Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Mangkir Diundang Rapat, Ada Apa dengan RSUD?

Rapat Kerja Dihadiri DPRD, BKD, Irda dan SPRI, Pejabat RSUD Tak Hadir Tanpa Keterangan

Gie/Angga

Kamis, 25 Januari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

SPRI: Jelas Kecewa, Ketidakhadiran Mereka Semakin Timbulkan Kecurigaan

Beritacianjur.com - SURAT undangan sudah dilayangkan jauh-jauh hari. Namun aneh, para pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur tak menghadiri rapat kerja yang digelar di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (23/1/2018). Ada apa dengan RSUD?

Rapat kerja yang diinisiasi Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur tersebut, membahas segudang masalah yang terjadi di RSUD. Rapat kerja dihadiri Komisi I dan IV DPRD Cianjur, Inspektorat Daerah (Irda) Cianjur, serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Cianjur.

Sontak, ketidakhadiran para pejabat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, membuat kecewa banyak pihak yang sudah menunggu lama dalam rapat kerja kemarin.

“Bagaimana gak kecewa, mereka sudah diundang jauh-jauh hari, tapi seenaknya gak hadir. Padahal semuanya sudah menungg lama, bahkan sempat diundur satu jam, tetap saja gak hadir. Parah, seperti tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah,“ ujar Ketua SPRI Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, kemarin  

Ia menegaskan, ketidakhadiran pihak RSUD Sayang Cianjur semakin menimbulkan kecurigaan. Jika memiliki itikad baik dan tidak adanya keterlibatan para pejabatnya dalam permasalahan yang terjadi, sambung Rudi, seharusnya para pejabat rumah sakit plat merah tersebut hadir dan menyampaikan kondisi yang sebenarnya.

“Agenda rapat kerja ini kan untuk mendapatkan informasi soal kondisi yang sebenarnya, serta mencarikan solusi secara bersama. Ini malah gak hadir tanpa alasan yang jelas. Tak hanya soal dugaan pungli rekrutmen pegawai di RSUD, tadinya semua masalah juga akan dibahas dan dicarikan solusinya,“ tegasnya.

Kekecewaan yang sama juga dirasakan Wakil Ketua Komisi IV, Sapturo. Menurutnya, pembahasan pada rapat kerja bukan untuk menghakimi, namun untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi di RSUD Cianjur.

“Sebenarnya surat sudah dilayangkan jauh-jauh hari, tapi dari RSUD tidak ada yang hadir. Cukup kecewa juga, karena pangkal permasalahannya kan ada di RSUD. Seharusnya pihak RSUD itu kooperatif, karena rapat ini bukan untuk menghakimi, tapi untuk mencari solusi,“ ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKD Cianjur, Tohari Sastra yang turut hadir dalam rapat kerja kemarin menjelaskan, terkait dugaan adanya pungutan liar pada rekrutmen pegawai RSUD, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Irda Cianjur.

“Ini kan kami baru mendengar informasi, sehingga kami langsung berkoordinasi dengan Irda untuk dilakukan pemeriksaan,“ jelasnya.

Hasil dari pemeriksaan, sambung Tohari, akan dilaporkan kepada Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang selanjutnya akan ada langkah-langkah yang direkomendasikan oleh bupati.

“Setelah itu lalu turun ke BKD. Nanti akan diketahui apa hukumannya jika masalahnya diketahui ringan, sedang atau berat. Pokoknya hukumannya akan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Informasi dari RSUD sih memang ada indikasi indisipliner dari ASN (aparatur sipil negara),“ paparnya.

Sekretaris Irda Cianjur, Asep Ahmad Suhara membenarkan pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan BKD Cianjur. Pada 29 Januari mendatang, sambung Asep, Irda akan melakukan pemanggilan awal pihak-pihak terkait di RSUD Sayang Cianjur.

 “Ya surat tugasnya sudah turun dan kita tinggal melangkah. Kita akan tempuh tahapan-tahapan, karena memang kita juga harus hati-hati. Jangan sampai tidak didukung dengan bukti-bukti, kan jadi lepas,“ terangnya.

Asep menegaskan, pihaknya akan mengetahui apa yang akan dilakukan jika sudah mengundang sejumlah pimpinan RSUD dan mendapatkan kelengkapan bukti.

