Kamis, 18 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Ribuan KPM di Cianjur Terima Bantuan PKH

Tahun 2017 Anggarannya Mencapai Rp 132 Miliar Lebih

Bis

Rabu, 03 Januari 2018 - 23:50 WIB

Foto:Mustofa/BC
Foto:Mustofa/BC
A A A

Beritacianjur.com - TAHUN 2017 Kabupaten Cianjur diguyur anggaran dari pemerintah pusat senilai Rp 132 miliar lebih untuk pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Dana sebesar itu diperuntukkan bagi sekitar 69.390 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 32 kecamatan diwilayah Cianjur.

Menurut Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Cianjur Erfin Widya Pranata, di tahun 2017 bantuan PKH sudah terserap kepada KPM. Dalam penyerapannya terbagi dalam empat tahap dengan nilai nominal dan jumlah KPM berbeda. Hal itu mengacu pada hasil validasi yang telah dilakukan.

"Kalau pencairannya terbagi dalam empat tahap. Tahap pertama dilaksanakan dengan besaran anggaran Rp 34,927 miliar dengan jumlah KPM mencapai 69.855, tahap dua dengan nominal anggaran Rp 34,761 miliar dengan jumlah KPM mencapai 69.522," kata Erfin saat dihubungi, Rabu (3/1/2018).

Adapun untuk tahap ke tiga jumlah KPM mencapai 69.390 dengan jumlah anggaran mencapai 34,695 miliar. Sedangkan untuk tahap ke empat besarannya mencapai Rp 28,081 milar dengan jumlah KPM mencapai 68.679. "Keperuntukannya ada untuk anak SD, SMP dan SMA. Ada juga buat ibu hamil, balita," tegasnya.

Adapun jumlah anak SD yang mendapatkan bantuan PKH pada tahap pertama mencapai 52.697 anak, tahap kedua menurun menjadi 1.602 anak dan tahap tiga menjadi 1.573 anak serta tahap ke empat menurun tinggal 1.341 anak. Sedangkan untuk tingkat SMP pada pencairan tahap pertama mencapai 30.558 anak, tahap kedua menjadi 28.970 anak, tahap tiga menjadi 29.038 anak dan tahap ke empat turun menjadi 28.100 anak.

Sementara untuk tingkat SMA, pada pencairan tahap pertama mencapai 11.969 anak, tahap kedua menurun menjadi 2.630, tahap ke tiga menjadi 2.573 anak dan tahak ke empat menurun menjadi 2.087 anak.

Ditegaskan Erfin, saat ini bantuan PKH tidak hanya terfokus pada masalah pendidikan dan kesehatan, tapi juga mengarah pada perubahan pola pikir peserta PKH itu sendiri. "Diharapkan dengan pendampingan para peserta bisa punya kemauan untuk maju dan lebih mandiri," tegasnya.

Selain itu kalau dulu motto PKH anak tidak boleh miskin, sekarang orang tuanya juga harus bisa berdaya. Diakuinya tidak semua penerima program PKH ini berjalan hingga satu tahun, ada juga yang putus ditengah jalan. "Putus tengah jalan bisa karena sudah tidak punya kategori PKH lagi atau mereka mengundurkan diri dari kepesertaan, karena merasa sudah mampu," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 18 jam yang lalu

Hati-hati, Limbah Medis di RSUD Masih Numpuk

MESKI berbahaya bahkan mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, namun persoalan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di RSUD Sayang Cianjur, yang dibiarkan menumpuk di ruangan…

Kick Off 19 jam yang lalu

Poin Perdana Maung di Partai Perang Para Mantan, Ini Catatan Gomez

PERANG para mantan mewarnai duel antara Persib kontra Sriwijaya FC. Maung Bandung berhasil membuka Piala Presiden 2018 dengan kemenangan.

Cianjur Euy 16/01/2018 21:43 WIB

Irda Didesak Tindak Tegas!

INSPEKTORAT Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur diminta fokus dan serius dalam melakukan pemeriksaan terhadap pegawai dan pejabat di lingkungan RSUD Sayang, Cianjur yang diduga terlibat melakukan pungutan…

Aktualita 16/01/2018 08:00 WIB

Innalillahi, Bahan Berbahaya dan Beracun Dibiarkan Numpuk

RSUD, oh, RSUD. Ada apa dengan RSUD Sayang Cianjur? Dua mhasalah besar belum juga selesai, kini rumah sakit plat merah tersebut kembali menjadi sorotan publik. Betapa tidak, limbah bahan berbahaya dan…

Cianjur Euy 16/01/2018 07:55 WIB

Satu Pelaku Pesta Seks Sesama Jenis Ditetapkan sebagai Tersangka

SATU dari lima orang pelaku pesta seks sesama jenis di salah satu Komplek Villa di kawasan Cipanas, Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Cianjur Euy 15/01/2018 22:55 WIB

Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Bertani

Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu mendorong warga setempat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk mengembangkan pertanian. Pasalnya lahan pertanian diwilayah itu terus berkurang, akibat…

Cianjur Euy 15/01/2018 22:53 WIB

Waspadai Angin Kencang, Pemkab Diminta Tebang Pohon

Kondisi cuaca ekstrim yang terjadi mengharuskan warga dan pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan di Cianjur agar mewaspadai bahaya pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.

Cianjur Euy 15/01/2018 22:51 WIB

Wabup: Hari Ini Harga Daging Ayam di Cianjur Rp 33 Ribu/Kg

MENGHILANGNYA daging ayam potong di sejumlah Pasar Tradisional di Cianjur dalam tiga hari terakhir, akibat mogok berjualannya pedagang membuat Pemkab Cianjur bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan…

Aktualita 15/01/2018 08:00 WIB

Ada Indikasi Penyimpangan, Kapan Ditindak?

DUA permasalahan besar di RSUD Sayang Cianjur, semakin menjadi sorotan bahkan membuat geram sejumlah kalangan. Betapa tidak, meski sudah meresahkan dan mengorbankan banyak masyarakat, namun hingga saat…

Cianjur Euy 15/01/2018 07:30 WIB

Ada 1 Pelajar dan 1 Ayah Beranak Tiga, 5 Pelaku Ditangkap Saat Bugil

IRONIS, di Kota Santri yang memiliki program ‘Cianjur Lebih Maju dan Agamis’, ada pesta seks sesama jenis. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu ((13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib.