Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Masalahnya Banyak, RSUD Akan Diperiksa Khusus

SPRI: Inspektorat Daerah Harus Tegas dan Tanpa Kompromi

Nuki Nugraha

Rabu, 24 Januari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - SETELAH satu per satu permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur terbongkar, akhirnya Inspektorat Daerah (Irda) Cianjur akan segera melakukan pemeriksaan khusus (riksus), terhadap para pejabat di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut.

Hal itu ditegaskan Kepala Irda Cianjur, Agus Indra, saat ditemui usai menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cianjur 2019, di Aula Bappeda Cianjur, Selasa (23/1/2018).

"Tim Irda akan segera turun melakukan pemeriksaan ke RSUD. Beberapa persoalan yang diperiksa kaitan persoalan yang diberitakan di koran," jelasnya.

Disinggung soal dugaan raibnya aset RSUD, Agus mengatakan, keterangan jelas kaitan itu ada di Bidang Aset BPKAD. "Perlu dilihat dulu apakah sudah ada penghapusan atau tidak oleh bidang aset?" ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Cianjur, Denny Widya Lesmana menegaskan, selama kurun waktu tahun 2017 tidak ada penghapusan aset RSUD Sayang.

Denny menuturkan, dirinya baru menjabat sebagai Kabid Aset sejak pertengahan tahun 2017 lalu, tepatnya Agustus. Hingga akhir tahun tersebut, aku Denny, sama sekali tidak pernah menerima berkas usulan penghapusan aset dari pihak RSUD Sayang Cianjur.

"Seingat saya, sampai akhir tahun lalu hingga sekarang tidak ada penghapusan aset RSUD," tegas Denny saat ditemui di kantornya.

Kalaupun ada usulan masuk, sambung dia, sebagaimana mekanisme aturan yang berlaku, aset yang diusulkan tidak bisa langsung dijual, tetapi terlebih dahulu harus dihitung oleh tim appraisal, dihapuskan dan selanjutnya masuk dalam pelelangan.

"Jadi tidak bisa langsung dijual oleh pihak RSUD. Tapi harus melalui tahapan sebagaimana mekanisme berlaku," terangnya.

Ditemui terpisah, mantan Kepala Bidang Aset BPKAD Cianjur, Endan Hamdani saat dikonfirmasi soal ada tidaknya penghapusan aset RSUD pada 2017 lalu, mengaku selama masih menjabat sebagai Kabid Aset, pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan penghapusan aset RSUD.

"Saya menjabat sebagai Kabid itu sampai Agustus 2017. Selama itu tidak pernah ada penghapusan aset RSUD," kata Endan yang kini menjabat sebagai Kepala Sekertariat KPUD Cianjur saat ditemui di kantor barunya.

Sementara itu, berdasarkan data rekapitulasi barang ke neraca RSUD Kelas B Cianjur per 31 Desember 2016, dari total aset tetap senilai Rp390,997 miliar, total nilai aset peralatan dan mesin sebesar Rp204.209.298.059, terdiri dari alat-alat besar senilai Rp8.201.687.317, alat-alat angkutan Rp5.068.052.079, alat bengkel dan alat ukur Rp107.118.500, alat kantor dan rumah tangga Rp33.220.398.893.

Sedangkan alat studio dan alat komunikasi sebesar Rp1.649.000.108, alat-alat kedokteran Rp146.546.010.735, alat laboratorium Rp8.684.340.226, alat-alat persenjataan/keamanan Rp732.690.200, serta aset kondisi rusak berat yaitu senilai Rp5.652.757.911. 

Menanggapi soal rencana Irda yang akan melakukan riksus, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan harus menyeluruh, tegas dan tanpa kompromi.

“Masalah di RSUD Cianjur yang sudah terungkap itu sangat banyak. Jadi ini harus diperiksa secara total. Tim Irda harus tegas dan tanpa kompromi. Pelaku harus ditindak tegas,“ ungkapnya kepada Berita Cianjur, Selasa (23/1/2018).

