Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

Gie

Kamis, 18 Januari 2018 - 08:05 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak ketiga, membuat geram sejumlah kalangan.

Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai hal tersebut sudah merupakan pembohongan publik. Alhasil ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan yang terjadi di RSUD Sayang Cianjur.

“PT Wastec International sudah jelas membantah, mereka tidak mengangkut bukan karena ada masalah atau gudangnya overload, tapi ternyata pihak RSUD-nya yang belum bayar. Parah ini. Emang gak ada anggarannya? Ini wajib diusut tuntas,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (17/1/2018).

Menurutnya, kebohongan ini juga bisa disebut penipuan. Tindak pidana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

“Sekarang tinggal ditelusuri, wakil bupatinya yang bohong atau laporan dari RSUD-nya bohong sebagai pembelaan,“ tegasnya.

Sebelumnya, Rudi mengaku aneh dengan sikap dan lambannya tindakan pihak RSUD Sayang Cianjur ataupun Pemkab Cianjur.

“Limbah medis B3 itu sangat berbahaya bagi pasien, pengunjung, petugas RSUD, maupun masyarakat sekitar, jadi aneh kalo tindakannya lambat. Harusnya ini diatasi dengan cepat,“ tegasnya.

Ia menilai, Wakil Bupati Cianjur jangan hanya menyalahkan pihak ketiga, namun pihak RSUD Cianjur pun harus diberikan sanksi karena masalah berbahaya ini dibiarkan tak teratasi selama berminggu-minggu.

“Ngomongnya kan Wabup baru tahu hari Senin (15/1/2018), artinya selama berminggu-minggu RSUD tidak melaporkan masalah berbahaya ini. Pertanyaannya, apa yang dilakukan pejabat RSUD selama ini? Apalagi persoalan ini bukan yang pertama kalinya,” ungkapnya.

“Jadi jangan hanya bisa menyalahkan pihak ketiga saja. Kalau tidak ramai di media cetak, bisa jadi hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Misalnya penularan penyakit-penyakit yang berbahaya atau yang lainnya. Jadi ini jelas kelalaian RSUD juga dan harus diusut tuntas. Selain itu, apa bisa dijamin selama beberapa hari ke depan bisa aman?” sambungnya.

Dalam Undang-Undang RI No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jelas Rudi, disebutkan bahwa setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan dan/atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan dan/atau mengelola limbah B3, dan/atau menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.

Rudi menambahkan, dalam UU RI No 32 Tahun 2009 juga disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun  dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

“Masalah ini harus benar-benar diselidiki, bahkan aparat penegak hukum juga harus turun tangan. Persoalan ini menyangkut kelangsungan hidup manusia, jadi harus ditangani serius dan harus diusut tuntas,“ tegasnya. 

Saat ditanya soal kinerja RSUD, Rudi menilai para pejabat di rumah sakit plat merah tersebut wajib dievaluasi. Pasalnya, tak hanya persoalan limbah medis B3, namun ada dua masalah lainnya yang juga terjadi di RSUD.

“Sekarang lagi ramai soal limbah B3 ini, tapi kita jangan lupa ada dugaan pungli pada rekrutmen pegawai di RSUD, terus ada juga soal banyaknya pasien BPJS Kesehatan yang disuruh beli obat pakai uang sendiri. Masalahnya banyak, jadi RSUD Sayang Cianjur harus dievaluasi dan ditindak tegas,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 27 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 28 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 29 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.