya dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK), block grant atau dana hibah.

“Bukti pengeluaran ini dimasukkan ke dalam laporan penggunaan dana BOS, sehingga mengesankan dana BOS di sekolah memang sudah dihabiskan sesuai peruntukkannya. Umumnya dilakukan oleh sekolah negeri yang kecipratan bantuan oleh dinas pendidikan setempat, dan sebagian sekolah swasta yang memang harus diakui kesejahteraan mereka belum begitu dijamin oleh negara,“ ungkapnya.

Modus keempat, ia menyebutkan adanya pemanfaatan guru honor. Menurutnya, modus ini dilakukan oleh sekolah negeri dan swasta. Teknisnya sederhaha, guru honor ‘dipaksa’ atau terpaksa menandatangani nota atau kwitansi kosong yang disiapkan sekolah.

“Mau tidak mau guru honor menandatangani apalagi dapat jatah, katakanlah Rp100 ribu rupiah untuk sebuah tanda tangan bernominal Rp2 juta. Bayangkan saja, sudah berapa uang negara yang dimakan kepala sekolah yang bersangkutan?“ ungkapnya.

Menanggapi modus tersebut, ia menilai, meski sekolah sekarang sudah banyak yang minus jam akibat banyaknya guru yang mengikuti sertifikasi, namun sekolah juga tak surut menerima pegawai honor wajah baru tiap tahun ajaran. “Tujuannya tentu untuk menghilangkan jejak dan melestarikan modus korupsi yang keempat ini,“ jelasnya.

Dia menegaskan, sebenarnya masih banyak sekali modus operandi yang dilakukan pihak sekolah untuk menggerogoti dana BOS, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Cukuplah empat modus ini mengingatkan kita semua untuk turut mengawasi penyalahgunaan dana BOS di daerah masing-masing, sehingga ke depannya dana BOS ini benar-benar menjadi hak sekolah dan siswa, bukan menjadi hak “si bos” alias kepala sekolah,“ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur, Rosidin mengatakan, terkait pengawasan pengelolaan dana BOS SMP, selama ini pihak dinas kerap melakukan monitoring, sekaligus juga pembinaan terhadap kepala sekolah, yang mewanti-wanti mereka agar melaksanakan penggunan dana BOS sesuai dengan aturan dan ketentuan berlaku.

"Sejauh ini upaya itu terus kita lakukan. Kalaupun masih ada kekurangan dan temuan pengelolaan yang kurang tepat, tentunya ini menjadi bahan buat perbaikan ke depannya," ujar Rosidin saat ditemui usai mengikuti kegiatan Ashar berjamaah di Masjid Agung. (*)

Tag

  1. Dana Bos

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.