Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kejari Telaah Dugaan Penyimpangan Dana BOS

LBH Cianjur: Dunia Pendidikan Cianjur Terpuruk

Nuki

Kamis, 04 Januari 2018 - 06:30 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - MENCUATNYA pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Cianjur, membuat aparat penegak hukum bereaksi.

Banyaknya keluhan dari guru honor dan pengakuan sejumlah wali murid yang merasa dirugikan akibat adanya kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS, membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur langsung menelaah dugaan skandal dana BOS tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Inteljen (Kasiintel) Kejari Cianjur, Agus Haryono saat menanggapi konfirmasi wartawan, terkait sikap aparat penegak hukum mengenai adanya dugaan penyimpangan pada pengelolaan dana BOS di Kabupaten Cianjur.

Agus menginformasikan, dugaan tersebut saat ini tengah dalam penelaahan pihak Kejari Cianjur dan hanya tinggal mengajukan kepada pimpinan (Kepala Kejari Cianjur, red).

"Jadi soal dana BOS ini sudah masuk telaahan kita. Tinggal ajukan ke pimpinan, nanti bentuknya seperti apa, akan full data full baket atau offscrit, itu tergantung kebijakan pimpinan," ujar Agus saat dihubungi wartawan, Selasa (2/1/2018).

Tindak lanjut terhadap adanya dugaan penyimpangan, sambung Agus, tidak harus menunggu terlebih dahulu ada laporan resmi. Pasalnya, menurutnya pemberitaan di media masaa juga sudah merupakan salah satu bentuk laporan.

"Tidak harus menunggu, soalnya pemberitaan koran juga itu salah satu bentuk laporan," jelasnya.

Perhatian Kejari Cianjur terhadap adanya dugaan penyimpangan pengelolaan dana BOS mendapat apresiasi kalangan pemerhati dan lembaga hukum di Cianjur.  

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cianjur, Erwin Rustiwa mengatakan, adanya tindak lanjut dari aparat penegak hukum atas dugaan penyimpangan dana BOS ini memang sangat dinantikan, terlebih jika tindakan hukum itu nantinya benar-benar bisa turut mengubah sistem pengelolaan dana BOS menjadi jauh lebih baik, terarah dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan.

"Kita apresiasi sikap Kejari yang tengah menelaah dugaan ini. Harapan kita dengan adanya perhatian dari aparat penegak hukum, ke depan pengelolaan dana BOS di Cianjur bisa lebih baik lagi," kata Erwin

Menurut Erwin, perhatian dari aparat penegak hukum ini, bisa menjadi sebuah bentuk pengawalan terhadap berjalannya program pemerintah pusat di daerah, agar bisa sesuai sebagaimana dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Tatkala perhatian dari masyarakat tidak begitu didengar, maka jalan terakhir yang menjadi tumpuan masyarakaat adalah tindakan tegas dari aparat penegak hukum," ucapnya.

Erwin mengungkapkan, dunia pendidikan Cianjur saat ini bisa dikatakan tengah terpuruk, buktinya penilaian untuk bidang pendidikan, Cianjur menduduki peringkat ke 26.

"Bukan tidak mungkin, dengan adanya dorongan dari aparat Kejari ini bisa membawa dampak positif terhadap dunia pendidikan Cianjur," terangnya.

Sebelumnya, LBH Cianjur siap mengadvokasi para orangtua siswa yang merasa dirugikan dengan buruknya pengelolaan dana BOS termasuk jika mereka (orangtua siswa, red) siap melaporkan hingga ke aparat penegak hukum.

“Pokoknya kita siap mendampingi orangtua siswa yang memang merasa dirugikan atau terkena dampak adanya penyimpangan dana BOS. Advokasi ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap dunia pendidikan Cianjur,” kata Erwin saat ditemui di kantor LBH Cianjur, belum lama ini.

Diberitakan sebelumnya, tahun 2017 memang sudah berakhir dan kini memasuki 2018. Namun, dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Cianjur masih belum terungkap alias belum juga berakhir.

Ya, di sepanjang 2017, muncul banyak temuan dan pengakuan dari sejumlah orangtua murid terkait kejanggalan dana BOS. Meski berbagai kebutuhan operasional sekolah sudah ditanggung pemerintah, namun masih saja banyak sekolah yang membebankan berbagai iuran yang memberatkan wali murid.

