Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Akan Hapuskan Peran Broker Daging dan Telur Ayam

Angga Purwanda

Selasa, 02 Januari 2018 - 23:14 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - WAKIL Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan pemotongan rantai distribusi daging dan telur ayam dengan menghilangkan broker  dapat dilakukan sejak tingkat peternak. Hal itu, untuk menekan tingginya harga daging dan telur ayam di pasaran.

“Selama ini broker disebut-sebut berperan dalam kenaikan harga tinggi dari tingkat peternak ke pedagang. Ke depannya tidak perlu ada tingkatan broker. Apalagi, 2018 ini akan ada Badan Usaha Milik Desa (BUMD). Jadi biarkan mereka yang bermain, datang langsung ke peternak tanpa perlu membeli lewat broker,” kata Herman, belum lama ini.

Herman mengatakan, dengan demikian biaya distribusi maupun kenaikan harga barang tidak akan terlalu tinggi akibat permainan di satu tingkatan tertentu. Termasuk, jika tiba hari-hari besar yang seringkali menjadi alasan kenaikan harga dan baru bisa kembali norma 1-3 pekan kemudian.

Selain itu, Herman juga menjelaskan, jika nantinya pemerintah akan fokus pada kajian kebutuhan produksi untuk menimbang-nimbang harga kebutuhan di pasaran.
Bekerjasama dengan Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan Cianjur, ia melihat ekstrak harga produksi per ekor ayam. Menurut dia, kajian tersebut memuat seberapa banyak biaya kebutuhan beternak ayam selama satu bulan.

”Diawali dengan satu ekor ayam yang diternakkan selama sebulan. Nanti dilihat, selama sebulan biaya pakannya, berapa persen yang mati, lalu biaya operasional lainnya juga. Ditotalkan, jadi terlihat semua kebutuhan yang seharusnya saat dijual,” ujar dia.

Proses tersebut, membuat proses penjualan dapat berdasarkan keuntungan yang akan diperoleh sesuai dengan biaya produksi dan tidak dinaikkan sembarangan seperti yang biasa dilakukan distributor. Pasalnya, keuntungan yang wajar berada pada kisaran 10-15 persen dan pihak manapun tidak boleh sembarangan menaikkan harga.

Herman menjelaskan jika sejauh ini harga daging dan telur ayam memang sudah tinggi di tingkat peternak. Ayam PL dijual sekitar Rp 23.000 per kilogram dan teluar senilai Rp 23.000-24.000 per kilogram. Jika rantai distribusi dilanjutkan, maka nilai jualnya bisa lebih tinggi lagi.

”Bandar menjual daging dan telur ayam seharga Rp 25.000-26.000, biasanya selisihnya hanya Rp 1.000. Nah, kalau agen rata-rata mengambil keuntungan sebesar Rp 500-700 per kilogramnya,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, SIK MH mengatakan, pihak kepolisian akan terus memonitor stabilitas harga di Cianjur dengan mendatangkan distributor dan peternak ayam. Upaya itu dilakukan, agar mereka tidak memberikan kenaikan harga lagi.

”Karena setiap datang hari-hari besar, memang dari tingkat distributor sudah menaikkan harga. Makanya, itu yang perlu ditekan lagi berkaca dari pengalaman yang sudah ada,” kata Soliyah.

Menurut Soliyah, pengalaman-pengalaman terdahulu terkait kenaikan harga akan menjadi pelajaran agar tidak ada distributor yang sembarangan menaikkan harga. Terlebih, masyarakat pada hari-hari besar seringkali membutuhkan pasokan bahan makanan yang lebih banyak dari biasanya. ”Tapi, kalau mereka kekeuh kami akan melakukan tindakan yang lebih keras lagi,” ucapnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.