Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

RSUD Cianjur Kewalahan, Karena Keterbatasan Ruang Isolasi

Angga Purwanda

Kamis, 18 Januari 2018 - 21:50 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan, akibat bakteri Corynebacterium diphtheriae mencapai 15 orang.

Dengan terus meningkatnya pasien Difteri di Cianjur, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur itu terpaksa merujuk sejumlah pasiennya ke rumah sakit di luar Cianjur, karena keterbatasan ruang isolasi.

Kepala Bidang Medis RSUD Sayang, Cianjur, dr Cecep Juhana, menyebutkan, berdasarkan data yang dimilikinya, sejak April 2017 hingga Januari 2018 ada 27 pasien yang masuk RSUD Sayang, Cianjur. Namun, untuk bulan Januari ini jumlahnya cukup banyak, mencapai 15 pasien.

“Hingga pertengahan bulan ini (Januari, red) jumlah pasien Difteri yang ditangani mencapai 17 pasien, tapi dari hasil pemeriksaan medis, dua pasien dinyatakan negatif dan hanya mendapatkan perawatan biasa,” jelas Cecep, kepada wartawan, Kamis (18/1/2018).

Cecep mengungkapkan, untuk pasien Difteri yang ditangani RSUD Cianjur berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Pacet, Cikalongkulon, Bojongpicung, Ciranjang, hingga Sindangbarang. Rentang usia pun bervariatif, namun yang terbanyak berada di usia 7 tahun ke bawah.

"Terakhir ada dua pasien dari Sindangbarang yang berada di usia SMK. Kalau laporan ada belasan, tapi yang positif hanya dua orang dan telah ditangani dengan serius. Kalau terkait usia, sebenarnya dari rentang 2 sampai 23 tahun, tapi yang paling banyak 7 tahun ke bawah, yakni berjumlah 6 orang," ungkapnya.

Belasan pasien itu, sebut Cecep, saat ini dalam tahap penyembuhan, beberapa di antaranya sudah dipulangkan dan dinyatakan sembuh. Tapi, lanjut dia, ada juga pasien yang dirujuk ke salah satu rumah sakit di Bandung lantaran ruang isolasi yang tidak cukup.

"Jadi dari total 15 pasien,yang masih dirawat ada 8, empat pasien sudah pulang, dua pulang atas keinginan sendiri tapi sudah sembuh, dan satu lainnya dirujuk ke Bandung," katanya.

Menurutnya, saat ini hanya tersedia ada enam ruang isolasi dewasa dan empat isolasi anak. Namun untuk antisipasi tersebut, puskesmas bakal dilibatkan dalam penanganan difteri, salah satunya dengan menyediakan ruang isolasi khusus.

Dalam penganannya, tutur Cecep, Difteri juga bisa diobati di tingkatan puskesmas. Pasalnya, hanya dengan pemberian obat dengan penanganan sesuai aturan, maka bisa maksimal. Hanya dalam 7 sampai 14 hari pun bisa sembuh.

"Rencana puskesmas bakal dilibatkan, sebab dari RSDH dan lainnya sudah tidak dapat menampung. Kami akan tangani secara maksimal, di samping Dinkes yang melakukan vaksinasi," tuturnya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Canjur, Asep Helmiono, menuturkan, pihaknya terus mengupayakan, vaksinasi ke masyarakat di daerah yang muncul kasus difteri di Cianjur.

"Sepertihalnya Sindangbarang, Ciranjang, Bojongpicung, dan pacet. Kami akan sosialisasikan dan vaksin. Kalau daerah yang tahun lalu muncul, sudah dilakukan vaksin, jadi tuntas. Jangan sampai difteri ini terus berkembang di Cianjur," kata Asep.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur, Rudi Agan, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk lebih fokus dan serius dalam mengatasi terus meningkatnya penderita Difteri di Cianjur.

Sebab, jelas Rudi, Difteri merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. “Penanganannya agar lebih maksimal, apalagi ada beberapa temuan kasus Difteri yang hingga menyebabkan penderitanya meninggal, seperti yang terjadi di Kecamatan Cikadu, beberapa waktu lalu,” kata Rudi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.