Jumat, 25 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Butuh Uluran Tangan Dari Para Dermawan

Mustofa

Kamis, 18 Januari 2018 - 00:01 WIB

foto: Istimewa
foto: Istimewa
A A A

Beritacianjur.com - Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34)  warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek lemah diatas tempat tidur. Pada hal anak seusianya seharusnya sudah bisa lari dan belajar berbicara.

Kondisi Muhammad Zimaam yang mengalami keterlambatan perkembangan tidak terlepas dari sakit yang dialaminya. Berbagai ihtiar telah dilakukan, termasuk membawanya untuk berobat kerumah sakit. Keterbatasan dana membuat pengobatan Muhammad Zimaam harus terhenti. Butuh uluran tangan dermawan untuk membantu keluarga Muhammad Zimam.

Menurut Ririn Saprina, ibu dari Muhammad Zimaam, anak semata wayangnya yang lahir prematur itu saat dilahirkan dalam kondisi sehat meskipun agak kuning sehingga harus di bluelight. Zimaam menjalani hari-harinya sebagai bayi baru lahir dengan sehat dan ceria hingga pada usianya yang ke 1,5 bulan, Zimaam mengalami panas tinggi.

"Waktu itu saya berikan obat penurun panas atas saran dari bidannya Zimaam, dan hari esoknya, panasnya turun. Namun seharian Zimaam menangis dan tidak mau menyusui, hingga pada sore harinya, tubuh Zimaam terasa dingin dan pucat, kemudian dia kejang. Saya membawanya ke IGD RSUD Cianjur dan akhirnya saya mengetahui, Zimaam telah mengalami perdarahan intrakranial (perdarahan di otak) sehingga mengakibatkan koma yang terpaksa harus dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat darah beku di otaknya," kata Ririn.

Tiga minggu setelah operasi, kata Ririn luka jahitan di kepalanya sempat mengalami infeksi. Jahitannya terbuka dan bernanah, yang menyebabkan lamanya penyembuhan pasca operasi. Akibat apa yang telah dialaminya, otak Zimaam mengalami kerusakan yang kemudian didiagnosis Cerebral Palsy Quadriphlegi Spastis atau kelumpuhan otak yang mempengaruhi perkembagan syaraf otot hampir di seluruh tubuh dan sejumlah syaraf pada organ indera.

"Pasca operasi, Zimaam pun didiagnosis epilepsi umum yang membuatnya sering mengalami kejang myoclonicsampai saat ini. Kondisinya saat ini masih belum mampu berguling, karena lehernya tidak mampu menopang tubuh sebagaimana mestinya. Hal ini mengakibatkan perkembangan motoriknya mengalami hambatan yang besar. Kesehariannya Zimaam hanya bisa berbaring," paparnya.

Agar Zimaam dapat tumbuh dengan baik, prioritas utama yang sangat dibutuhkan adalah fisioterapi yang intensif untuk dapat membantu Zimaam dalam mencapai kemandirian motoriknya. "Apa yang saya harapkan atas kondisi ini adalah, agar Zimaam bisa melakukan fisioterapi secara intensif agar kondisinya bisa lebih baik lagi. Namun terhenti karena keterbatasan biaya," ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan ada dermawan yang kiranya bisa membantu biaya untuk pengobatan anak satu-satunya. Karena anaknya tersebut tidak bisa tercover oleh BPJS kesehatan. "Hingga hari ini, saya hanya bisa melatih motorik Zimaam dengan cara saya atau melalui vidio yang ada. Hanya itu yang bisa saya lakukan untuk Zimaam, sambil terus berdoa dan berharap Alloh memberikan rezeki dan jalan terbaik untuk kesehatan dan kemandirian motorik dan kemampuan kecerdasan, penglihatan, dan kemampuan berbicara Zimaam," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 10 jam yang lalu

Bupati dan DPRD Dianggap Langgar Undang-Undang

SEBUAH fakta mengejutkan terkait kinerja anggota DPRD Cianjur dalam melakukan pengawalan jalannya roda pemerintahan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, kembali terungkap.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Pembangunan Kantor Kecamatan Ciranjang Disorot

PEMBANGUNAN kantor baru Kecamatan Ciranjang yang saat ini tengah berlangsung mendapat sorotan publik.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Ngabuburit Naik Delman Rame-Rame Budaya Tahunan

NGABUBURIT merupakan salah satu budaya urang sunda yang lazim dilakukan anak-anak yang sedang belajar berpuasa, pada sore hari menjelang ditabuhnya bedug magrib atau menunggu tibanya adzan magrib pada…

Bisnis Line 11 jam yang lalu

Sabore Kitchen Gelar Seminar 'Digital Marketing'

REVOLUSI digital, perkembangannya sekarang sudah hadir di semua lini. Mulai dari segmen retail, perbankan, media, otomotif hingga segmen kuliner sudah sentuh era digitalisasi. Berangkat dari fakta yang…

Aktualita 24/05/2018 08:00 WIB

'Gono gini' Upah Pungut PPJU

TERUNGKAP, ternyata jatah pembagian "gono gini" upah pungut atau insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi untuk Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, sebesar 18 persen dari total penerimaan.

Cianjur Euy 24/05/2018 06:02 WIB

Berobat Cukup Bayar Dengan Membaca Alquran Satu Juz

LANTUNAN bacaan ayat suci Alquran terdengar jelas saat memasuki Klinik Kesehatan Harapan Sehat. Ya, selama ramadan ini bagi masyarakat yang akan berobat di klinik tersebut tak perlu mengeluarkan uang…

Cianjur Euy 24/05/2018 06:01 WIB

Impian Warga Pasirtarisi Miliki Masjid Permanen Terwujud

RASA senang dan gembira terpancar dari masyarakat Kampung Pasirtarisi, Desa Malati, Kecamatan Naringgul. Sebab, mimpi mereka untuk memiliki masjid permanen menjadi kenyataan.

Cianjur Euy 24/05/2018 06:00 WIB

Komisi V DPR RI Pastikan Arus Mudik Tak Terkendala

KOMISI V DPR RI terus mengevaluasi berbagai hal yang mungkin bisa jadi kendala menjelang arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah. Hal itu diungkapkan, anggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz,…

Si Maung 24/05/2018 02:03 WIB

Keangkeran “Kandang Maung” Terjaga

KEANGKERAN “kandang maung” masih terjaga setelah Persib Bandung berhasil membekuk PSM Makassar 3-0, pada laga lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (23/5/2018) malam.

Cianjur Euy 23/05/2018 21:16 WIB

Pembangunan Di Desa Mekargalih Terlambat

BARU saja dua hari bertugas menjalankan pucuk pimpinan pemerintahan desa, Kepala Desa Mekargalih terpilih yang baru saja dilantik Taryat Bibrata langsung disambut permasalahan.