Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

Angga Purwanda

Minggu, 21 Januari 2018 - 21:50 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen. 

Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Horikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano. Dia menjelaskan di petertengahan Desember 2017, capaian produksi sudah lebih dari 92 persen.

Peningkatan produktivitas itu, tak luput dari dimaksimalkannya luas lahan tanam sebanyak 156.652 hektar dengan perkiraan panen sebanyak 150.784 hektar dan produksi rata-rata mencapai 5,86 ton per hektar.

“Jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang luas tanamnya hanya 136.763 lahan tanam padi sawah dan 15.092 hektar lahan padi ladang. Tahun 2017 lalu, capaiannya meningkat menjadi 105 persen,” ungkap Nano, kpeada wartawan, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Nano, Dinas Pertanian di tahun ini juga sukses melakukan cetak sawah baru seluas 51,1 hektar, terbagi di Kecamatan Cibinong seluas 27,38 hektar dan Sindangbarang seluas 23,72 hektar.

Namun, dia mengungkapkan, jika sebagian beras produksi beras asal Cianjur didistribusikan ke luar kota. pasalnya, pembeli dari luar kota mematok harga yang lebih tinggi, sebab beras Cianjur berada di kelas medium.

Sementara, harga yang dipatok oleh pembeli di daerah atau lembaga lainnya, berada di bawah harga beras medium. "Jelas hal itu membuat banyak produksi beras Cianjur ke luar kota. Itu juga yang membuat harga mahal, sebab disesuaikan dengan daerah lain. padahal di Cianjurnya sendiri surplus, dan seharusnya bisa stabil," kata dia.

Mamad mengatakan, jika BUMD daerah untuk perdagangan sudah berjalan, maka permasalahan tersebut bisa diselesaikan. "jadi bisa diupayakan dibeli dengan harga standar dan didistribusikan ke Cianjur dulu, sesuai kebutuhan. Dengan begitu tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan untuk beras. petani pun tetap diuntungkan," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengungkapkan Pemkab Cianjur akan menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Herman menyebutkan, pihaknya tidak akan mendistribusikan beras impor ke pasaran. Jika memang wilayahnya mendapatkan kuota beras impor dari pemerintah pusat itu.

"Jika kuotanya ada bagi Cianjur, kami akan simpan di gudang saja. Targetnya kan 850 ribu ton, sementara di Cianjur menghasilkan 990 ribu ton, dan ini jelas surplus. Jadi, kami pastikan untuk menolak impor beras, ini juga sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran,"  jelas Herman. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.