Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Pakai Uang Pribadi, Pasien BPJS Diarahkan Beli Obat ke Salah Satu Apotek

Wawan/Gie

Kamis, 11 Januari 2018 - 06:33 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - TAK hanya sekadar disuruh membeli obat di luar RSUD Cianjur dengan uang pribadinya, namun sejumlah pasien BPJS Kesehatan diarahkan untuk membeli obat di salah satu apotek, yang berada dekat dengan lokasi rumah sakit plat merah tersebut.

Riyan (21), warga Cikancana Cianjur, membenarkan hal tersebut. Bahkan tak hanya dialaminya sendiri, namun ada tiga pasien lainnya yang mengalami hal serupa.

“Iya benar, yang saya tahu, hari ini saja ada 4 pasien termasuk saya yang disuruh membeli obat di salah satu apotek dekat RSUD. Dari empat pasien tersebut, hanya 1 pasien yang digratiskan, sisanya bayar sendiri,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (10/1/2017).

Seperti diketahui, pengalaman pelayanan buruk yang dialami Riyan dan tiga pasien lainnya bukan kali pertama. Hari-hari sebelumnya pun sejumlah pasien BPJS mengeluh karena harus mengeluarkan biaya pribadi, untuk membeli obat yang sebenarnya sudah ditanggung BPJS.

Diberitakan sebelumnya, keluhan pasien BPJS Kesehatan yang disuruh dokter atau pihak RSUD Sayang Cianjur membeli obat di luar dengan uang pribadi, masih terus bermunculan.

Dengan alasan ketersediaan obat atau tidak tercover BPJS yang disampaikan pihak RSUD Cianjur, sejumlah pasien terpaksa mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah, untuk membeli obat yang seharusnya sudah ditanggung BPJS.

Kondisi tersebut dialami Mulyana (50), warga Desa Nagrak Cianjur. Saat mengantar anaknya berobat di RSUD Cianjur beberapa waktu lalu, ia mengaku harus mengeluarkan uang Rp800 ribu rupiah untuk membeli obat di luar rumah sakit.

“Iya itu benar Pak. Awalnya saya gak mengira kalau harus ada pengeluaran untuk obat, soalnya kan anak saya punya BPJS. Daripada gak ada obat, ya terpaksa beli,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (9/1/2018).

Saat ditanya soal upaya dirinya untuk menggantikan pengeluaran biaya pribadi untuk obat anaknya, Mulyana mengaku tak paham dan sampai anaknya diizinkan pulang ke rumah, tak ada informasi dari RSUD Cianjur mengenai hal tersebut.

“Kalau saya kan gak tahu. Kalau memang bisa diganti atau diklaim, harusnya ada pemberitahuan dong dari RSUD Cianjur. Ini kan gak ada, buktinya sampai anak saya yang sekarang sudah pulang ke rumah, uang Rp800 ribu saya gak diganti,“ ungkapnya.

Keluhan lain datang dari Uday (33), warga Haurwangi Cianjur. Selama menunggu anggota keluarganya yang dirawat di RSUD, ia mengaku melihat sejumlah pasien yang harus mengeluarkan uang pribadinya untuk membeli obat suntik.

“Alhamdulillah kalau saya pribadi sih engga mengalami. Tapi tetangga saya di ruangan rawat, ada yang sampai habis uang sebesar Rp600 ribu untuk membeli obat suntik. Padahal saat ngobrol, dia punya BPJS juga,“ katanya.

Sementara itu, Wawan (51), warga Bojongherang Cianjur mengaku melihat banyak kejanggalan yang terjadi di RSUD Cianjur, mulai dari pasien BPJS yang tetap diminta beli obar di luar rumah sakit, adanya pasien BPJS kelas 1 namun mendapatkan fasilitas di kelas 2, hingga persoalan ketidakadilan saat antre pengembilan obat BPJS.

Terkait obat, saat mengurusi saudaranya yang dirawat di RSUD, Wawan mengaku harus menebus obat dari luar dengan alasan stok obat di rumah sakit habis.

“Aneh juga sebenarnya, katanya BPJS tapi kok obat tetap harus beli dari luar. Jadi ya ada biaya lagi dan cukup memberatkan untuk pasien. Alasan rumah sakit sih katanya karena tidak tercover BPJS dan ketersediaan obat di RSUD terbatas. Kalau alasannya seperti itu kan seolah-olah kita dipaksa,“ bebernya.

Wawan mengatakan, pengalaman tersebut tak hanya dialaminya, namun sejumlah pasien lainnya pun mengalami hal yang sama. “Iya bukan hanya saya saja, tapi banyak pasien lainnya juga yang diminta beli obat ke luar. Apalagi di IGD, hampir semuanya pada beli obat ke apotek, padahal saat ngobrol-ngobrol, mereka juga pasien BPJS,“ katanya.

Keheranan Anew tak berhenti disitu saja, namun ia juga sangat heran karena obat yang dibelinya dari luar tersebut, tidak terlihat dipakai oleh dokter atau perawat yang memeriksa pasien.

“Kalau saya lihat-lihat, obat dari luar itu entah dipakai atau engga, karena perawat tetap pakai obat yang ada di depo RSUD. Jadi buat apa kita beli? Banyak pasien lain yang mengeluh, mudah-mudahan persoalan ini bisa segera diatasi,“ harapnya.

Persoalan lain, sambung Wawan, terdapat pasien BPJS Kesehatan kelas 1 yang fakta di lapangannya malah diberikan fasilitas kelas 2. Sementara mengenai ketidakadilan dalam antrean, Wawan mengatakan, tak jarang saat puluhan pasien BPJS mengantre obat, selalu ada petugas berseragam RSUD yang langsung masuk mengambil obat tanpa ikut antre.

“Saat antre obat, beberapa kali ada pasien yang dibantu petugas RSUD yang saat ngambil obat tak antre dulu, seperti ada jalur khusus, mereka langsung nyelonong masuk dan ambil obat,“ ucapnya.(*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…