Rabu, 21 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

Masyarakat Siap Gugat dan Makzulkan Bupati Cianjur

Angga Purwanda

Senin, 22 Januari 2018 - 20:57 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait kebijakan itu.

Dibawah guyuran hujan dengan membawa keranda mayat, ratusan aktivis dari Yayasan Cianjur Global Institute (YCGI), dan masyarakat mendatangi Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (22/1/2018). Kedatangan mereka untuk untuk mempertanyakan kebijakan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang dinilai telah merusak kawasan bersejarah di Cianjur. 

Pengamat Pemerintahan dari YCGI, Ridwan Mubarok, mengungkapkan, pihaknya akan melayangkan gugatan terhadap Bupati Cianjur, jika orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu tidak memiliki itikad baik untuk bertemu dengan mereka dalam waktu dekat, guna membahas pembongkaran dan alihfungsi kawasan tersebut.

"Jelas kami kecewa, sebab para pemangku kebijakan khususnya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar tidak mau bertemu dengan kami. Jika Bupati Cianjur tak ada itikad baik untuk bertemu dengan kami dan membahas kebijakan yang telah diambilnya. Kami akan gugat ke ranah hukum dan dimakzulkan oleh rakyat,” ungkap Ridwan, kepada wartawan disela-sela aksi.

Ridwan menyebutkan, kebijakan alihfungsi dan pembongkaran lembaga pendidikan itu akibat dari carut marutnya pembangunan yang dilakukan Pemkab Cianjur. “Ini dampak dari pembangunan sebelumnya, sebab dengan proyek penyempitan jalan di sejumlah ruas jalan di Cianjur berdampak pada ketersediaan lahan parkir, dan bangunan SDN Ibu Jenab 1 ini yang akhirnya menjadi korban,” ucapnya.

Bangunan SDN Ibu Jenab 1, jelas Ridwan, merupakan titik awal perjuangan Siti Jenab agar perempuan di Cianjur bisa mendapatkan hak yang sama, terkait pendidikan. Sayangnya, hasil dan lokasi awal perjuangannya tersebut dialihfungsikan untuk kepentikan ekonomi oleh Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

"Ketika di daerah lain, perjuangan tokoh perempuannya, seperti Dewi Sartika dan Rd Lasmini, dipelihara dengan baik. Di Cianjur justru sebaliknya, kawasan yang seharusnya dilestarikan dengan baik, kini harus berubah menjadi kawasan ekonomi menjadi lahan parkir,” jelasnya.

Pada penyerahan lahan awal pun, sambung Ridwan, kawasan tersebut merupakan wakaf untuk aktivitas pendidikan. Jika dialihfungsikan untuk lahan parkir, tambah dia, Pemkab sudah menyalahi ketentuan yang ada. "Wakafnya itu untuk pendidikan, sudah sepatutnya tetap untuk aktivitas pendidikan, bukan untuk lahan parkir," tegasnya.

Maka dari itu, Ridwan mendesak Pemkab Cianjur segera membatalkan rencananya dan memeprtangungjawabkan pembongkaran gedung tersebut. "Kami minta setelah pertemuan nanti, keputusan tersebut dibatalkan. OPD terkait yang melakukan pembongkaran pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, lantaran menyalahi aturan dan komitmen yang sudah dibuat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Supryogi yang menerima massa aksi menyebutkan, pihaknya akan menyampaikan segala tuntutan itu kepada Bupati Cianjur. “Tentunya akan kami sampaikan, dan kami juga akan mengagendakan perwakilan massa untuk bertemu dengan Pak Bupati,” ucap Suprayogi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 6 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…

Aktualita 19/02/2018 08:05 WIB

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 19/02/2018 08:00 WIB

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:13 WIB

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 19/02/2018 01:12 WIB

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.