Tak hanya dibebankan pembelian buku paket, namun baik wali murid di tingkat SD maupun SMP, banyak yang mengaku harus memberikan iuran kepada sekolah untuk membeli papan tulis, perlengkapan alat tulis di kelas, pembangunan WC, kantin sehat dan gazebo.

Selain orangtua murid, sejumlah guru honor pun menjerit dan mempertanyakan penyaluran dana BOS. Betapa tidak, meski tanggung jawabnya besar, namun gaji mereka berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per bulan.

Kondisi tersebut dinilai aneh oleh sejumlah kalangan. Pasalnya, dalam Peraturan Mendikbud RI Nomor 26 Tahun 2017, tentang perubahan atas Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah disebutkan, semua komponen kebutuhan operasional sudah ditanggung dalam Dana BOS, termasuk kebutuhan siswa di sekolah, pembayaran honor yang melingkupi guru honor, tenaga administrasi, pegawai perpustakaan, penjaga sekolah, petugas satpam, petugas kebersihan, dan berbagai kebutuhan operasional sekolah lainnya

Menanggapi kondisi tersebut, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad mendesak agar sekolah-sekolah transparansi dalam pengelolan dana BOS. Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar wali murid berperan aktif dalam mengawasi karena hal tersebut berkaitan dengan hak siswa.

“Ingat, pemerintah pusat menerapkan program wajib belajar 9 tahun. Anggaran untuk pendidikan pun sangat besar, sekitar 20% dari APBN. Nah, dana BOS ini hak siswa, jadi sekolah harus transparan dan wali murid juga harus aktif mengawasinya. Jika ada kejanggalan, wali murid jangan takut melaporkannya,“ ujar Ari kepada Berita Cianjur, Senin (1/1/2018).

Tak hanya soal temuan atau pengakuan dari orangtua murid, indikasi carut marutnya pengelolaan dana BOS di Cianjur pun terlihat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2016.

Dalam laporan tersebut, diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur belum menetapkan sistem dan prosedur pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2016.

Pada Tahun Anggaran 2016, Pemkab Cianjur menyajikan Pendapatan BOS dan Beban BOS dalam Laporan Operasional masing-masing sebesar Rp321.243.229.758 dan Rp166.357.015.046. Beban BOS tersebut terdiri dari atas Beban Pegawai sebesar Rp47.672.848.545, Beban Persediaan sebesar Rp37.927.000, Beban Barang Jasa sebesar Rp69.941.367.142, Beban Perjalanan Dinas sebesar Rp19.109.374.114, serta Beban Pemeliharaan sebesar Rp29.595.498.245.

Diungkapkan juga dalam Laporan Hasil BPK atas Sistem Pengendalian Intern Laporan Keuangan Pemkab Cianjur Tahun Anggaran 2015 Nomor 35B/LHP/XVIII.BDG/05/2016 tanggal 31 Mei 2016, terdapat permasalahan Pemkab Cianjur yang belum memiliki Sistem dan Prosedur Pelaporan Dana BOS.

Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Bupati Cianjur agar memerintahkan Kepala BPKAD  berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, untuk menyusun dan menetapkan prosedur operasional standar (POS), serta Sistem Akuntansi Pelaporan Dana BOS.

Disebutkan juga oleh BPK, berbagai permasalahan di Cianjur tersebut mengakibatkan tiga masalah besar. Antara lain, Pemkab Cianjur belum dapat mencatat pendapatan dan belanja dana BOS di Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2016; Pemkab Cianjur dalam hal ini sekolah, dinas pendidikan dan BPKAD tidak memiliki panduan dalam menatausahakan pelaporan dana BOS; sekolah terlambat menyampaikan laporan pertanggungjawaban dana BOS.

BPK menyebutkan, semua hal tersebut disebabkan BPKAD dan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur belum menyusun Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Dana BOS Tahun 2016, serta kurang cermat dalam menyusun Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Dana BOS sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2017.

Alhasil, BPK merekomendasikan kepada Bupati Cianjur agar memerintahkan Kepala BPKAD berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk mengkaji ulang Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2017 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Dana BOS.

“Jika indikasinya sudah kuat, pihak kejaksaan dan kepolisian pun harus segera bertindak. Ini harus diusut agar kebiasaan buruk yang merugikan banyak pihak tak terulang. Tahun 2017 sudah berakhir, di 2018 ini kasus dugaan dana BOS harus berakhir juga,“ harapnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.