Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Polres Maksimalkan Fungsi Satgas Pangan, Antisipasi Lonjakan Harga.

Angga Purwanda

Jumat, 19 Januari 2018 - 13:13 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di Kecamatan Warungkondang, Jumat (19/1/2018).

Herman menyebutkan, pihaknya tidak akan mendistribusikan beras impor ke pasaran. Jika memang wilayahnya mendapatkan kuota beras impor dari pemerintah pusat itu.

"Jika kuotanya ada bagi Cianjur, kami akan simpan di gudang saja. Targetnya kan 850 ribu ton, sementara di Cianjur menghasilkan 9900 ton, dan ini jelas surplus. Jadi, kami pastikan untuk menolak impor beras, ini juga sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran,"  jelas Herman.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, SIK, MH, menuturkan, melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan upaya antisipasi melambungnya harga beras di Cianjur dengan memantau setiap pergerakan harga dan ketersediaan komoditas itu.

Soliyah menjelaskan, harga komoditas beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur masih di bawah harga eceran tertinggi (HET). “Sesuai laporan dari Satgas Pangan, yang diketuai Kasat Reskrim, untuk beras masih di bawah HET, jadi masih stabil. Tak seperti di sejumlah wilayah yang harganya diatas HET,” jelas Soliyah.

Soliyah mengaku terus memotivasi jajarannya di tim Satgas Pangan untuk terus solid memonitoring dan mengawasi pergerakan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat di pasaran.

Koordinasi itu, ucap Soliyah, tak hanya dilakukan di lingkungan jajarannya saja, tetapi dengan Pemkab Cianjur dan instansi vertikal seperti, Bulog.  "Dengan Dinas Peternakan juga kami koordinasi, menyikapi harga ayam yang sempat melambung. Alhamdulillah sekarang sudah ada solusinya," ujarnya.

Saat ini harga komoditas yang terpantau cukup menonjol di antaranya jenis cabai-cabaian. Soliyah mengaku harga cabai-cabaian sekarang relatif masih tinggi. 

"Penyebabnya karena stok berkurang akibat pengaruh cuaca. Harganya saat ini di pasaran masih cukup tinggi. Tapi dalam batas kewajaran," tandasnya.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi memastikan tidak ada indikasi penimbunan komoditas beras. Karena itu harga komoditas beras di Kabupaten Cianjur relatif stabil dibandingkan dengan daerah lainnya.  "Gak ada masalah. Tidak ada indikasi penimbunan. Semuanya terbilang aman," kata Benny.

Benny mengaku bersama jajaran Satgas Pangan Polres Cianjur setiap hari memonitor perkembangan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat. Sejauh ini tidak ada komoditas kebutuhan masyarakat yang harganya menonjol.  "Rata-rata semuanya sesuai HET. Pengawasan kami lakukan tiap hari. Kita update terus datanya," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, rata-rata harga beras medium di Cianjur jenis IR 64 KW 1 masih di kisaran Rp 12 ribu per kilogram (Kg), jenis IR 64 KW 2 di kisaran Rp 11 ribu per kg, dan jenis IR 64 KW 3 di kisaran Rp 10 ribu. Sedangkan untuk persediaan, di gudang Bulog Subdivre Cianjur tersedia sebanyak lebih kurang 2.600 ton. "Untuk persediaan sejauh ini mencukupi berdasarkan laporan dari bulog," jelasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…