Rabu, 21 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Polres Maksimalkan Fungsi Satgas Pangan, Antisipasi Lonjakan Harga.

Angga Purwanda

Jumat, 19 Januari 2018 - 13:13 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di Kecamatan Warungkondang, Jumat (19/1/2018).

Herman menyebutkan, pihaknya tidak akan mendistribusikan beras impor ke pasaran. Jika memang wilayahnya mendapatkan kuota beras impor dari pemerintah pusat itu.

"Jika kuotanya ada bagi Cianjur, kami akan simpan di gudang saja. Targetnya kan 850 ribu ton, sementara di Cianjur menghasilkan 9900 ton, dan ini jelas surplus. Jadi, kami pastikan untuk menolak impor beras, ini juga sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran,"  jelas Herman.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, SIK, MH, menuturkan, melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan upaya antisipasi melambungnya harga beras di Cianjur dengan memantau setiap pergerakan harga dan ketersediaan komoditas itu.

Soliyah menjelaskan, harga komoditas beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur masih di bawah harga eceran tertinggi (HET). “Sesuai laporan dari Satgas Pangan, yang diketuai Kasat Reskrim, untuk beras masih di bawah HET, jadi masih stabil. Tak seperti di sejumlah wilayah yang harganya diatas HET,” jelas Soliyah.

Soliyah mengaku terus memotivasi jajarannya di tim Satgas Pangan untuk terus solid memonitoring dan mengawasi pergerakan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat di pasaran.

Koordinasi itu, ucap Soliyah, tak hanya dilakukan di lingkungan jajarannya saja, tetapi dengan Pemkab Cianjur dan instansi vertikal seperti, Bulog.  "Dengan Dinas Peternakan juga kami koordinasi, menyikapi harga ayam yang sempat melambung. Alhamdulillah sekarang sudah ada solusinya," ujarnya.

Saat ini harga komoditas yang terpantau cukup menonjol di antaranya jenis cabai-cabaian. Soliyah mengaku harga cabai-cabaian sekarang relatif masih tinggi. 

"Penyebabnya karena stok berkurang akibat pengaruh cuaca. Harganya saat ini di pasaran masih cukup tinggi. Tapi dalam batas kewajaran," tandasnya.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi memastikan tidak ada indikasi penimbunan komoditas beras. Karena itu harga komoditas beras di Kabupaten Cianjur relatif stabil dibandingkan dengan daerah lainnya.  "Gak ada masalah. Tidak ada indikasi penimbunan. Semuanya terbilang aman," kata Benny.

Benny mengaku bersama jajaran Satgas Pangan Polres Cianjur setiap hari memonitor perkembangan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat. Sejauh ini tidak ada komoditas kebutuhan masyarakat yang harganya menonjol.  "Rata-rata semuanya sesuai HET. Pengawasan kami lakukan tiap hari. Kita update terus datanya," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, rata-rata harga beras medium di Cianjur jenis IR 64 KW 1 masih di kisaran Rp 12 ribu per kilogram (Kg), jenis IR 64 KW 2 di kisaran Rp 11 ribu per kg, dan jenis IR 64 KW 3 di kisaran Rp 10 ribu. Sedangkan untuk persediaan, di gudang Bulog Subdivre Cianjur tersedia sebanyak lebih kurang 2.600 ton. "Untuk persediaan sejauh ini mencukupi berdasarkan laporan dari bulog," jelasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kelanjutan Pembangunan Jalur Puncak II Tidak Jelas

PEMERINTAH pusat maupun provinsi terkesan silih lempar kewengan terkait kelanjutan pembangunan jalur Puncak II. Padahal, jalur itu diharapkan jadi alternatif mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Polres Cianjur Antisipasi Penyebaran Isu Hoax dan SARA

MARAKNYA informasi bohong (Hoax, red) di tengah masyarakat yang beredar melalui media sosial atau dari mulut ke mulut mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Cianjur.

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

25 Siswa Bintara Latihan Kerja di Polres Cianjur

SEBANYAK 25 siswa bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat tahun angkatan 2018 melaksanakan latihan kerja di Polres Cianjur. Latihan kerja yang diikuti siswa bintara itu dilaksanakan sejak…

Cianjur Euy 19/02/2018 21:10 WIB

Jalur Puncak Terisolasi, Perekonomian Masyarakat Turun 70 Persen

TINGKAT perekonomian di kawasan Jalur Puncak-Bogor turun hingga 70 persen, sejak jalur itu ditutup. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Asep…

Cianjur Euy 19/02/2018 17:14 WIB

Personel Polres Cianjur Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala

RATUSAN personel Polres Cianjur mengikuti pemeriksaan kesehatan yang digelar Biddokkes Polda Jawa Barat, di Aula Primkopol, Mapolres Cianjur, Senin (19/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:13 WIB

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 19/02/2018 01:12 WIB

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.