Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

Katanya, Semuanya Gara-gara BPJS Nunggak Rp45 M, Benarkah?

Gie/Angga

Selasa, 23 Januari 2018 - 08:05 WIB

Sapturo, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cianjur
Sapturo, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cianjur
A A A

Beritacianjur.com - BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Sapturo menegaskan, pihaknya akan segera mengundang BPJS Kesahatan, guna mengklarifikasi kebenaran soal tunggakan.

“Itu baru pengakuan sepihak dari RSUD, makanya kami harus mengklarifikasi persoalan ini kepada BPJS Kesehatan,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Senin (22/1/2018).

Sapturo menyampaikan, dugaan tunggakan atau keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan kepada RSUD, berdampak pada kontrak kerjasama yang dibuat RSUD dengan sejumlah pihak ketiga.

“Akibatnya, pengelolaan limbah media B3 (bahan berbahaya dan beracun) belum dibayar RSUD dan akhirnya limbahnya menumpuk . Kemudian ada lagi yang belum dibayar, yaitu obat kepada pihak ketiga sebesar Rp15 M,“ ungkapnya.

Tak hanya soal limbah B3 dan obat, Sapturo menilai, defisitnya keuangan RSUD juga berdampak terhadap pembayaran hak karyawan RSUD yang mengalami keterlambatan.

“Kekhawatiran dewan saat ini, apabila pembayaran kepada petugas RSUD terjadi keterlambatan, takutnya berdampak pada pelayanan di rumah sait. Oleh karena itu harus segera diatasi,“ jelasnya. 

Ia menegaskan, Komisi IV DPRD Cianjur hanya sebatas memberikan pengawasan. Pihak yang memiliki kewenangan, sambung Sapturo, yakni Pemkab Cianjur.

“Seharusnya masalah ini bisa diantisipasi Pemkab Cianjur. Jika memang RSUD benar defisit, maka Pemkab jangan tinggal diam, tapi bisa mengeluarkan anggaran sebagai upaya antisipasi masalah di RSUD semakin menumpuk. Pokoknya, apapun masalahnya seharusnya bisa diantisipasi,“ katanya.

“Jadi jangan hanya cukup bilang nanti saja nunggu BPJS, tapi harus ada langkah-langkah konkrit untuk mengatasi defisit keuangan di RSUD,“ sambungnya.

Jika benar-benar defisit, Sapturo menegaskan, seharusnya pihak RSUD Sayang Cianjur melaporkan dan meminta bantuan kepada Bupati Cianjur. “Misalnya RSUD kolaps nih, ya minta bantuan ke bupati. Toh uangnya kan bukan tidak ada katanya, tapi BPJS yang nunggak. Setelah lapor, tinggal bupati yang harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk penyelesaian masalah,” paparnya.

Saat ditanya terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) pada rekrutmen pegawai RSUD Cianjur, Sapturo mengungkapkan, instansi yang paling berkompeten untuk menangani hal tersebut adalah Inspektorat Daerah (Irda) Cianjur.

“Jadi dalam hal ini, Irda tak perlu sungkan-sungkan, tapi harus segera tegas dalam menyelesaikan dugaan tersebut,“ ucapnya.

“Intinya, dari semua masalah yang ada, DPRD mendesak untuk dilakukan audit RSUD. Dari audit, bisa muncul apa saja yang terjadi sebenarnya, tahu kelemahannya, atau hal-hal lainnya. Selain itu, mungkin RSUD harus memiliki dana cadangan untuk mengatasi masalah sekarang ini,“ tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…