Rabu, 21 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

RSUD Cianjur Kewalahan, Karena Keterbatasan Ruang Isolasi

Angga Purwanda

Kamis, 18 Januari 2018 - 21:50 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan, akibat bakteri Corynebacterium diphtheriae mencapai 15 orang.

Dengan terus meningkatnya pasien Difteri di Cianjur, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur itu terpaksa merujuk sejumlah pasiennya ke rumah sakit di luar Cianjur, karena keterbatasan ruang isolasi.

Kepala Bidang Medis RSUD Sayang, Cianjur, dr Cecep Juhana, menyebutkan, berdasarkan data yang dimilikinya, sejak April 2017 hingga Januari 2018 ada 27 pasien yang masuk RSUD Sayang, Cianjur. Namun, untuk bulan Januari ini jumlahnya cukup banyak, mencapai 15 pasien.

“Hingga pertengahan bulan ini (Januari, red) jumlah pasien Difteri yang ditangani mencapai 17 pasien, tapi dari hasil pemeriksaan medis, dua pasien dinyatakan negatif dan hanya mendapatkan perawatan biasa,” jelas Cecep, kepada wartawan, Kamis (18/1/2018).

Cecep mengungkapkan, untuk pasien Difteri yang ditangani RSUD Cianjur berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Pacet, Cikalongkulon, Bojongpicung, Ciranjang, hingga Sindangbarang. Rentang usia pun bervariatif, namun yang terbanyak berada di usia 7 tahun ke bawah.

"Terakhir ada dua pasien dari Sindangbarang yang berada di usia SMK. Kalau laporan ada belasan, tapi yang positif hanya dua orang dan telah ditangani dengan serius. Kalau terkait usia, sebenarnya dari rentang 2 sampai 23 tahun, tapi yang paling banyak 7 tahun ke bawah, yakni berjumlah 6 orang," ungkapnya.

Belasan pasien itu, sebut Cecep, saat ini dalam tahap penyembuhan, beberapa di antaranya sudah dipulangkan dan dinyatakan sembuh. Tapi, lanjut dia, ada juga pasien yang dirujuk ke salah satu rumah sakit di Bandung lantaran ruang isolasi yang tidak cukup.

"Jadi dari total 15 pasien,yang masih dirawat ada 8, empat pasien sudah pulang, dua pulang atas keinginan sendiri tapi sudah sembuh, dan satu lainnya dirujuk ke Bandung," katanya.

Menurutnya, saat ini hanya tersedia ada enam ruang isolasi dewasa dan empat isolasi anak. Namun untuk antisipasi tersebut, puskesmas bakal dilibatkan dalam penanganan difteri, salah satunya dengan menyediakan ruang isolasi khusus.

Dalam penganannya, tutur Cecep, Difteri juga bisa diobati di tingkatan puskesmas. Pasalnya, hanya dengan pemberian obat dengan penanganan sesuai aturan, maka bisa maksimal. Hanya dalam 7 sampai 14 hari pun bisa sembuh.

"Rencana puskesmas bakal dilibatkan, sebab dari RSDH dan lainnya sudah tidak dapat menampung. Kami akan tangani secara maksimal, di samping Dinkes yang melakukan vaksinasi," tuturnya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Canjur, Asep Helmiono, menuturkan, pihaknya terus mengupayakan, vaksinasi ke masyarakat di daerah yang muncul kasus difteri di Cianjur.

"Sepertihalnya Sindangbarang, Ciranjang, Bojongpicung, dan pacet. Kami akan sosialisasikan dan vaksin. Kalau daerah yang tahun lalu muncul, sudah dilakukan vaksin, jadi tuntas. Jangan sampai difteri ini terus berkembang di Cianjur," kata Asep.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur, Rudi Agan, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk lebih fokus dan serius dalam mengatasi terus meningkatnya penderita Difteri di Cianjur.

Sebab, jelas Rudi, Difteri merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. “Penanganannya agar lebih maksimal, apalagi ada beberapa temuan kasus Difteri yang hingga menyebabkan penderitanya meninggal, seperti yang terjadi di Kecamatan Cikadu, beberapa waktu lalu,” kata Rudi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 6 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…

Aktualita 19/02/2018 08:05 WIB

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 19/02/2018 08:00 WIB

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:13 WIB

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 19/02/2018 01:12 WIB

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.