Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Polisi Segera Panggil Dirut RSUD

Pengakuan Korban Pungli Rekrutmen Pegawai RSUD Cianjur Terus Bermunculan

Angga Purwanda

Jumat, 05 Januari 2018 - 06:30 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - DUGAAN adanya praktik pungutan liar (pungli) pada rekrutmen calon pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Ya, ternyata, jumlah korban perekrutan yang diiming-imingi bisa bekerja di rumah sakit plat merah dengan bayaran puluhan juta rupiah, mencapai puluhan orang.

Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya pengakuan yang terus bermunculan. Tak hanya pengakuan dari mereka yang ditepati janjinya, namun banyak pula calon pegawai yang mengeluh karena iming-iming bisa bekerja di RSUD tak kunjung terwujud. Padahal puluhan juta rupiah sudah disetor.

Pengakuan terbaru datang dari calon pegawai berinisial M (26). Lulusan salah satu akademi keperawatan swasta di Bandung ini mengaku, dimintai uang sebesar Rp25 juta oleh salah seorang pejabat di lingkungan RSUD berinisial C melalui L.

“Saya tidak tahu awalnya, yang saya tahu orangtua saya tiba-tiba saja meminta saya untuk menyiapkan persyaratan untuk melamar pekerjaan di RSUD Sayang Cianjur. Katanya ada orang dalam yang menjanjikan bisa bekerja di sana (RSUD, red),” ungkap M kepada wartawan, Rabu (3/1/2017).

Setelah menunggu lama, sambung M, kabar atau panggilan tak kunjung datang. Karena merasa penasaran, akhirnya dirinya bersama orangtuanya pun memutuskan untuk mendatangi salah seorang pejabat RSUD yang memberikan janji manis tersebut.

“Karena janjinya tidak ditepati, akhirnya orangtua saya meminta kembali uang Rp25 juta yang sempat disetorkan. Namun, saat didesak untuk mengembalikan uang, si oknum itu meminta agar proses pengembalian dilakukan secara bertahap. Bahkan, hingga kini masih ada sisa sebesar Rp 5 juta lagi yang belum dikembalikan,” jelas M.

“Korban bukan hanya saya saja, tapi ada yang lain juga, mungkin perkiraan berjumlah puluhan orang. Tak hanya dari Cianjur, calon dari luar daerah seperti Kabupaten Bandung Barat saja banyak,“ sambungnya.

Sementara itu, menanggapi temuan dan pengakuan tersebut, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH mengaku pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan, terkait dugaan adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur.

Rencanya, jelas Soliyah, pihaknya juga akan memanggil Dirut RSUD Sayang Cianjur. "Kami akan segera lakukan pemanggilan terhadap Dirut RSUD terkait adanya dugaan tersebut," ucapnya.

Soliyah mengimbau, masyarakat agar tidak mudah terbujuk dengan janji atau iming-iming dari oknum yang memanfaatkan peluang untuk dapat meraup keuntungan pribadi. Pasalnya, tidak semuanya menjadi kenyataan.

"Jadikan pengalaman, karena kasus serupa selalu terjadi. Baiknya bekali diri dengan persyaratan yang diwajibkan atau kualifikasi yang dibutuhkan. Hal itu seperti menembak di atas kuda, ya hasilnya gambling. Mungkin mereka (calon pegawai, red) bisa masuk secara murni, tapi karena sudah merasa dibantu akhirnya harus mengeluarkan sejumlah uang kepada oknum yang bermain itu," tutupnya.

Terpisah, Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi menegaskan, akan segera memerintahkan Komisi IV untuk segera menindaklanjuti dugaan adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur. “Ya, dugaan ini harus segera ditindaklanjuti,“ singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang calon pegawai berinisial S (24) mengaku diminta Rp20 juta oleh salah seorang pegawai RSUD berinisial H, dengan iming-iming bisa bekerja di rumah sakit plat merah tersebut.

“Awalnya dari kenalan orangtua saya yang menyebutkan ada rekrutmen pegawai di RSUD Cianjur, tapi harus siap menyediakan uang sebesar Rp 20 juta untuk pelicin agar bisa diterima,” ungkap S kepada wartawan, Selasa (2/1/2018).

Ia menuturkan, dirinya dijanjikan dapat masuk bekerja di bagian administrasi RSUD Cianjur pada Desember lalu. Namun hingga saat ini, janji tersebut tak kunjung dipenuhi. Malah, sambung dia, si oknum berniat akan mengembalikan uang yang telah diterimanya sebagai pelicin. “Saya tidak mau uang saya kembali, tapi janjinya harus dipenuhi,” tuturnya.

Tak hanya S, salah seorang pegawai RSUD Sayang yang enggan disebutkan namanya juga menyebutkan, untuk bisa bekerja di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, ia harus merogoh kocek Rp15 juta. 

“Uangnya Rp 15 juta, tapi Alhamdulilah saya bisa diterima. Tapi tetap saja, dalam tiga bulan pertama masuk saya tidak menerima gaji penuh, hanya menerima Rp500 ribu setiap bulannya,” jelasnya.

