Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Akan Hapuskan Peran Broker Daging dan Telur Ayam

Angga Purwanda

Selasa, 02 Januari 2018 - 23:14 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - WAKIL Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan pemotongan rantai distribusi daging dan telur ayam dengan menghilangkan broker  dapat dilakukan sejak tingkat peternak. Hal itu, untuk menekan tingginya harga daging dan telur ayam di pasaran.

“Selama ini broker disebut-sebut berperan dalam kenaikan harga tinggi dari tingkat peternak ke pedagang. Ke depannya tidak perlu ada tingkatan broker. Apalagi, 2018 ini akan ada Badan Usaha Milik Desa (BUMD). Jadi biarkan mereka yang bermain, datang langsung ke peternak tanpa perlu membeli lewat broker,” kata Herman, belum lama ini.

Herman mengatakan, dengan demikian biaya distribusi maupun kenaikan harga barang tidak akan terlalu tinggi akibat permainan di satu tingkatan tertentu. Termasuk, jika tiba hari-hari besar yang seringkali menjadi alasan kenaikan harga dan baru bisa kembali norma 1-3 pekan kemudian.

Selain itu, Herman juga menjelaskan, jika nantinya pemerintah akan fokus pada kajian kebutuhan produksi untuk menimbang-nimbang harga kebutuhan di pasaran.
Bekerjasama dengan Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan Cianjur, ia melihat ekstrak harga produksi per ekor ayam. Menurut dia, kajian tersebut memuat seberapa banyak biaya kebutuhan beternak ayam selama satu bulan.

”Diawali dengan satu ekor ayam yang diternakkan selama sebulan. Nanti dilihat, selama sebulan biaya pakannya, berapa persen yang mati, lalu biaya operasional lainnya juga. Ditotalkan, jadi terlihat semua kebutuhan yang seharusnya saat dijual,” ujar dia.

Proses tersebut, membuat proses penjualan dapat berdasarkan keuntungan yang akan diperoleh sesuai dengan biaya produksi dan tidak dinaikkan sembarangan seperti yang biasa dilakukan distributor. Pasalnya, keuntungan yang wajar berada pada kisaran 10-15 persen dan pihak manapun tidak boleh sembarangan menaikkan harga.

Herman menjelaskan jika sejauh ini harga daging dan telur ayam memang sudah tinggi di tingkat peternak. Ayam PL dijual sekitar Rp 23.000 per kilogram dan teluar senilai Rp 23.000-24.000 per kilogram. Jika rantai distribusi dilanjutkan, maka nilai jualnya bisa lebih tinggi lagi.

”Bandar menjual daging dan telur ayam seharga Rp 25.000-26.000, biasanya selisihnya hanya Rp 1.000. Nah, kalau agen rata-rata mengambil keuntungan sebesar Rp 500-700 per kilogramnya,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, SIK MH mengatakan, pihak kepolisian akan terus memonitor stabilitas harga di Cianjur dengan mendatangkan distributor dan peternak ayam. Upaya itu dilakukan, agar mereka tidak memberikan kenaikan harga lagi.

”Karena setiap datang hari-hari besar, memang dari tingkat distributor sudah menaikkan harga. Makanya, itu yang perlu ditekan lagi berkaca dari pengalaman yang sudah ada,” kata Soliyah.

Menurut Soliyah, pengalaman-pengalaman terdahulu terkait kenaikan harga akan menjadi pelajaran agar tidak ada distributor yang sembarangan menaikkan harga. Terlebih, masyarakat pada hari-hari besar seringkali membutuhkan pasokan bahan makanan yang lebih banyak dari biasanya. ”Tapi, kalau mereka kekeuh kami akan melakukan tindakan yang lebih keras lagi,” ucapnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…