Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kenapa Pasien yang Jadi Korban?

*Ketika RSUD Sayang Cianjur dan BPJS Bungkam dan Saling Tuding

Gie/BBS

Kamis, 11 Januari 2018 - 06:30 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

PPMC: Indikasi Penyimpangan Sudah Ada, Pemkab & Aparat Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Beritacianjur.com - JUMLAH pasien BPJS Kesehatan yang menjadi korban buruknya pelayanan RSUD Sayang Cianjur, terus bertambah. Namun hingga saat ini, belum ada respon atau tindakan jelas dari RSUD maupun BPJS.

Untuk mengonfirmasi terkait masih banyaknya pasien BPJS Kesehatan yang masih diminta membeli obat di luar rumah sakit dengan uang pribadinya, reporter Berita Cianjur beberapa kali mencoba bertemu dengan Dirut RSUD Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia. Namun sekretaris pribadinya kerap menyebutkan Dirut RSUD tengah ada kesibukan.

Sementara saat berusaha mengonfirmasi pihak BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi dan Cabang Pelayanan Cianjur, Staf Komunikasi Publik, Inne mengatakan, masih akan mengkroscek persoalan yang terjadi di Cianjur.

Padahal sebelumnya, di sejumlah pemberitaan media online, Inne pernah membantah statement Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang menyebutkan, kinerja RSUD tidak didukung dengan pembayaran klaim BPJS yang lancar.

Inne menegaskan, BPJS tidak pernah menunggak apalagi tidak membayar klaim BPJS ke rumah sakit, namun ada proses yang harus ditempuh untuk mencairkan klaim BPJS. Alhasil, proses verifikasi dan tahapan pencairan membuat proses klaim terlambat.

Menanggapi kondisi saling tuding tersebut, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad menegaskan, seharusnya baik RSUD dan BPJS cepat tanggap dan jangan membiarkan masyarakat atau pasien BPJS yang menjadi korban.

“Kok RSUD dan BPJS hanya saling tuding, harusnya persoalannya segera diselesaikan dong. Logikanya, masalahnya ada di BPJS atau RSUD, lalu kenapa yang jadi korbannya masyarakat atau pasien?” katanya kepada Berita Cianjur, Rabu (10/1/2018).

Dari banyaknya pengakuan pasien BPJS Kesehatan yang mengaku membeli obat dengan uang pribadi padahal semuanya sudah ditanggung BPJS, kondisi tersebut mengindikasikan adanya penyelewengan atau penyimpangan.

“Sudah jelas obat itu ditanggung BPJS, tapi kok pasien BPJS harus membeli obat dengan uang pribadinya? Ini mengindikasikan adanya penyimpangan. Jadi kalau sudah ada indikasi korupsi atau penyimpangan, Pemkab Cianjur dan aparat penegak hukum harus turun tangan. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan begitu saja,“ tegasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Ari mengatakan, pasien tidak boleh lagi mengeluarkan uang sepeserpun jika telah menjadi pengguna jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh BPJS.

“Pasien BPJS itu tidak boleh lagi mengeluarkan biaya di rumah sakit, apapun alasannya. Jika obat habis, maka pihak rumah sakit atau apotek yang mengusahakannya, karena obat sudah tergabung dalam paket pembayaran," tegasnya.

Ari meminta masyarakat aktif untuk melaporkan jika ada rumah sakit dan dokter nakal yang meminta uang lagi dan menyuruh menebus obat di luar.

Ia memaparkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 28 Tahun 2014, tak ada istilah obat tak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, pasien BPJS berhak mendapatkan obat yang tercantum dalam formularium nasional (fornas) dengan model pembiayaan paket inasibijis (diagnosa penyakit pasien menurut dokter).

“Jika ada obat di luar fornas, tetap dapat diberikan dan menjadi tanggung jawab rumah sakit,“ jelasnya.

Ari menegaskan, masih banyak pasien BPJS Kesehatan atau masyarakat umum yang belum mengetahui detail terkait pelayanan kesehatan. Seharusnya, tegas Ari, RSUD gencar melakukan sosialisasi sesuai aturan yang ada.

“RSUD harus sosialisasi dong, minimal ada pengumuman atau keterbukaan. Pasien BPJS itu bukan gratis, karena sudah dibayarkan Negara. Analoginya sama seperti pegawai RSUD yang dibayar pemerintah, ya pasien BPJS juga sama,“ tegasnya.

Ia menyoroti soal peranan Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia, yang seharusnya cepat tanggap ketika muncul berbagai persoalan. Selain harus gencar bersosialisasi, seorang dirut juga tak boleh kecolongan oleh oknum pegawainya. 

“Jika dirutnya tidak cepat tanggap, jangan salahkan masyarakat jika muncul dugaan atau pemikiran negatif terhadap kepemimpinan dirutnya. Keluhan sudah banyak, seharusnya pihak RSUD dan BPJS segera memberikan penjelasan,“ ucapnya.

Tak hanya di Cianjur, persoalan pasien BPJS Kesehatan yang diminta beli obat dari luar rumah sakit ini, sebenarnya sudah lama berlangsung dan terjadi juga di sejumlah daerah. Bahkan persoalan ini juga pernah disoroti langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F Moeloek.

Jika ada dokter yang menganjurkan pasiennya membeli obat lain di apotek tertentu, kata Nila, maka dokter tersebut diduga bisa terlibat dalam praktik gratifikasi. Menurutnya, pembelian obat dari luar rumah sakit tidak dibenarkan. Pasalnya, semua biaya pengobatan para pasien BPJS ditanggung pemerintah.

Dikarenakan anjuran-anjuran demikian sudah sering dipraktikkan oleh para dokter, Nila mengingatkan para pasien untuk langsung memprotes atau membuat laporan jika mengalami kasus-kasus seperti itu.

"Kalau dokter menganjurkan pasien BPJS untuk membeli obat di apotek tertentu maka ada kemungkinan dia bekerja sama dengan apotek atau perusahaan obat itu. Yah, tentu sang dokter menerima komisi dari sana. Nah, itulah yang disebut ada kemungkinan terjadi gratifikasi," tegasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.