Informasi lainnya yang cukup mengejutkan datang dari salah seorang perawat RSUD yang juga enggan disebutkan namanya. Menurutnya, uang yang diminta si oknum berinisial H dan C bisa mencapai Rp60 juta.

Ia menjelaskan, perekrutan calon pegawai RSUD terbaru dilakukan pada November dan Desember lalu. Jumlah rekrutmen sebanyak 32 pegawai, 20 untuk bagian perawat dan sisanya bagian administrasi.

Saat ditanya mekanisme perekrutan pada akhir tahun lalu, ia mengatakan, perekrutan tersebut bukan perekrutan besar-besaran yang biasanya disosialisasikan terlebih dahulu. Namun menurutnya, perekrutan tersebut merupakan perekrutan ‘siluman’ atau tertutup.

“Kalau tiba-tiba ada pegawai masuk atau suka disebut pegawai ‘siluman’, yang kayak gitu mah gak mungkin polos, pasti diminta bayaran. Bayarannya berbeda-beda, bahkan ada yang bisa mencapai Rp60 juta. Sebenarnya bagi pegawai di sini (RSUD) mah sudah lumrah,“ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Cianjur dr Ratu Tri Yulia Herawati, melalui Kasubag Tata Usaha, Hukum, dan Humas Aang Anwar Amin, membantah adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Cianjur.

Aang mengakui, hingga kini RSUD Cianjur belum memiliki regulasi atau aturan terkait penerimaan pegawai di lingkungan rumah sakit. “Tidak benar jika terjadi pungli dalam proses rekrutmen pegawai di RSUD ini. Sebab, untuk rekrutmen merupakan hak preogatif dari Dirut RSUD Cianjur. Jika memang terbukti, itu mungkin bagian dari oknum,” jelas Aang.

Terkait keterlambatan pembayaran uang insentif bagi karyawan, sambung Aang, disebabkan belum dibayarnya klaim dari pihak BPJS. “Nilainya memang mencapaian miliaran rupiah, dan itu masih belum dibayarkan kepada kami oleh BPJS sehingga terjadi keterlambatan dalam pembayaran insentif bagi karyawan. Tapi kami tengah megusahakan agar segera dipenuhi hak karyawan tersebut,” ucapnya.

Aang memaparkan, saat ini jumlah pegawai RSUD mencapai 1.389 orang, terdiri dari 336 pegawai berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dan 1.053 pegawai non PNS.

Terpisah, mendengar adanya kabar dugaan pungli pada proses rekrutmen di RSUD, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku kaget. Ia menegaskan, jika memang terbukti ada pelanggaran, pihaknya akan segera menindak setiap oknum yang terlibat.

“Mereka kan (RSUD, red) sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga segala sesuatunya menjadi kebijakan RSUD termasuk rekrutmen. Tapi jika memang hal tersebut terjadi, ini jelas pelanggaran dan akan kami tindak,” pungkasnya.(*)

 

Pengakuan Korban Pungli:

  • Korban 1 (terbaru): Calon pegawai berinisial M mengaku dimintai uang Rp25 juta oleh salah seorang pejabat di lingkungan RSUD berinisial C melalui L, dengan iming-imingi bisa memasukkan dirinya bekerja di RSUD. Namun selang beberapa hari, janji manis tersebut tak kunjung ditepati. Akhirnya dirinya memutuskan untuk meminta kembali uang tersebut. Si oknum meminta agar proses pengembalian dilakukan secara bertahap. Bahkan, hingga kini masih ada sisa sebesar Rp5 juta lagi yang belum dikembalikan
  • Korban 2: Salah seorang calon pegawai berinisial S (24) mengaku diminta Rp20 juta oleh salah seorang pegawai RSUD berinisial H. Ia dijanjikan bekerja di bagian administrasi pada Desember 2017 lalu. Namun hingga saat ini janji tersebut tak kunjung ditepati. Bahkan si oknum berniat akan mengembalikan uang yang telah diterimanya sebagai pelicin. Ia mengaku tak ingin uang kembali, namun janjinya harus ditepati.
  • Korban 3: Salah seorang pegawai RSUD Sayang yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, untuk bisa bekerja di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, ia harus merogoh kocek Rp15 juta. Diterima memang diterima, namu n dalam tiga bulan pertama masuk, dirinya tidak menerima gaji penuh dan hanya menerima Rp500 ribu setiap bulannya
  • Informasi dari Perawat RSUD Cianjur: Mengejutkan, uang yang diminta oknum pejabat RSUD berinisial H dan C bisa mencapai Rp60 juta. Perekrutan calon pegawai RSUD terbaru dilakukan pada November dan Desember lalu. Jumlah rekrutmen sebanyak 32 pegawai, 20 untuk bagian perawat dan sisanya bagian administrasi. Banyak pegawai ‘siluman’ yang tiba-tiba masuk bekerja. Di lingkungan pegawai RSUD, hal ini sudah lumrah.

Tag

  1. RSUD
  2. Pungli

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 16 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 16 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 16 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…