Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Saatnya Desa Mengelola Elpiji Bersubsidi

Nuki Nugraha

Selasa, 02 Januari 2018 - 22:20 WIB

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
A A A

Beritacianjur.com - KEBERADAAN Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini gencar di bentuk di setiap desa, bisa turut mendorong lancarnya upaya pemerintah dalam menyalurkan barang elpiji bersubsidi kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Nugrah pengamat ekonomi asal Cianjur.

Akademisi asal universitas Negeri ternama di Bandung itu menuturkan, sebenaranya hadirnya BUMDes merupakan sebuah titik terang bagi masyarakat pengguna elpiji ukuran 3 Kg, pasalnya  selama ini masyarakat seringkali mengalami kesulitan untuk sekadar bisa mendapatkan barang yang katanya mendapat suntikan dana subsidi dari pemerintah pusat itu.

Selain terbebani dengan tingginya harga elpiji yang dijual eceran di pasaran, beber Nugrah dari segi pasokan barang , kerap elpiji ukuran 3 Kg ini mengalami kelangkaan, khususnya disaat menjelang hari besar keagamaan seperti jelang Idul Fitri.

“Katanyakan ini barang subsidi, tapi harganya ko bisa “selangit”. Sudah mahal, kadang barangnya sulit dicari,”ujar Nugrah kepada Berita Cianjur, Selasa (2/1).

Disingung soal korelasi BUMDes sebagai penyalur elpiji 3 Kg, Nugrah menjelaskan, kalau itu sangat memungkinkan, sebab sejatinya program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg yang digulirkan pemerintah pusat itu diperuntukan bagi kalangan warga miskin.

“Yang punya data valid warga miskin itu kan Pemerintah Desa (Pemdes). Tentunya berdasarkan data itu penyaluran elpiji 3 Kg bisa lebih tepat sasaran. Nah dengan adanya BUMDes yang nota bene lembaga ekonomi yang dimiliki desa, penyalurannya bisa diatur dengan baik,”terangnya.

Menurut Nugrah, keuntungan yang bisa didapat desa dengan mengelola elpiji 3 Kg sangat besar, selain bisa menghidupkan roda perekonomian BUMDes, pelayanan kepada masyarakat bisa sangat dirasakan, mengingat barang elpiji memang sangat dibutuhkan dan sudah menjadi kebutuhan vital.

“Berbekal data masyarakat miskin itu, saya kira desa dengan BUMDesnya bisa mengajukan langsung ke Pertamina untuk soal pengelolaan elpiji 3 Kg. Toh desa juga merupakan kepanjangan langsung pemerintah pusat, jadi apa salahnya? Malah sudah kewajiban desa ikut mensukseskan program pemerintah,”kata Nugrah.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris saat dimintai tanggapannya mengaku setuju dengan wacana pengelolaan gas elpiji 3 kg oleh BUMDes. Hanya saja, orang nomor satu di lingkungan dinas yang mengatur perniagaan di Cianjur itu memberikan syarat, BUMDes yang bisa mengelola itu harus didukung dengan managemen yang baik.   

“Saya kira bisa saja, cuma perlu diperhatikan juga managemen BUMDesnya. Artinya jangan sampai setelah diberikan pengelolaan justru malah tambah kacau balau penyalurannya,”ujar Himam Haris. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…