Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Polres Cianjur Tingkatkan Pengawasan industri Rumahan

Pasca Terungkapnya Pabrik Mie Berformalin Oleh Direskrimsus Polda Jabar

Angga Purwanda

Kamis, 11 Januari 2018 - 21:55 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur langsung bergerak cepat dengan menerjunkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk melakukan pengawasan dan pendataan terkait industri rumahan yang ada di Kabuapaten Cianjur.

Hal itu dilakukan, pasca terbongkarnya pabrik mie berbahan formalin oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Barat di wilayah Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, mengatakan, jajarannya akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap industri-industri, mulai dari skala kecil hingga besar yang ada di Kabupaten Cianjur dengan melibatkan langsung para Bhabinkamtibmas yang ada disetiap desa.

Soliyah menyebutkan, peningkatan pengawasan itu untuk mengetahui aktifitas setiap industri, terutama industri bahan makanan yang ada di wilayah itu. “Saya sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Cianjur,  untuk bersama-sama turun ke lapangan dengan melakukan penegcekan dan pemeriksaan setiap industri, skala kecil hingga besar, terutama industri bahan makanan,” kata Soliyah, kepada wartawan, Kamis (11/1/2018).

Dijelaskan Soliyah, jajarannya akan memberikan tindak tegas terhadap para pengusaha atau pemilik industri yang memang melakukan pelanggaran. “Untuk yang diungkap oleh Direskrimsus, mereka memang baru beroperasi beberapa waktu di wilayah Cianjur. Tapi ini menjadi perhatian serius kami untuk lebih meningkatkan pengawasan setiap aktifitas industri di Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Sebelumnya, Direskrimsus Polda Jawa Barat berhasil menangkap Miftah Supriatna (51) pemilik pabrik mie berbahan formalin di wilayah Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Dari hasil pengungkapan itu, petugas menyita ton-an mie berformalin siap edar.

“Ini terungkap dari hasil penyelidikan petugas di Pasar Caringin, Kota Bandung terkait ditemukannya mie berbahan formalin. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut diketahui, jika mie tersebut di produksi di wilayah Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur,” jelas Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Dari hasil pengembangan itu, sebut Agung, jajarannya berhasil menangkap pemilik industri, Miftah Supriatna (51). Jajarannya berhasil menyita satu ton mie berformalin beserta bahan-bahan produksi lainnya.

“Miftah kini ditahan di Mapolda Jabar. Tersangka dikenakan Pasal 135 huruf a dan b Undang-undang Nomor 18 Thun 2012 Tentang Pangan‎ dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Dari pengakuan tersangka sudah memproduksi mie formalin sejak 10 bulan yang lalu dengan produksi tiap dua hari seberat 800 kilogram hingga 950 kilogram dan dipasarkan di Pasar Caringin Bandung," pungkas Agung. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.