Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Dirut: Kami Sudah Tahu dari Tahun-tahun Sebelumnya

Dugaan Pungli Warnai Rekrutmen Pegawai di RSUD Sayang Cianjur

Angga Purwanda

Jumat, 12 Januari 2018 - 08:05 WIB

Foto: net
Foto: net
A A A

Beritacianjur.com - DIREKTUR Utama RSUD, Ratu Tri Yulia, buka suara terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) pada rekrutmen calon pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur

Ia mengaku sudah mendengar hal tersebut, bahkan dari tahun-tahun  sebelumnya. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, ia mengatakan sudah mengadakan pembinaan kepada petugas agar hal tersebut tidak kembali terjadi.

“Meskipun buktinya belum ada, kita tetap menindaklanjutinya agar tidak terjadi lagi hal tersebut,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Kamis (11/1/2018).

Saat ditanya jika sudah terbukti, Ratu menegaskan, hal tersebut akan diselesaikan dengan aturan yang ada di kepegawaian. “Kami sudah serahkan masalah ini kepada BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Cianjur,“ katanya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) pada rekrutmen calon pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Ya, ternyata, jumlah korban perekrutan yang diiming-imingi bisa bekerja di rumah sakit plat merah dengan bayaran puluhan juta rupiah, mencapai puluhan orang.

Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya pengakuan yang terus bermunculan. Tak hanya pengakuan dari mereka yang ditepati janjinya, namun banyak pula calon pegawai yang mengeluh karena iming-iming bisa bekerja di RSUD tak kunjung terwujud. Padahal puluhan juta rupiah sudah disetor.

Pengakuan terbaru datang dari calon pegawai berinisial M (26). Lulusan salah satu akademi keperawatan swasta di Bandung ini mengaku, dimintai uang sebesar Rp25 juta oleh salah seorang pejabat di lingkungan RSUD berinisial C melalui L.

“Saya tidak tahu awalnya, yang saya tahu orangtua saya tiba-tiba saja meminta saya untuk menyiapkan persyaratan untuk melamar pekerjaan di RSUD Sayang Cianjur. Katanya ada orang dalam yang menjanjikan bisa bekerja di sana (RSUD, red),” ungkap M kepada wartawan, Rabu (3/1/2017).

Setelah menunggu lama, sambung M, kabar atau panggilan tak kunjung datang. Karena merasa penasaran, akhirnya dirinya bersama orangtuanya pun memutuskan untuk mendatangi salah seorang pejabat RSUD yang memberikan janji manis tersebut.

“Karena janjinya tidak ditepati, akhirnya orangtua saya meminta kembali uang Rp25 juta yang sempat disetorkan. Namun, saat didesak untuk mengembalikan uang, si oknum itu meminta agar proses pengembalian dilakukan secara bertahap. Bahkan, hingga kini masih ada sisa sebesar Rp 5 juta lagi yang belum dikembalikan,” jelas M.

“Korban bukan hanya saya saja, tapi ada yang lain juga, mungkin perkiraan berjumlah puluhan orang. Tak hanya dari Cianjur, calon dari luar daerah seperti Kabupaten Bandung Barat saja banyak,“ sambungnya.

Selain M, salah seorang calon pegawai berinisial S (24) mengaku diminta Rp20 juta oleh salah seorang pegawai RSUD berinisial H, dengan iming-iming bisa bekerja di rumah sakit plat merah tersebut.

“Awalnya dari kenalan orangtua saya yang menyebutkan ada rekrutmen pegawai di RSUD Cianjur, tapi harus siap menyediakan uang sebesar Rp 20 juta untuk pelicin agar bisa diterima,” ungkap S kepada wartawan, Selasa (2/1/2018).

Ia menuturkan, dirinya dijanjikan dapat masuk bekerja di bagian administrasi RSUD Cianjur pada Desember lalu. Namun hingga saat ini, janji tersebut tak kunjung dipenuhi. Malah, sambung dia, si oknum berniat akan mengembalikan uang yang telah diterimanya sebagai pelicin. “Saya tidak mau uang saya kembali, tapi janjinya harus dipenuhi,” tuturnya.

Tak hanya S, salah seorang pegawai RSUD Sayang yang enggan disebutkan namanya juga menyebutkan, untuk bisa bekerja di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, ia harus merogoh kocek Rp15 juta. 

“Uangnya Rp 15 juta, tapi Alhamdulilah saya bisa diterima. Tapi tetap saja, dalam tiga bulan pertama masuk saya tidak menerima gaji penuh, hanya menerima Rp500 ribu setiap bulannya,” jelasnya.

Informasi lainnya yang cukup mengejutkan datang dari salah seorang perawat RSUD yang juga enggan disebutkan namanya. Menurutnya, uang yang diminta si oknum berinisial H dan C bisa mencapai Rp60 juta.

Ia menjelaskan, perekrutan calon pegawai RSUD terbaru dilakukan pada November dan Desember lalu. Jumlah rekrutmen sebanyak 32 pegawai, 20 untuk bagian perawat dan sisanya bagian administrasi.

Saat ditanya mekanisme perekrutan pada akhir tahun lalu, ia mengatakan, perekrutan tersebut bukan perekrutan besar-besaran yang biasanya disosialisasikan terlebih dahulu. Namun menurutnya, perekrutan tersebut merupakan perekrutan ‘siluman’ atau tertutup.

“Kalau tiba-tiba ada pegawai masuk atau suka disebut pegawai ‘siluman’, yang kayak gitu mah gak mungkin polos, pasti diminta bayaran. Bayarannya berbeda-beda, bahkan ada yang bisa mencapai Rp60 juta. Sebenarnya bagi pegawai di sini (RSUD) mah sudah lumrah,“ ungkapnya.

Terpisah, menanggapi temuan dan pengakuan tersebut, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH mengaku pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan, terkait dugaan adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur.

Rencanya, jelas Soliyah, pihaknya juga akan memanggil Dirut RSUD Sayang Cianjur. "Kami akan segera lakukan pemanggilan terhadap Dirut RSUD terkait adanya dugaan tersebut," ucapnya.

Soliyah mengimbau, masyarakat agar tidak mudah terbujuk dengan janji atau iming-iming dari oknum yang memanfaatkan peluang untuk dapat meraup keuntungan pribadi. Pasalnya, tidak semuanya menjadi kenyataan.

"Jadikan pengalaman, karena kasus serupa selalu terjadi. Baiknya bekali diri dengan persyaratan yang diwajibkan atau kualifikasi yang dibutuhkan. Hal itu seperti menembak di atas kuda, ya hasilnya gambling. Mungkin mereka (calon pegawai, red) bisa masuk secara murni, tapi karena sudah merasa dibantu akhirnya harus mengeluarkan sejumlah uang kepada oknum yang bermain itu," tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi menegaskan, akan segera memerintahkan Komisi IV untuk segera menindaklanjuti dugaan adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur. “Ya, dugaan ini harus segera ditindaklanjuti,“ singkatnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.