Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Alih Fungsi SDN Ibu Jenab 1 Jadi Lahan Parkir Disoal

Cucu Siti Jenab: Tanah Wakaf Ini untuk Memajukan Pendidikan Khususnya Kaum Perempuan

Angga Purwanda

Kamis, 11 Januari 2018 - 06:25 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - RENCANA Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengalihfungsikan SD Negeri Ibu Jenab 1 menjadi lahan parkir disoal sejumlah kalangan, tak terkecuali keluarga keturunan Siti Jenab.

Hal itu, terungkap saat audiensi pihak keluarga keturunan Siti Jenab, dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pedidikan dan Kebudayaan, di SDN Siti Jenab 1, Jalan Siti Jenab, Rabu (10/1/2018).

Dalam audiensi itu, keluarga keturunan Siti Jenab tidak akan menyetujui jika Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengalihfungsikan sekolah menjadi lahan parkir yang sifatnya komersil. Sebab, sejak awal sekolah yang berdiri di tanah wakaf itu diperuntukkan untuk memajukan pendidikan, khususnya kaum perempuan.  

Pihak keluarga yang diwakili oleh beberapa orang cucu dari Siti Jenab itu juga meminta agar tempat yang memiliki nilai sejarah utamanya terkait pendidikan, bisa tetap dijadikan lokasi yang berkaitan dengan pendidikan, pengembangan seni budaya, sesuai yang dicita-citakan Siti Jenab.

"Kami harap jangan dijadikan lahan parkir, baiknya dijaga dan tetap dijadikan tempat yang berhubungan dengan pendidikan. Apalagi ini kan jadi pionir pendidikan, utamanya bagi kaum perempuan," ujar Memet Hakim, salah seorang cucu Siti Jenab saat ditemui wartawan usai audiensi bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rabu (10/1/2018).

Memet menuturkan, neneknya (Siti Jenab, red) membangun sekolah khusus untuk perempuan di lokasi tersebut, setelah mendapat wakaf tanah dari Bupati Cianjur ketika itu, tepatnya pada tahun 1906. Seiring waktu sekolah tersebut terus berkembang dan menjadi SDN Ibu Jenab I.

"Ini merupakan tempat bersejarah layaknya cagar budaya lainnya yang harus dilestarikan pemerintah daerah. Apalagi ini merupakan wakaf untuk pendidikan, kalau memang mau dipindah tanpa harus merusak lokasi dan fungsi seharusnya. Kami sudah sepakat dan pemerintah daerah berjanji tidak akan membongkar bangunan," katanya.

Memet menambahkan, pihak keluarga keturunan Siti Jenab juga rencananya akan ditemukan dengan Bupati CIanjur, Irvan Rivano Muchtar usai orang nomor satu di Cianjur tersebut pulang beribadah Umroh. "Itu juga jadi salah satu poin dalam pembahasan, akan adanya pertemuan dengan bupati," katanya.

Tak hanya pihak keluarga dan keturunan Siti Jenab, para orang tua dan siswa juga mengaku tidak mau pindah dari sekolah yang mereka tempati saat ini, sebab sekolah pengganti yang jauh di pinggir kota dengan kondisi bangunan yang belum aman bagi siswa SD. Mereka berharap Pemkab Cianjur bisa menunda atau bahkan mengurungkan rencana tersebut.

Ajeng Ratna (30), orang tua siswa, menuturkan, keberatan karena lokasi yang jauh ditambah lingkungan sekolah yang baru berdekatan dengan sungai, sehingga cukup membahayakan para siswa ketika melakukan aktifitas belajar mengajar.

"Sangat keberatan dengan rencana yang akan dilakukan pemerintah tersebut, seharusnya nereka melakukan kajian dulu sebelum mengambil setiap keputusan. Jangan pengen benar sendiri, beliau bisa seperti saat ini karena kami, rakyatnya,” jelas Ajeng.

Salah satu pegiat budaya Cianjur Eko Wiwit mengatakan, alih fungsi lahan sekolah yang diinstruksikan Bupati Cianjur itu harus dipertimbangkan kembali. Apalagi, lokasi sekolah yang dimaksud termasuk dalam zona cagar budaya Cianjur.

"Benda atau bangunan yang punya nilai sejarah, sangat penting untuk dipertahankan. Kalau generasi penerus tidak tahu sejarahnya, nantinya mereka akan kehilangan jati diri," kata Eko kepada awak media.

Ia menambahkan, lokasi sekolah tersebut juga memiliki kaitan sejarah. Soalnya, letaknya berdekatan dengan lingkungan pemerintahan. Sepanjang radius 3-5 kilometer dari pusat pemerintahan, terdapat berbagai benda dan bangunan bersejarah.

Hal itulah yang kemudian menimbulkan pertanyaan. "Kenapa harus sekolah tersebut yang dijadikan lahan parkir. Padahal, masih banyak lahan yang luas seperti di alun-alun dan lokasi lain yang tidak menganggu cagar budaya," kata dia.

Bukan tanpa alasan, menurut dia, saat ini sudah banyak cagar budaya di Cianjur yang sudah dialihfungsikan. Oleh karena itu, besar harapan Eko agar pemerintah kabupaten dapat bijaksana melakukan pembangunan dan penataan. Ia mengingatkan, kedua proses tersebut jangan sampai merusak tempat yang memiliki nilai sejarah.

Budayawan dan Sejarawan Cianjur lainnya, Pepep Johar pun menyayangkan rencana pembongkaran SDN Ibu Jenab yang kemudian akan direlokasi ke bekas kantor Dinas Tarkim. Soalnya, sekolah itu memiliki nilai sejarah pendidikan bagi kalangan perempuan di Cianjur.

"Siti Jenab menjadi pionir pendidikan di Jawa Barat, bersama dua tokoh lainnya. Nah, rencana (pembongkaran) ini akan susah dihentikan kecuali DPRD mau turun tangan dan menjaga lokasi historis itu," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman memastikan, jika bangunan SDN Ibu Jenab I bukan salah satu cagar budaya di Cianjur. "Jadi, kebijakan (pemindahan dan pembangunan) itu akan tetap dijalankan. Akan dilakukan penataan sebelum KBM dipindahkan, semuanya sudah setuju," kata Herman.

Berdasarkan pertemuan dengan pihak terkait, orangtua dan komite yang telah diberikan angket pun sebagian besar setuju untuk pemindahan sekolah. Hanya saja, mereka meminta perhatian pemerintah untuk beberapa kebutuhan.

Ia mengungkapkan, karena semua pihak sudah sepakat, maka pemerintah juga akan tetap memfasilitasi aspirasi dari pihak orangtua dan komite. "Salah satunya untuk menata dan membangun pengaman berupa pagar. Kebutuhan tersebut telah dianggarkan dan segera dilaksanakan," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.