Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pasien BPJS Harus Lapor!

Jika RSUD atau Dokter Menyuruh Beli Obat dari Luar dengan Uang Pribadi

Gie/BBS

Rabu, 10 Januari 2018 - 06:30 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - KELUHAN pasien BPJS Kesehatan yang disuruh dokter atau pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur membeli obat di luar dengan uang pribadi, masih terus bermunculan.

Dengan alasan ketersediaan obat atau tidak tercover BPJS yang disampaikan pihak RSUD Cianjur, sejumlah pasien terpaksa mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah, untuk membeli obat yang seharusnya sudah ditanggung BPJS.

Kondisi tersebut dialami Mulyana (50), warga Desa Nagrak Cianjur. Saat mengantar anaknya berobat di RSUD Cianjur beberapa waktu lalu, ia mengaku harus mengeluarkan uang Rp800 ribu rupiah untuk membeli obat di luar rumah sakit.

“Iya itu benar Pak. Awalnya saya gak mengira kalau harus ada pengeluaran untuk obat, soalnya kan anak saya punya BPJS. Daripada gak ada obat, ya terpaksa beli,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (9/1/2018).

Saat ditanya soal upaya dirinya untuk menggantikan pengeluaran biaya pribadi untuk obat anaknya, Mulyana mengaku tak paham dan sampai anaknya diizinkan pulang ke rumah, tak ada informasi dari RSUD Cianjur mengenai hal tersebut.

“Kalau saya kan gak tahu. Kalau memang bisa diganti atau diklaim, harusnya ada pemberitahuan dong dari RSUD Cianjur. Ini kan gak ada, buktinya sampai anak saya yang sekarang sudah pulang ke rumah, uang Rp800 ribu saya gak diganti,“ ungkapnya.

Keluhan lain datang dari Uday (33), warga Haurwangi Cianjur. Selama menunggu anggota keluarganya yang dirawat di RSUD, ia mengaku melihat sejumlah pasien yang harus mengeluarkan uang pribadinya untuk membeli obat suntik.

“Alhamdulillah kalau saya pribadi sih engga mengalami. Tapi tetangga saya di ruangan rawat, ada yang sampai habis uang sebesar Rp600 ribu untuk membeli obat suntik. Padahal saat ngobrol, dia punya BPJS juga,“ katanya.

Sementara itu, Wawan (51), warga Bojongherang Cianjur mengaku melihat banyak kejanggalan yang terjadi di RSUD Cianjur, mulai dari pasien BPJS yang tetap diminta beli obar di luar rumah sakit, adanya pasien BPJS kelas 1 namun mendapatkan fasilitas di kelas 2, hingga persoalan ketidakadilan saat antre pengembilan obat BPJS.

Terkait obat, saat mengurusi saudaranya yang dirawat di RSUD, Wawan mengaku harus menebus obat dari luar dengan alasan stok obat di rumah sakit habis.

“Aneh juga sebenarnya, katanya BPJS tapi kok obat tetap harus beli dari luar. Jadi ya ada biaya lagi dan cukup memberatkan untuk pasien. Alasan rumah sakit sih katanya karena tidak tercover BPJS dan ketersediaan obat di RSUD terbatas. Kalau alasannya seperti itu kan seolah-olah kita dipaksa,“ bebernya.

Wawan mengatakan, pengalaman tersebut tak hanya dialaminya, namun sejumlah pasien lainnya pun mengalami hal yang sama. “Iya bukan hanya saya saja, tapi banyak pasien lainnya juga yang diminta beli obat ke luar. Apalagi di IGD, hampir semuanya pada beli obat ke apotek, padahal saat ngobrol-ngobrol, mereka juga pasien BPJS,“ katanya.

Keheranan Anew tak berhenti disitu saja, namun ia juga sangat heran karena obat yang dibelinya dari luar tersebut, tidak terlihat dipakai oleh dokter atau perawat yang memeriksa pasien.

“Kalau saya lihat-lihat, obat dari luar itu entah dipakai atau engga, karena perawat tetap pakai obat yang ada di depo RSUD. Jadi buat apa kita beli? Banyak pasien lain yang mengeluh, mudah-mudahan persoalan ini bisa segera diatasi,“ harapnya.

Persoalan lain, sambung Wawan, terdapat pasien BPJS Kesehatan kelas 1 yang fakta di lapangannya malah diberikan fasilitas kelas 2. Sementara mengenai ketidakadilan dalam antrean, Wawan mengatakan, tak jarang saat puluhan pasien BPJS mengantre obat, selalu ada petugas berseragam RSUD yang langsung masuk mengambil obat tanpa ikut antre.

