Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

SPRI: Di Rumah Sakit Lain Lancar, Masalah Pengangkutan Limbah Medis B3 Hanya Terjadi di RSUD Sayang Cianjur

Gie/Angga

Jumat, 19 Januari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih saja berkilah.

Sebelumnya sudah jelas, PT Wastec International, yakni pihak ketiga yang memiliki kontrak dengan RSUD Sayang Cianjur memberikan keterangan, pihaknya berhenti mengolah dan mengangkut limbah B3 di RSUD dikarenakan belum dibayar sama sekali sejak awal kontrak.

Namun, Wakil Direktur RSUD Sayang Cianjur, Tiurna Hutapea mengaku belum pernah menerima invoice (tagihan, red) dari PT Wastec International terkait pembayaran jasa perusahaan tersebut.

“Jadi bukan tidak dibayar, tapi belum ada tagihan yang masuk ke kami. Selain itu juga katanya gudang PT Wastec International overload, jadi limbah B3 RSUD tidak terangkut,“ kilahnya saat dihubungi wartawan, Kamis (18/1/2018).

Ia juga mengaku akan membayar jasa PT Wastec jika sudah ada tagihannya. “Hanya saja sejauh ini memang tidak ada tagihan yang dialamatkan pada RSUD, sehingga belum terjadi pembayaran,“ ucapnya.

Menanggapi keterangan dari RSUD tersebut, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengaku geram. Menurutnya, alasan-alasan yang dilontarkan Wakil Direktur RSUD Sayang Cianjur, Tiurna Hutapea tidak masuk akal.

“Jika selama ini persoalannya hanya tagihan, kenapa pihak RSUD diam saja? Harusnya jemput bola dong? Selain itu, logikanya, kenapa yang bermasalah pengangkutan limbah medis di RSUD saja? Di RSDH (Rumah Sakit Dr. Hafiz) dan rumah sakit lainnya lancar-lancar saja kok,“ katanya kepada Berita Cianjur, Kamis (18/1/2018).

Soal alasan pejabat RSUD yang menuding gudang PT Wastec International overload, Rudi kembali menyebutkan alasan tersebut tak masuk akal atau hanya mengada-ada. Pasalnya, sambung Rudi, jika benar gudang milik Wastec overload, seharusnya limbah medis B3 di RSDH pun tak terangkut.

Sebelumnya, Rudi mengatakan, penjelasan dari RSUD sudah merupakan pembohongan publik. Alhasil ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan yang terjadi di RSUD Sayang Cianjur.

“PT Wastec International sudah jelas membantah dan punya bukti, mereka tidak mengangkut bukan karena ada masalah atau gudangnya overload, tapi ternyata pihak RSUD-nya yang belum bayar. Parah ini. Emang gak ada anggarannya? Ini wajib diusut tuntas,“ katanya.

Menurutnya, kebohongan ini juga bisa disebut penipuan. Tindak pidana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

“Sekarang tinggal ditelusuri, wakil bupatinya yang bohong atau laporan dari RSUD-nya bohong sebagai pembelaan,“ tegasnya.

 “Limbah medis B3 itu sangat berbahaya bagi pasien, pengunjung, petugas RSUD, maupun masyarakat sekitar, jadi aneh kalo tindakannya lambat. Harusnya ini diatasi dengan cepat,“ sambungnya.

Dalam Undang-Undang RI No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jelas Rudi, disebutkan bahwa setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan dan/atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan dan/atau mengelola limbah B3, dan/atau menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.

Rudi menambahkan, dalam UU RI No 32 Tahun 2009 juga disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun  dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Diberitakan sebelumnya, tudingan pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak ketiga, ternyata itu bohong. Benarkah?

Ya, kebohongan tersebut terungkap setelah Berita Cianjur mengonfirmasi langsung terhadap PT Wastec International, yakni pihak ketiga yang memiliki kontrak dengan RSUD Sayang Cianjur, untuk mengolah dan mengangkut limbah B3 di rumah sakit plat merah tersebut.

“Saya sebenarnya tidak mau banyak ngomong, tapi kalau RSUD menyalahkan kami, ya kami jelas punya buktinya. Intinya kami belum dibayar oleh pihak RSUD sejak awal kontrak,“ ujar Marketing PT Wastec International, Dedi saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (17/1/2018).

Saat ditanya soal tudingan yang menyebutkan Wastec tengah dalam permasalahan dan diperiksa oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur, Dedi menyebutkan, pihaknya tidak ada kaitannya dengan DLH Cianjur karena pelaporannya langsung ke pemerintah pusat.

“Diperiksa apa? Tak ada kaitannya. Soal tudingan yang menyebutkan gudang kami overload, itu tidak benar juga. Logikanya, kalau gudang kami overload, ya rumah sakit lainnya gak akan kami angkut limbahnya. Faktanya, rumah sakit yang kontrak juga dengan kami tak ada masalah tuh,” jelasnya.

Dedi mengaku, saat ini pihaknya berencana akan mengirimkan invoive (faktur tagihan, red) kepada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur itu. Selama ini, sambung Dedi, pihak RSUD terkesan mempersulit.

“Sekali lagi, intinya belum ada pembayaran sama sekali. Jadi selama ini, pihak RSUD memang membuat kami sulit,“ akunya.

Terkait waktu kontrak, Dedi memaparkan, PT Wastec International menjalin kontrak dengan RSUD pada 2017 melalui penunjukkan langsung.

“Sebelumnya RSUD bermasalah dengan medipes di akhir tahun. Karena kontraknya akhir tahun dan tak mungkin dilakukan tender ulang, maka saat itu kami ditunjuk langsung dan transporter (pengangkutan) kami Jalur Hijau. Soal detail waktu kontrak, saya tidak tahu pasti, nanti akan saya tanyakan kepada pihak legal kami,“ ungkapnya.

Kebohongan pernyataan pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, semakin menguat ketika Berita Cianjur mengonfimasi terhadap rumah sakit lainnya di Cianjur, yakni Rumah Sakit Dr. Hafiz (RSDH).

Bagian Sarana Prasana RSDH, Rizki Rahmawati mengatakan, kontraknya dengan PT Wastec International berjalan lancar. Limbah medis B3 di RSDH secara rutin diolah dan diangkut oleh pihak ketiga.

“Alhamdulillah pengangkutan di kita itu lancar-lancar saja. Pihak ketiga pemusnah kami Wastec, sementara pengangkutnya Jalur Hijau. Kerja sama dengan dua pihak itu semuanya lancar tak ada kendala,“ paparnya.

Di RSDH, sambung Rizky, pengangkutan limbah medis B3 dilakukan dua kali dalam satu bulan. Satu kalinya mencapai 1 kuintal limbah. “Pokoknya di kita itu dalam satu bulan bisa menghasilkan limbah B3 sekitar 1,5 ton, mungkin tak akan sebanyak seperti di RSUD. Sementara kerja sama kami dengan Wastec sudah berjalan sejak tahun 2015,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 30 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 31 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 32 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.