Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Sehari Dua Kecelakaan Lalulintas Terjadi Di Cianjur

Empat Orang Luka Ringan dan Kerugian Material Capai Puluhan Juta

Angga Purwanda

Minggu, 14 Januari 2018 - 21:02 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - DUA kali kecelakaan lalulintas terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur, Minggu (14/1/2018). Selain kerugian material, akibat kecelakaan yang terjadi di dua ruas jalan rawan kecelakaan itu juga mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka ringan.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan pertama terjadi di ruas Jalan Raya Bandung, Kampung Pareang RT 04/01, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi,  Minggu (14/1/2018) sekitar pukul 07.15 WIB. Dimana, kecelakaan itu berawal saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi (Nopol) F 1716 TH yang dikemudikan Fransiscus Primus Romantus (32), warga Kampung Sukasirna RT 07/07, Selabatu, Cikole, Kabupaten Sukabumi melaju dari arah Cianjur menuju Bandung dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba oleng ke arah kanan jalan disaat bersamaan melaju mobil Honda HRV Nopol D 1841 ADM yang dikemudikan Tatang Rahmat (61), warga Kampung Cikutra No 27, RT 09/002, Kota Bandung yang hendak mendahului mobil Avanza itu, sehingga senggolan kedua kendaraan itu pun tak bisa dihindari.

Untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal, si pengendara mobil HRV mencoba mengerem laju kendaraannya, namun gagal saat mencoba menghindari tabrakan itu, melaju dari arah berlawanan mobil Suzuki APV Nopol D 8354 FB, yang dikemudikan R Hake Jelfit Albet, warga Jalan Abdul Muis, Kota Solok, Sumatera Barat. Akibat kecelakaan lalulintas itu, tak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Selain itu, kecelakaan kembali terjadi di ruas Jalan Raya Sukabumi, Kampung Lembur Kebon, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong (Km 71), Minggu (14/1/2018) sekitar pukul 15.45 WIB. Akibat kecelakaan itu, empat orang mengalami luka ringan dan kerugian material ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana, mengungkapkan kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Raya Sukabumi itu, terjadi saat bus Hiba Putra Nopol D 7693 AD yang dikemudikan oleh Edi Sukmayadi, melaju dari Cianjur menuju Sukabumi. Saat melintasi Jalan Raya Cianjur-Sukabumi tepatnya di Desa Bangbayang, pengemudi bus berusaha menyalip sepeda motor di depannya.

Namun posisi bus yang menyalip dalam kondisi yang kurang tepat membuat bus menabrak mobil Toyota Vios bernopol F 1612 QZ yang dikemudikan Encu Suryadi (62) dari arah yang berlawanan. Usai menabrak mobil sedan, laju bus malah tidak terkendali sehingga menabrak truk boks bernopol F 8034 SR yang dikemudikan Cecep Kurnia (42) yang berada tepat di belakang mobil sedan.

“Dari dua kecelakaan lalulintas tersebut, semuanya dikarenakan kelalaian pengendara (Human error, red). Kami masih mendalami penyebab pasti kedua kecelakaan yang timbulnya kerugaian material hingga puluhan juta rupiah dan beberapa orang mengalami luka ringan,” ungkap Rendy, kepada wartawan, Minggu (14/1/2018).

Keempat korban luka ringan, sebut Rendy, ialah Cecep Kurnia yakni pengemudi truk, serta Teti Ratnawati (58), Geugeu Ratna (38), dan Lia Surya Pirwati (22) yang merupakan penumpang sedan. “Semua korban langsung mendapatkan penanganan medis di Klinik PMI Gekbrong, dan sudah diperbolehkan pulang,” ucapnya.

Rendy mengimbau para pengendara, agar lebih mengutamakan keselamatan saat melajukan kendaraannya. “Sebab, sebagian besar penyebab kecelakaan lalulintas diakibatkan kelalaian pengendara,” katanya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 16 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.