“Kita undang pimpinannya, kita cari keterangan, lalu kalau sudah ada buktinya, tahu modusnya seperti, korbannya berapa banyak, dari situ kita baru akan tahu harus seperti apa. Sebetulnya dengan adanya pertemuan di DPRD, tadinya kami ingin dapat bukti, tapi sayang dari pihak RSUD tidak hadir,“ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah satu per satu permasalahan di RSUD Sayang Cianjur terbongkar, akhirnya Irda Cianjur akan segera melakukan pemeriksaan khusus (riksus), terhadap para pejabat di BLUD milik Pemkab Cianjur tersebut.

Hal itu ditegaskan Kepala Irda Cianjur, Agus Indra, saat ditemui usai menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cianjur 2019, di Aula Bappeda Cianjur, Selasa (23/1/2018).

"Tim Irda akan segera turun melakukan pemeriksaan ke RSUD. Beberapa persoalan yang diperiksa kaitan persoalan yang diberitakan di koran," jelasnya.

Disinggung soal dugaan raibnya aset RSUD, Agus mengatakan, keterangan jelas kaitan itu ada di Bidang Aset BPKAD. "Perlu dilihat dulu apakah sudah ada penghapusan atau tidak oleh bidang aset?" ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Cianjur, Denny Widya Lesmana menegaskan, selama kurun waktu tahun 2017 tidak ada penghapusan aset RSUD Sayang.

Denny menuturkan, dirinya baru menjabat sebagai Kabid Aset sejak pertengahan tahun 2017 lalu, tepatnya Agustus. Hingga akhir tahun tersebut, aku Denny, sama sekali tidak pernah menerima berkas usulan penghapusan aset dari pihak RSUD Sayang Cianjur.

"Seingat saya, sampai akhir tahun lalu hingga sekarang tidak ada penghapusan aset RSUD," tegas Denny saat ditemui di kantornya.

Kalaupun ada usulan masuk, sambung dia, sebagaimana mekanisme aturan yang berlaku, aset yang diusulkan tidak bisa langsung dijual, tetapi terlebih dahulu harus dihitung oleh tim appraisal, dihapuskan dan selanjutnya masuk dalam pelelangan.

"Jadi tidak bisa langsung dijual oleh pihak RSUD. Tapi harus melalui tahapan sebagaimana mekanisme berlaku," terangnya.

Ditemui terpisah, mantan Kepala Bidang Aset BPKAD Cianjur, Endan Hamdani saat dikonfirmasi soal ada tidaknya penghapusan aset RSUD pada 2017 lalu, mengaku selama masih menjabat sebagai Kabid Aset, pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan penghapusan aset RSUD.

"Saya menjabat sebagai Kabid itu sampai Agustus 2017. Selama itu tidak pernah ada penghapusan aset RSUD," kata Endan yang kini menjabat sebagai Kepala Sekertariat KPUD Cianjur saat ditemui di kantor barunya.

Sementara itu, berdasarkan data rekapitulasi barang ke neraca RSUD Kelas B Cianjur per 31 Desember 2016, dari total aset tetap senilai Rp390,997 miliar, total nilai aset peralatan dan mesin sebesar Rp204.209.298.059, terdiri dari alat-alat besar senilai Rp8.201.687.317, alat-alat angkutan Rp5.068.052.079, alat bengkel dan alat ukur Rp107.118.500, alat kantor dan rumah tangga Rp33.220.398.893.

Sedangkan alat studio dan alat komunikasi sebesar Rp1.649.000.108, alat-alat kedokteran Rp146.546.010.735, alat laboratorium Rp8.684.340.226, alat-alat persenjataan/keamanan Rp732.690.200, serta aset kondisi rusak berat yaitu senilai Rp5.652.757.911. 

Menanggapi soal rencana Irda yang akan melakukan riksus, Ketua SPRI Cianjur, Rudi Agan menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan harus menyeluruh, tegas dan tanpa kompromi.

“Masalah di RSUD Cianjur yang sudah terungkap itu sangat banyak. Jadi ini harus diperiksa secara total. Tim Irda harus tegas dan tanpa kompromi. Pelaku harus ditindak tegas,“ tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.