“Saat antre obat, beberapa kali ada pasien yang dibantu petugas RSUD yang saat ngambil obat tak antre dulu, seperti ada jalur khusus, mereka langsung nyelonong masuk dan ambil obat,“ ucapnya.

Menanggapi persoalan masih adanya pasien BPJS Kesehatan yang masih harus membeli obat dari luar menggunakan uang pribadi, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad menegaskan, pasien tidak boleh lagi mengeluarkan uang sepeserpun jika telah menjadi pengguna jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh BPJS.

“Pasien BPJS itu tidak boleh lagi mengeluarkan biaya di rumah sakit, apapun alasannya. Jika obat habis, maka pihak rumah sakit atau apotek yang mengusahakannya, karena obat sudah tergabung dalam paket pembayaran," tegasnya.

Ari meminta masyarakat aktif untuk melaporkan jika ada rumah sakit dan dokter nakal yang meminta uang lagi dan menyuruh menebus obat di luar.

Sebelumnya, Ari memaparkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 28 Tahun 2014, tak ada istilah obat tak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, pasien BPJS berhak mendapatkan obat yang tercantum dalam formularium nasional (fornas) dengan model pembiayaan paket inasibijis (diagnosa penyakit pasien menurut dokter).

“Jika ada obat di luar fornas, tetap dapat diberikan dan menjadi tanggung jawab rumah sakit,“ jelasnya.

Ari menegaskan, masih banyak pasien BPJS Kesehatan atau masyarakat umum yang belum mengetahui detail terkait pelayanan kesehatan. Seharusnya, tegas Ari, RSUD gencar melakukan sosialisasi sesuai aturan yang ada.

“RSUD harus sosialisasi dong, minimal ada pengumuman atau keterbukaan. Pasien BPJS itu bukan gratis, karena sudah dibayarkan Negara. Analoginya sama seperti pegawai RSUD yang dibayar pemerintah, ya pasien BPJS juga sama,“ tegasnya.

Ia menyoroti soal peranan Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tulia, yang seharusnya cepat tanggap ketika muncul berbagai persoalan. Selain harus gencar bersosialisasi, seorang dirut juga tak boleh kecolongan oleh oknum pegawainya. 

“Jika dirutnya tidak cepat tanggap, jangan salahkan masyarakat jika muncul dugaan atau pemikiran negatif terhadap kepemimpinan dirutnya. Jika persoalannya ini sudah terindikasi pungli atau adanya permainan yang menyangkut menyalahi aturan, aparat hukum juga harus ikut bertindak. Namun persoalan banyak keluhan ini, pihak RSUD dan BPJS seharusnya segera memberikan penjelasan,“ ucapnya.

Saat hendak dikonfirmasi mengenai persoalan pasien BPJS, baik pihak RSUD Cianjur dan BPJS masih sulit dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur tak kunjung selesai. Bahkan, ketika masalah yang satu belum terpecahkan, kini muncul lagi masalah lainnya. Kok bisa?

Ya, setelah adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) pada rekrutmen calon pegawai di lingkungan RSUD Cianjur, kini muncul masalah lainnya, yakni banyaknya keluhan dari pasien BPJS Kesehatan yang selalu harus beli obat dari luar atau di apotek yang berada dekat dengan RSUD.

Tak hanya di Cianjur, persoalan pasien BPJS Kesehatan yang diminta beli obat dari luar rumah sakit ini, sebenarnya sudah lama berlangsung dan terjadi juga di sejumlah daerah. Bahkan persoalan ini juga pernah disoroti langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F Moeloek.

Jika ada dokter yang menganjurkan pasiennya membeli obat lain di apotek tertentu, kata Nila, maka dokter tersebut diduga bisa terlibat dalam praktik gratifikasi. Menurutnya, pembelian obat dari luar rumah sakit tidak dibenarkan. Pasalnya, semua biaya pengobatan para pasien BPJS ditanggung pemerintah.

Dikarenakan anjuran-anjuran demikian sudah sering dipraktikkan oleh para dokter, Nila mengingatkan para pasien untuk langsung memprotes atau membuat laporan jika mengalami kasus-kasus seperti itu.

"Kalau dokter menganjurkan pasien BPJS untuk membeli obat di apotek tertentu maka ada kemungkinan dia bekerja sama dengan apotek atau perusahaan obat itu. Yah, tentu sang dokter menerima komisi dari sana. Nah, itulah yang disebut ada kemungkinan terjadi gratifikasi," tegasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.