Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Sepakat, BUMDes Kelola Perniagaan Elpiji Bersubsidi

Nuki Nugraha

Rabu, 03 Januari 2018 - 22:05 WIB

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
A A A

Beritacianjur.com - SEJUMLAH kalangan menyatakan kata sepakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk menyalurkan elpiji bersubsidi.

Mengingat lembaga usaha ekonomi desa itu memiliki potensi besar untuk mensukseskan tujuan pemerintah menyalurkan barang bersubsidi itu tepat pada sasaran.

Warga Hegarmanah, Rohmat mengatakan, BUMDes bisa menjadi solusi pemerintah untuk meyalurkan gas bersubsidi kepada penerima manfaat tepat pada sasaran.

Menurutnya, didukung dengan data masarakat yang dimiliki pemerintah desa, tentunya penyaluran barang bersubsi untuk warg miskin itu bisa benar benar terdistribusikan dengan baik.

"Berbekal data masyarakat pastinya ini jadi nilai lebih bagi BUMDes untuk melaksanakan progaram gas bersubsidi bagi warga miskin,"ujar Rohmat, Rabu (3/1)

Jemmy warga asal Cibiuk, Ciranjang, mendukung wacana pengelolaan gas bersubsidi oleh BUMDes. Menurutnya, dengan dikelolanya perniagaan elpiji bersubsidi oleh lembaga ekonomi desa itu secara langsung akan turut mendorong perekonomian masyarakat sekitar.

"Kalau dikelola oleh BUMDes, uang hasil penjualan tetap akan berputar di desa. Tidak seperti sekarang hanya dinikmati kalangan tertentu,"kata Jemmy.

Sebelumnya, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini gencar di bentuk di setiap desa, bisa turut mendorong lancarnya upaya pemerintah dalam menyalurkan barang elpiji bersubsidi kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Nugrah pengamat ekonomi asal Cianjur.

Akademisi asal universitas Negeri ternama di Bandung itu menuturkan, sebenaranya hadirnya BUMDes merupakan sebuah titik terang bagi masyarakat pengguna elpiji ukuran 3 Kg, pasalnya  selama ini masyarakat seringkali mengalami kesulitan untuk sekadar bisa mendapatkan barang yang katanya mendapat suntikan dana subsidi dari pemerintah pusat itu.

Selain terbebani dengan tingginya harga elpiji yang dijual eceran di pasaran, beber Nugrah dari segi pasokan barang , kerap elpiji ukuran 3 Kg ini mengalami kelangkaan, khususnya disaat menjelang hari besar keagamaan seperti jelang Idul Fitri.

“Katanyakan ini barang subsidi, tapi harganya ko bisa “selangit”. Sudah mahal, kadang barangnya sulit dicari,”ujar Nugrah kepada Berita Cianjur, Selasa (2/1).

Disingung soal korelasi BUMDes sebagai penyalur elpiji 3 Kg, Nugrah menjelaskan, kalau itu sangat memungkinkan, sebab sejatinya program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg yang digulirkan pemerintah pusat itu diperuntukan bagi kalangan warga miskin.

“Yang punya data valid warga miskin itu kan Pemerintah Desa (Pemdes). Tentunya berdasarkan data itu penyaluran elpiji 3 Kg bisa lebih tepat sasaran. Nah dengan adanya BUMDes yang nota bene lembaga ekonomi yang dimiliki desa, penyalurannya bisa diatur dengan baik,”terangnya.

Menurut Nugrah, keuntungan yang bisa didapat desa dengan mengelola elpiji 3 Kg sangat besar, selain bisa menghidupkan roda perekonomian BUMDes, pelayanan kepada masyarakat bisa sangat dirasakan, mengingat barang elpiji memang sangat dibutuhkan dan sudah menjadi kebutuhan vital. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.