Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Pakai Uang Pribadi, Pasien BPJS Diarahkan Beli Obat ke Salah Satu Apotek

Wawan/Gie

Kamis, 11 Januari 2018 - 06:33 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - TAK hanya sekadar disuruh membeli obat di luar RSUD Cianjur dengan uang pribadinya, namun sejumlah pasien BPJS Kesehatan diarahkan untuk membeli obat di salah satu apotek, yang berada dekat dengan lokasi rumah sakit plat merah tersebut.

Riyan (21), warga Cikancana Cianjur, membenarkan hal tersebut. Bahkan tak hanya dialaminya sendiri, namun ada tiga pasien lainnya yang mengalami hal serupa.

“Iya benar, yang saya tahu, hari ini saja ada 4 pasien termasuk saya yang disuruh membeli obat di salah satu apotek dekat RSUD. Dari empat pasien tersebut, hanya 1 pasien yang digratiskan, sisanya bayar sendiri,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (10/1/2017).

Seperti diketahui, pengalaman pelayanan buruk yang dialami Riyan dan tiga pasien lainnya bukan kali pertama. Hari-hari sebelumnya pun sejumlah pasien BPJS mengeluh karena harus mengeluarkan biaya pribadi, untuk membeli obat yang sebenarnya sudah ditanggung BPJS.

Diberitakan sebelumnya, keluhan pasien BPJS Kesehatan yang disuruh dokter atau pihak RSUD Sayang Cianjur membeli obat di luar dengan uang pribadi, masih terus bermunculan.

Dengan alasan ketersediaan obat atau tidak tercover BPJS yang disampaikan pihak RSUD Cianjur, sejumlah pasien terpaksa mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah, untuk membeli obat yang seharusnya sudah ditanggung BPJS.

Kondisi tersebut dialami Mulyana (50), warga Desa Nagrak Cianjur. Saat mengantar anaknya berobat di RSUD Cianjur beberapa waktu lalu, ia mengaku harus mengeluarkan uang Rp800 ribu rupiah untuk membeli obat di luar rumah sakit.

“Iya itu benar Pak. Awalnya saya gak mengira kalau harus ada pengeluaran untuk obat, soalnya kan anak saya punya BPJS. Daripada gak ada obat, ya terpaksa beli,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (9/1/2018).

Saat ditanya soal upaya dirinya untuk menggantikan pengeluaran biaya pribadi untuk obat anaknya, Mulyana mengaku tak paham dan sampai anaknya diizinkan pulang ke rumah, tak ada informasi dari RSUD Cianjur mengenai hal tersebut.

“Kalau saya kan gak tahu. Kalau memang bisa diganti atau diklaim, harusnya ada pemberitahuan dong dari RSUD Cianjur. Ini kan gak ada, buktinya sampai anak saya yang sekarang sudah pulang ke rumah, uang Rp800 ribu saya gak diganti,“ ungkapnya.

Keluhan lain datang dari Uday (33), warga Haurwangi Cianjur. Selama menunggu anggota keluarganya yang dirawat di RSUD, ia mengaku melihat sejumlah pasien yang harus mengeluarkan uang pribadinya untuk membeli obat suntik.

“Alhamdulillah kalau saya pribadi sih engga mengalami. Tapi tetangga saya di ruangan rawat, ada yang sampai habis uang sebesar Rp600 ribu untuk membeli obat suntik. Padahal saat ngobrol, dia punya BPJS juga,“ katanya.

Sementara itu, Wawan (51), warga Bojongherang Cianjur mengaku melihat banyak kejanggalan yang terjadi di RSUD Cianjur, mulai dari pasien BPJS yang tetap diminta beli obar di luar rumah sakit, adanya pasien BPJS kelas 1 namun mendapatkan fasilitas di kelas 2, hingga persoalan ketidakadilan saat antre pengembilan obat BPJS.

Terkait obat, saat mengurusi saudaranya yang dirawat di RSUD, Wawan mengaku harus menebus obat dari luar dengan alasan stok obat di rumah sakit habis.

“Aneh juga sebenarnya, katanya BPJS tapi kok obat tetap harus beli dari luar. Jadi ya ada biaya lagi dan cukup memberatkan untuk pasien. Alasan rumah sakit sih katanya karena tidak tercover BPJS dan ketersediaan obat di RSUD terbatas. Kalau alasannya seperti itu kan seolah-olah kita dipaksa,“ bebernya.

Wawan mengatakan, pengalaman tersebut tak hanya dialaminya, namun sejumlah pasien lainnya pun mengalami hal yang sama. “Iya bukan hanya saya saja, tapi banyak pasien lainnya juga yang diminta beli obat ke luar. Apalagi di IGD, hampir semuanya pada beli obat ke apotek, padahal saat ngobrol-ngobrol, mereka juga pasien BPJS,“ katanya.

Keheranan Anew tak berhenti disitu saja, namun ia juga sangat heran karena obat yang dibelinya dari luar tersebut, tidak terlihat dipakai oleh dokter atau perawat yang memeriksa pasien.

“Kalau saya lihat-lihat, obat dari luar itu entah dipakai atau engga, karena perawat tetap pakai obat yang ada di depo RSUD. Jadi buat apa kita beli? Banyak pasien lain yang mengeluh, mudah-mudahan persoalan ini bisa segera diatasi,“ harapnya.

Persoalan lain, sambung Wawan, terdapat pasien BPJS Kesehatan kelas 1 yang fakta di lapangannya malah diberikan fasilitas kelas 2. Sementara mengenai ketidakadilan dalam antrean, Wawan mengatakan, tak jarang saat puluhan pasien BPJS mengantre obat, selalu ada petugas berseragam RSUD yang langsung masuk mengambil obat tanpa ikut antre.

“Saat antre obat, beberapa kali ada pasien yang dibantu petugas RSUD yang saat ngambil obat tak antre dulu, seperti ada jalur khusus, mereka langsung nyelonong masuk dan ambil obat,“ ucapnya.(*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 12 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…