Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Alih Fungsi SDN Ibu Jenab 1 Jadi Lahan Parkir Disoal

Cucu Siti Jenab: Tanah Wakaf Ini untuk Memajukan Pendidikan Khususnya Kaum Perempuan

Angga Purwanda

Kamis, 11 Januari 2018 - 06:25 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - RENCANA Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengalihfungsikan SD Negeri Ibu Jenab 1 menjadi lahan parkir disoal sejumlah kalangan, tak terkecuali keluarga keturunan Siti Jenab.

Hal itu, terungkap saat audiensi pihak keluarga keturunan Siti Jenab, dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pedidikan dan Kebudayaan, di SDN Siti Jenab 1, Jalan Siti Jenab, Rabu (10/1/2018).

Dalam audiensi itu, keluarga keturunan Siti Jenab tidak akan menyetujui jika Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengalihfungsikan sekolah menjadi lahan parkir yang sifatnya komersil. Sebab, sejak awal sekolah yang berdiri di tanah wakaf itu diperuntukkan untuk memajukan pendidikan, khususnya kaum perempuan.  

Pihak keluarga yang diwakili oleh beberapa orang cucu dari Siti Jenab itu juga meminta agar tempat yang memiliki nilai sejarah utamanya terkait pendidikan, bisa tetap dijadikan lokasi yang berkaitan dengan pendidikan, pengembangan seni budaya, sesuai yang dicita-citakan Siti Jenab.

"Kami harap jangan dijadikan lahan parkir, baiknya dijaga dan tetap dijadikan tempat yang berhubungan dengan pendidikan. Apalagi ini kan jadi pionir pendidikan, utamanya bagi kaum perempuan," ujar Memet Hakim, salah seorang cucu Siti Jenab saat ditemui wartawan usai audiensi bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rabu (10/1/2018).

Memet menuturkan, neneknya (Siti Jenab, red) membangun sekolah khusus untuk perempuan di lokasi tersebut, setelah mendapat wakaf tanah dari Bupati Cianjur ketika itu, tepatnya pada tahun 1906. Seiring waktu sekolah tersebut terus berkembang dan menjadi SDN Ibu Jenab I.

"Ini merupakan tempat bersejarah layaknya cagar budaya lainnya yang harus dilestarikan pemerintah daerah. Apalagi ini merupakan wakaf untuk pendidikan, kalau memang mau dipindah tanpa harus merusak lokasi dan fungsi seharusnya. Kami sudah sepakat dan pemerintah daerah berjanji tidak akan membongkar bangunan," katanya.

Memet menambahkan, pihak keluarga keturunan Siti Jenab juga rencananya akan ditemukan dengan Bupati CIanjur, Irvan Rivano Muchtar usai orang nomor satu di Cianjur tersebut pulang beribadah Umroh. "Itu juga jadi salah satu poin dalam pembahasan, akan adanya pertemuan dengan bupati," katanya.

Tak hanya pihak keluarga dan keturunan Siti Jenab, para orang tua dan siswa juga mengaku tidak mau pindah dari sekolah yang mereka tempati saat ini, sebab sekolah pengganti yang jauh di pinggir kota dengan kondisi bangunan yang belum aman bagi siswa SD. Mereka berharap Pemkab Cianjur bisa menunda atau bahkan mengurungkan rencana tersebut.

Ajeng Ratna (30), orang tua siswa, menuturkan, keberatan karena lokasi yang jauh ditambah lingkungan sekolah yang baru berdekatan dengan sungai, sehingga cukup membahayakan para siswa ketika melakukan aktifitas belajar mengajar.

"Sangat keberatan dengan rencana yang akan dilakukan pemerintah tersebut, seharusnya nereka melakukan kajian dulu sebelum mengambil setiap keputusan. Jangan pengen benar sendiri, beliau bisa seperti saat ini karena kami, rakyatnya,” jelas Ajeng.

Salah satu pegiat budaya Cianjur Eko Wiwit mengatakan, alih fungsi lahan sekolah yang diinstruksikan Bupati Cianjur itu harus dipertimbangkan kembali. Apalagi, lokasi sekolah yang dimaksud termasuk dalam zona cagar budaya Cianjur.

"Benda atau bangunan yang punya nilai sejarah, sangat penting untuk dipertahankan. Kalau generasi penerus tidak tahu sejarahnya, nantinya mereka akan kehilangan jati diri," kata Eko kepada awak media.

Ia menambahkan, lokasi sekolah tersebut juga memiliki kaitan sejarah. Soalnya, letaknya berdekatan dengan lingkungan pemerintahan. Sepanjang radius 3-5 kilometer dari pusat pemerintahan, terdapat berbagai benda dan bangunan bersejarah.

Hal itulah yang kemudian menimbulkan pertanyaan. "Kenapa harus sekolah tersebut yang dijadikan lahan parkir. Padahal, masih banyak lahan yang luas seperti di alun-alun dan lokasi lain yang tidak menganggu cagar budaya," kata dia.

Bukan tanpa alasan, menurut dia, saat ini sudah banyak cagar budaya di Cianjur yang sudah dialihfungsikan. Oleh karena itu, besar harapan Eko agar pemerintah kabupaten dapat bijaksana melakukan pembangunan dan penataan. Ia mengingatkan, kedua proses tersebut jangan sampai merusak tempat yang memiliki nilai sejarah.

Budayawan dan Sejarawan Cianjur lainnya, Pepep Johar pun menyayangkan rencana pembongkaran SDN Ibu Jenab yang kemudian akan direlokasi ke bekas kantor Dinas Tarkim. Soalnya, sekolah itu memiliki nilai sejarah pendidikan bagi kalangan perempuan di Cianjur.

"Siti Jenab menjadi pionir pendidikan di Jawa Barat, bersama dua tokoh lainnya. Nah, rencana (pembongkaran) ini akan susah dihentikan kecuali DPRD mau turun tangan dan menjaga lokasi historis itu," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman memastikan, jika bangunan SDN Ibu Jenab I bukan salah satu cagar budaya di Cianjur. "Jadi, kebijakan (pemindahan dan pembangunan) itu akan tetap dijalankan. Akan dilakukan penataan sebelum KBM dipindahkan, semuanya sudah setuju," kata Herman.

Berdasarkan pertemuan dengan pihak terkait, orangtua dan komite yang telah diberikan angket pun sebagian besar setuju untuk pemindahan sekolah. Hanya saja, mereka meminta perhatian pemerintah untuk beberapa kebutuhan.

Ia mengungkapkan, karena semua pihak sudah sepakat, maka pemerintah juga akan tetap memfasilitasi aspirasi dari pihak orangtua dan komite. "Salah satunya untuk menata dan membangun pengaman berupa pagar. Kebutuhan tersebut telah dianggarkan dan segera dilaksanakan," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…