Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

RT/RW Diedukasi Pengelolaan Sampah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Bojongpicung

Nuki Nugraha

Kamis, 04 Januari 2018 - 21:14 WIB

Foto: Nuki Nugraha/BC
Foto: Nuki Nugraha/BC
A A A

Beritacianjur.com - PENANGANAN persoalan sampah terus diupayakan pemerintah Kabupaten Cianjur. Salah satunya yaitu dengan memaksimalkan peran RT/RW dalam pengelolaan sampah.

Memantapkan program pengelolaan sampah ditingkat ke RT an, Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongpicung mencoba memberikan edukasi RT/RW di wilayahnya melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, Kamis (4/1) di aula Desa Bojongpicung.

Direktur Bank Sampah Jaya Sentosa Mumpuni Hendra Malik mengatakan merubah mainset masyarakat soal mengelola sampah memang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, perlu waktu dan komitmen dari setiap individu masyarakat itu sendiri.

"Mengolah sampah dengan cara memilah itu ibarat merubah kebiasaan, jadi perlu waktu supaya menjadi biasa,"terang Hendra kepada ketua RT/RW.

Pada kesempatan itu, Hendra yang didaulat menjadi nara sumber, memaparkan bagaimana pengalaman pengelolaan bank sampah JSM yang dikelolanya sewaktu di Kampung Cibodas, Desa Hegarmanah.

Awalnya ungkap Hendra, sebagian besar masyarakat kurang merespon program bank sampah. Namun dengan seringnya sosialisasi, masyarakat akhirnya bisa paham, mengerti dan tertarik untuk memulai memilah sampah di masing masing rumahnya.

"Apalagi sesudah kita masukan program tabungan sampah, antusias masyarakat lebih tinggi lagi terlibat dalam program bank sampah yang kita gulirkan,"kata Hendra.

Pemaparan Hendra disambut antusias para peserta yang hadir, kegiatan sosialisasipun berjalan komunikatif. Beberapa peserta terlihat mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan bank sampah yang dikelola nara sumber.

Sepertihalnya disampaikan Siti, ketua RT 05 yang menanyakan terkait soal pengolahan sampah organik. Menjawab pertanyaan itu, dijelaskan Hendra, terkait pengelolaan sampah organik, itu dibantu menggunakan hewan cacing.

"Proses pembusukannya dibantu cacing. Satu kelebihannya yaitu tidak menimbulkan bau, selain punya bahan kompos, nantinya bisa sekaligus berternak cacing nya juga,"jawa Hendra.

Sebelumnya, Camat Bojongpicung, Pudjo Nugroho mengatakan pengetahuan soal pengelolaan sampah ini harus disosialisasikan lagi ke masyarakat, sehingga program bisa dilaksanakan semua pihak dengan baik.

Pengelolaan sampah ini jelas Pudjo, merupakan satu dari program Kampung KUBA yang digagas Bupati Cianjur.

"Pelaksanaannya nanti ada pembangunan infrastruktur yaitu pembuatan bak sampah, itu untuk menampung sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi,"ujar Pudjo dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Pudjo mengingatkan selain adanya nilai ekonomis, pengelolaan sampah juga bisa membuka peluang lapangan pekerjaan.

"Kalau tiap desa bisa mengelola sampah dengan baik insyaallah bojongpicung bersih dari sampah bisa terwujud,"ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Bojongpicung, Dihermawan mengatakan sekarang ini persoalan sampah memang belum sangat terasa, tapi kedepan kemungkinan besar kalau tidak ditangani sedari dini peroalan sampah ini bisa jadi buah simalakama, alias bencana.

"Atas dasar itu mengapa kita menggelar kegiatan pengelolaan sampah. Dengan memanfaatkan dana RT untuk pengelolaannya,"ujarnya seraya berharap, apa yang disampaikan narasumber bisa bermanfaat untuk kemajuan masyarakat Desa Bojongpicung.

Bukti antusias para RT/RW di Desa Bojongpicung ingin  mewujudkan wilayah Desa Bojongpicung bersih dari sampah, mereka sepakat langsung menindaklanjuti hasil kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, yaitu dengan  mengagendakan sosialisasi ke tingkat RT/RW. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.