Diberitakan sebelumnya, empat masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Ya, kali ini, persoalannya terkait pengelolaan aset di RSUD yang merupakan BLUD milik Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan informasi dari sumber Berita Cianjur di RSUD Sayang, pada 2017 lalu, sejumlah aset berupa peralatan dan perlengkapan bekas yang tersimpan di gudang RSUD, raib dibawa pergi seseorang. 

Tak tangung-tangung, jumlah barang bekas yang diambil dari gudang oleh orang tersebut sebanyak 11 mobil engkel. Namun anehnya, beberapa hari kemudian barang bekas yang sempat ditarik ke luar itu dikembalikan lagi ke gudang. Hanya saja, jumlah yang dikembalikan tidak sebanyak pada saat dikeluarkan.

"Waktu itu sempat ramai jadi perbincangan hangat di lingkungan RSUD. Nah setelah ramai itulah barang dikembalikan lagi, tapi jumlahnya hanya sekitar 2 mobil engkel. Kalau sisanya entah kemana, ga ada kabarnya," ungkap sumber yang berpesan agar tidak disebutkan namanya, Senin (22/1/2018).

Meyakinkan kebenaran informasi tersebut, wartawan mencoba mendatangi langsung kantor RSUD Sayang. Namun upaya untuk mendapatkan jawaban klarifikasi langsung dari pejabat yang berwenang kaitan itu, kerap tak membuahkan hasil. Dua kali disambangi ke kantornya, pejabat di bagian umum dan perlengkapan RSUD tidak bisa ditemui. 

Upaya menemui pejabat RSUD pertama kali pada Kamis (18/1/2018) lalu. Saat itu, wartawan hanya bisa bertemu dengan staf Humas RSUD. Informasi dari staf Humas, kedua pejabat di bagian umum dan perlengkapan saat itu sedang tidak berada di tempat. "Ibu Cicih sama Pak Ade sedang tidak ada di tempat Kang," kata Raya Sandi.

Beberapa hari kemudian, Senin (22/1/2018), wartawan berupaya menemui lagi pejabat yang dimaksud. Namun, lagi-lagi kedua pejabat itu tak bisa ditemui. Alasan yang disampaikan staf humas kali ini, kedua pejabat sedang melakukan tugas keliling ruangan RSUD. "Ibu Cicih sama Pak Ade sedang tugas keliling Kang," ujar Raya.

Setelah satu jam ditunggu, kedua pejabat tak kunjung kembali dari tugas kelilingnya. Melihat gelagat itu, wartawan memutuskan meningalkan RSUD, mencoba menemui pejabat RSUD di Masjid Agung.

Sayang, pejabat teras RSUD saat itu didapati tidak hadir juga di kegiatan rutinan yang biasa dilakukan PNS wanita di Masjid Agung. Informasi dari Dina, Sekertaris Pribadi Direktur RSUD, Ratu Tri Yulia, semua pejabat yang akan ditemui tidak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan di luar.

"Ibu Direktur, Wadir juga ibu Cicih sedang ada kegiatan di luar Kang, jadi tidak bisa menghadiri rutinan hari ini," kata Dina saat ditemui di Masjid Agung Cianjur.

Konfirmasi dengan Kepala Bagian Umum, Cicih Permasih akhirnya bisa didapat wartawan menjelang sore, sekitar pukul 16.28 melalui layanan WhatsApp (WA). 

Saat ditanya soal pernah tidaknya melakukan penjualan aset RSUD tahun 2017 lalu, Cicih mengatakan, kebijakan lelang aset itu kewenangannya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), adapun RSUD sifatnya hanya mengusulkan penghapusan.

"Untuk tahun 2017 belum ada penghapusan. Soalnya yang tahun 2016 juga SK Penghapusan dari Pemkab belum menerima," jawab Cicih.

Namun sayangnya, saat dikonfirmasi soal kebenaran informasi terkait adanya pengambilan aset RSUD yang tersimpan di gudang sebanyak 11 engkel mobil pada 2017 lalu, entah kenapa Cicih tidak lantas menjawabnya, kendati pesan konfirmasi yang disampaikan terlihat sudah dibaca yang bersangkutan.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.