Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Innalillahi, Bahan Berbahaya dan Beracun Dibiarkan Numpuk

Pengelolaan Limbah Medis B3 di RSUD Buruk

Angga Purwanda

Selasa, 16 Januari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Kesehatan Petugas, Pasien, Pengunjung dan Masyarakat Sekitar Terancam

Beritacianjur.com - RSUD, oh, RSUD. Ada apa dengan RSUD Sayang Cianjur? Dua mhasalah besar belum juga selesai, kini rumah sakit plat merah tersebut kembali menjadi sorotan publik. Betapa tidak, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di RSUD dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka.

Seperti diketahui, dua masalah sebelumnya di RSUD Sayang Cianjur belum terselesaikan, yakni adanya dugaan pungutan liar (pungli) pada rekrutmen calon pegawai di RSUD Cianjur, serta masih banyak pasien BPJS Kesehatan yang disuruh membeli obat di luar rumah sakit dengan uang pribadinya.

Kini, persoalan lain yang tak kalah merugikan bahkan membahayakan banyak pihak, kembali terjadi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur ini.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, mendefinisikan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sebagai zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Dari pengakuan salah seorang petugas pengelola limbah media B3 RSUD, dalam satu hari limbah B3 yang dihasilkan RSUD itu mencapai 2 kuintal. Selain buruknya pengelolaan limbah tersebut, pihak RSUD Cianjur juga tidak memerhatikan segi keamanan bagi para petugas pengelola limbah.

“Ya, mau bagaimana lagi kang sudah tugas saya. Kadang, suka kepikiran juga karena limbah dari setiap ruangan kan membawa penyakit. Apalagi sekarang, banyak pasien yang terdampak difteri. Kami kan tidak tahu mana limbah bekas pasien itu,” kata petugas pengelola limbah B3 itu, kepada wartawan, Senin (15/1/2018).

Petugas yang enggan disebutkan namanya itu menyebutkan, menumpuknya limbah medis hingga ke luar ruangan penyimpanan khusus, dikarenakan ruangan tempat penyimpanan sudah penuh, akibat limbah yang sebelumnya tidak diangkut oleh pihak rekanan. Sementara limbah medis dari RSUD setiap hari selalu ada.

“Informasinya sih kontrak dengan rekanannya belum selesai, tapi kami tak tahu persis itu urusan manajemen. Biasanya diangkut seminggu dua kali, tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang angkut. Jika terus dibiarkan seperti ini, tentunya akan terus menumpuk dan membahayakan,” ucapnya.

Sementara itu, saat akan dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, pihak pimpinan RSUD Sayang Cianjur tidak mau memberikan keterangan. “Aduh, maaf kang, pimpinan tidak berkenan untuk memberikan keterangan terkait persoalan  ini,” jelas salah seorang staf Humas RSUD Sayang, Cianjur.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengaku kesal. Pasalnya, ia menilai persoalan buruknya pengelolan limbah B3 di RSUD ini sudah menyangkut kelangsungan hidup manusia.

“Namanya aja RSUD Sayang, tapi kok gak sayang sama pasien bahkan sema pegawainya sendiri. Ini sangat bahaya sekali,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Senin (15/1/2018).

Rudi menegaskan, pada Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun disebutkan, karakteristik limbah B3 itu mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif dan beracun.

Terkait karakteristik infeksius, sambung Rudi, limbah infeksius ini limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif) dan limbah laboratorium.

“Limbah ini dapat menjadi sumber penyebaran penyakit pada petugas, pasien, pengunjung, maupun masyarakat sekitar. Coba, bagaimana tidak bahaya, ini harus segera ditindak. Pejabat RSUD harus bertanggungjawab dan segera menyelesaikannya,“ ucapnya.

Rudi mengaku heran persoalan berbahaya di RSUD Cianjur ini bisa terjadi. Jika persoalannya karena kontrak dengan rekanan belum selesai seperti yang disebutkan salah satu petugas RSUD Cianjur, sambung Rudi, pihak RSUD seharusnya tak membiarkan permasalah membahayakan ini berlarut-larut.

“Kesehatan atau nyawa manusia itu lebih berharga dari sekadar nego dengan pengusaha untuk mengelola B3. Ini soal nyawa, jangan utamakan cari untung dulu. Apalagi saya pernah dapat informasi, katanya tendernya sudah selesai dan persoalan limbah b3 ini sudah berlangsung sejak September 2017 lalu. Itu informasi, harus kita telusuri,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.