Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Cianjur Darurat LGBT

2000-an orang pelaku LGBT di Cianjur, 30 Persennya Merupakan Pelajar

Angga Purwanda

Rabu, 24 Januari 2018 - 20:30 WIB

Cianjur Darurat LGBT
Cianjur Darurat LGBT
A A A

Beritacianjur.com - MELUASNYA pelaku dan perilaku lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kabupaten Cianjur dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, sudah menjadi ancaman dan bahaya yang harus disikapi seluruh kalangan di Tatar Santri.

Sesuai data yang dimiliki, di Kabupaten Cianjur sedikitnya terdapat 2000 orang dengan perilaku seks menyimpang (LGBT, red), dan yang memperihatinkan 30 persennya merupakan pelajar. Hal itu, terungkap dalam acara Talk Show dengan tema “Cianjur Darurat LGBT” yang digelar di Gedung Assakinah, Jalan KH Abdulah bin Nuh, Rabu (24/1/2018).

Hadir dalam acara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, Dandim 0608 Cianjur, Letkol CZI (K) Hidayati, Praktisi Kesehatan dan Aktifis Sosial, dr Lena Rohsetiani, Kasat Reskrim AKP Benny Cahyadi, Ketua ICMI, DR Saeful Milah, Kepala Dinas Sosial, Sumitra, Wakil Ketua MUI, Ahmad Yani, dan Aktifis Sosial, Jamaludin.

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan itu, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH mengungkapkan, pihaknya masih meraba pasal dan aturan pidana yang dapat menjerat para pelaku seks menyimpang. Pasalnya, hingga saat ini belum ada payung hukum yang secara langsung menjerat aktivitas LGBT, terutama gay.

Soliyah menyebutkan, saat menetapkan pasal untuk pelaku seks menyimpang, pihaknya harus jeli. Apalagi payung hukum untuk seks menyimpang masih belum ada. Maka dari itu, pihaknya melihat dari kegiatan seksual yang dilakukan.

“Saat ini kami masih terapkan Undang-Undang Pornografi dan IT. Sebab, para pelaku biasanya kontak melalui media sosial, penyebaran film atau gambar serta unsur lainnya yang bisa dijerat dengan aturan tersebut. Jika ada anak di bawah umur, maka kami jerat juga dengan Undang-Undang perlindungan anak," ungkap Soliyah, saat ditemui wartawan usai kegiatan.

Unsur prostitusi, tutur Soliyah juga bisa dijadikan salah satu pasal yang diterapkan. Namun pihaknya masih mendalami terkait prostitusi gay di Cianjur. "Untuk prostitusi masih kami dalami, apakah ada atau tidak. Namun untuk yang terungkap belum lama ini, baru mengenai unsur pornografi, IT, dan perlindungan anak di bawah umur," tuturnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya pelaku dan perilaku seks menyimpang atau LGBT, sebut Soliyah, Polres Cianjur terus melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang disinyalir dijadikan tempat untuk pesta seks LGBT, seperti tempat wisata dan lokasi berkumpulnya remaja-remaja di Cianjur.

“Kami juga melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah tempat kos, sebab tak menutup kemungkinan dijadikan aktivitas seks menyimpang.  Jadi kami terus petakan lokasinya,” ucapnya.

Selain penindakan hukum, sambung Soliyah, juga diperlukan peran aktif dari pemerintah, lingkungan dan keluarga dalam mengantisipasi pertumbuhan seks menyimpang di tatar Santri. "Ini tanggungjawab bersama, dan semua pihak harus terlibat. Bagaimana caranya keluarga mereka tidak terjerumus dalam perilaku seks menyimpang tersebut," katanya.

Pengurus Forum Literasi yang sekaligus Ketua Panita Talk Show LGBT, Neneng Fitri Ekasari, mendorong pemerintah pusat untuk segera membuat regulasi atau payung hukum yang bisa menjerat pelaku seks menyimpang.

“Hasil dari talk show tersebut bakal dijadikan sebuah buku terkait penanganan dan antisipasi LGBT di Cianjur. Nantinya, buku tersebut bakal jadi panduan bagi setiap sekolah dalam menekan pertumbuhan LGBT,” kata Neneng.

“Kami juga akan menyampaikan hasil diskusi kepada pemerintah pusat agar segera dibentuk payung hukum yang dapat menjerat pelakunya, serta mendorong Kominfo memblokir semua aplikasi yang menjadi sarana bagi pelaku LGBT. Kami juga  akan bentuk Satgas LGBT,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Cianjur, Ahmad Yani, menuturkan, MUI di tingkat pusat sudah mengeluarkan fatwa terkait LGBT pada 2014 lalu, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing MUI di tingkat kabupaten/kota. Namun, dengan keluarnya fatwa tersebut, sudah seharusnya pemerintah melakukan tindakan nyata untuk penanganan LGBT.

Dia menambahkan, para ulama di Cianjur juga diarahkan untuk lebih sering menyampaikan dakwah terkait hukum melakukan seks menyimpang atau sesama jenis. Diharapkan, mereka yang sudah menjadi pelaku seks sesama jenis, bisa segera bertaubat.  "Di lapangan kami secara terus-menerus melakukan sosialisasi dan penyampaian dakwah terkait LGBT. Diharapkan melalui para ulama, mereka bisa segera bertaubat," ucap Yani. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 4 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 4 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…