Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Calon Pegawai Dimintai Puluhan Juta Rupiah

Dugaan Pungli Warnai Rekrutmen Pegawai di RSUD Sayang Cianjur

Angga Purwanda

Rabu, 03 Januari 2018 - 06:30 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - Waduh, dugaan adanya pungutan liar (pungli) pada rekrutmen calon pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur mencuat. Oknum meminta bayaran puluhan juta rupiah dengan iming-iming diterima bekerja.

Tersiarnya kabar tersebut setelah adanya keluhan dari sejumlah calon dan pegawai RSUD Cianjur. Tak hanya pengakuan dari mereka yang ditepati janjinya, namun ada pula yang mengeluh karena iming-iming bisa bekerja di RSUD tak kunjung terwujud.

Seperti yang diungkapkan salah seorang calon pegawai berinisial S (24). Ia mengaku diminta Rp20 juta oleh salah seorang pegawai RSUD berinisial H, dengan iming-iming bisa bekerja di rumah sakit plat merah tersebut.

“Awalnya dari kenalan orangtua saya yang menyebutkan ada rekrutmen pegawai di RSUD Cianjur,tapi harus siap menyediakan uang sebesar Rp 20 juta untuk pelicin agar bisa diterima,” ungkap S kepada wartawan, Selasa (2/1/2018).

Ia menuturkan, dirinya dijanjikan dapat masuk bekerja di bagian administrasi RSUD Cianjur pada Desember lalu. Namun hingga saat ini, janji tersebut tak kunjung dipenuhi. Malah, sambung dia, si oknum berniat akan mengembalikan uang yang telah diterimanya sebagai pelicin. “Saya tidak mau uang saya kembali, tapi janjinya harus dipenuhi,” tuturnya.

Tak hanya S, salah seorang pegawai RSUD Sayang yang enggan disebutkan namanya juga menyebutkan, untuk bisa bekerja di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, ia harus merogoh kocek Rp15 juta. 

“Uangnya Rp 15 juta, tapi Alhamdulilah saya bisa diterima. Tapi tetap saja, dalam tiga bulan pertama masuk saya tidak menerima gaji penuh, hanya menerima Rp500 ribu setiap bulannya,” jelasnya.

Informasi lainnya yang cukup mengejutkan datang dari salah seorang perawat RSUD yang juga enggan disebutkan namanya. Menurutnya, uang yang diminta si oknum berinisial H dan C bisa mencapai Rp60 juta.

Ia menjelaskan, perekrutan calon pegawai RSUD tersebut dilakukan pada November dan Desember lalu. Jumlah rekrutmen sebanyak 32 pegawai, 20 untuk bagian perawat dan sisanya bagian administrasi.

Saat ditanya mekanisme perekrutan pada akhir tahun lalu, ia mengatakan, perekrutan tersebut bukan perekrutan besar-besaran yang biasanya disosialisasikan terlebih dahulu. Namun menurutnya, perekrutan tersebut merupakan perekrutan ‘siluman’ atau tertutup.

“Kalau tiba-tiba ada pegawai masuk atau suka disebut pegawai ‘siluman’, yang kayak gitu mah gak mungkin polos, pasti diminta bayaran. Bayarannya berbeda-beda, bahkan ada yang bisa mencapai Rp60 juta. Sebenarnya bagi pegawai di sini (RSUD) mah sudah lumrah,“ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Cianjur dr Ratu Tri Yulia Herawati, melalui Kasubag Tata Usaha, Hukum, dan Humas Aang Anwar Amin, membantah adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai dilingkungan RSUD Cianjur.

Aang mengakui, hingga kini RSUD Cianjur belum memiliki regulasi atau aturan terkait penerimaan pegawai dilingkungan rumah sakit. “Tidak benar jika terjadi pungli dalam proses rekrutmen pegawai di RSUD ini. Sebab, untuk rekrutmen merupakan hak preogatif dari Dirut RSUD Cianjur. Jika memang terbukti, itu mungkin bagian dari oknum,” jelas Aang.

Terkait keterlambatan pembayaran uang insentif bagi karyawan, sambung Aang, disebabkan belum dibayarnya klaim dari pihak BPJS. “Nilainya memang mencapaian miliaran rupiah, dan itu masih belum dibayarkan kepada kami oleh BPJS sehingga terjadi keterlambatan dalam pembayaran insentif bagi karyawan. Tapi kami tengah megusahakan agar segera dipenuhi hak karyawan tersebut,” ucapnya.

Aang memaparkan, saat ini jumlah pegawai RSUD mencapai 1.389 orang, terdiri dari 336 pegawai berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dan 1.053 pegawai non PNS.

Terpisah, mendengar adanya kabar dugaan pungli pada proses rekrutmen di RSUD, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku kaget.Ia menegaskan, jika memang terbukti ada pelanggaran, pihaknya akan segera menindak setiap oknum yang terlibat.

“Mereka kan (RSUD, red) sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga segala sesuatunya menjadi kebijakan RSUD termasuk rekrutmen. Tapi jika memang hal tersebut terjadi, ini jelas pelanggaran dan akan kami tindak,” tutupnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…