Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

RSUD, Perpres Dilanggar, Instruksi Wabup Dikangkangi

Selama 3 Tahun, Kegiatan Pengangkutan Limbah Medis B3 Tak Dimunculkan di SIRUP LKPP

Nuki Nugraha

Jumat, 26 Januari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - LAGI, masalah baru di RSUD Sayang Cianjur kembali terkuak. Kali ini, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, diduga menyalahi Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 beserta perubahannya, dan Instruksi Presiden (Inpres) 1 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa.

Berdasarkan penelusuran Berita Cianjur, kesalahan fatal yang dilakukan yaitu dengan tidak mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), ke dalam aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) pada website Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), sebagai tujuan transparansi keterbukaan informasi publik terhadap kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan RSUD.

Contohnya, yakni terkait kegiatan pengangkutan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan RSUD. Tak tanggung-tanggung, tidak dimunculkannya kegiatan tersebut di RUP Sirup LKPP sudah berlangsung selama kurun waktu 2016 hingga 2018.

Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Cianjur, Yudi Ferdinan saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menegaskan, kegiatan pengadaan barjas di setiap OPD wajib ditayangkan di RUP Sirup LKPP. Sebab, jelasnya, sudah diatur dalam Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya.

"Wajib ditanyangkan Kang. Untuk soal ini (limbah medis RSUD, red) nanti saya cek dulu yah," kata Yudi saat ditemui di lingkungan Kantor Pemkab Cianjur, Rabu (25/1/2018).

Tak hanya menyalahi Perpres saja, namun RSUD Sayang Cianjur pun sudah ‘mengangkangi’ instruksi Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman. Ini terungkap pada saat wartawan mewawancarai orang nomor dua di Cianjur itu, terkait wajib tidaknya OPD dan BLUD menanyangkan kegiatan pengadaan barjas di lingkungan kerjanya.

Herman menegaskan, semua kegiatan pengadaan barjas di setiap OPD maupun BLUD harus ditanyangkan di RUP Sirup LKPP. Karena hal tersebut sudah diatur dalam Perpres. "Itu kan di Perpres sudah diatur, jadi wajib dilakukan oleh semua OPD, tanpa terkecuali BLUD juga," tegas Herman saat ditemui di kantornya, Rabu (24/1/2018).

Dijelaskan Herman, penanyangan kegiatan barjas di RUP Sirup LKPP itu tujuannya sebagai upaya transparansi atau keterbukaan terhadap publik.

"Kan kita dituntut transparansi, masyarakat harus tahu sedari awal kegiatan apa saja di dinas. Sedari awal sudah diumumkan, bahkan saya sudah mengintruksikan semua instansi supaya mengumumkan kegiatan pengadaan barjasnya sejak awal," tegasnya seraya menjelaskan, sanksi yang tidak melakukan berarti melanggar, tidak patuh pada Perpres yang mengatur soal itu.

Namun Herman langsung terdiam seketika, saat mendengar jawaban dari wartawan bahwa yang tidak melaksanakan aturan soal pengadaan barjas adalah RSUD Sayang Cianjur. "Memang instansi mana yang tidak menayangkan?" tanya Herman kepada wartawan yang langsung terdiam saat mengetahui jawabannya.

Sementara itu, pihak RSUD Sayang saat akan dikonfirmasi terkait ini belum memberikan jawaban. Saat disambangi ke kantornya, pejabat tidak dapat ditemui, begitupun saat dihubungi via telepon. Direktur, Wadir serta Kabag Umum dan Perlengkapan tidak menyahut.

Informasi dari Sekertaris Pribadi (Sekpri) Direktur RSUD, Dina mengatakan, ketiga pejabat yang ditanyakan wartawan sedang tidak ada di tempat. "Sedang pada ke luar Kang," singkatnya.

Terpisah, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menegaskan, masalah yang baru terkuak tersebut sudah fatal dan wajib ditindak tegas sesuai aturan berlaku.

“Ini fatal, ternyata kegiatan pengangkutan limbah medis di RSUD ini, tidak dimasukkan ke RUP Sirup LKPP-nya selama 3 tahun. Ini wajib ditindak,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Kamis (25/1/2018).

Rudi menegaskan, masalah yang terjadi di RSUD Sayang Cianjur sudah terlalu banyak. Menurutnya, Pemkab Cianjur jangan tinggal diam dan aparat penegak hukum harus segera turun tangan.

“Jangan dibiarkan lama, harus segera ditangani dan ditindak tegas. Ini masalahnya sudah fatal, jadi tunggu apa lagi? Tak ada alasan bagi Pemkab Cianjur dan aparat penegak hukum untuk tidak segera menanganinya,“ pungkasnya.(*)

Masalah Sebelumnya di RSUD Sayang Cianjur:

Sejumlah Aset di RSUD Cianjur Diduga Raib

  • Berdasarkan informasi dari sumber Berita Cianjur di RSUD Sayang, pada 2017 lalu, sejumlah aset berupa peralatan dan perlengkapan bekas yang tersimpan di gudang RSUD, raib dibawa pergi seseorang. 
  • Tak tangung-tangung, jumlah barang bekas yang diambil dari gudang oleh orang tersebut sebanyak 11 mobil engkel. Namun anehnya, beberapa hari kemudian barang bekas yang sempat ditarik ke luar itu dikembalikan lagi ke gudang. Hanya saja, jumlah yang dikembalikan tidak sebanyak pada saat dikeluarkan.

Dua Bulan Belum Dibayar, Insentif Pegawai RSUD Sebelumnya Berkurang Lebih dari 70%:

  • Pengakuan mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.
  • Tak hanya terlambat, bahkan sejumlah pegawai mengaku, insentif yang mereka terima pada bulan-bulan sebelumnya, berkurang lebih dari 70%.

Pasien BPJS Kesehatan Disiruh Beli Obat Sendiri dengan Uang Pribadinya:

  • Meski sudah jelas ditanggung BPJS Kesehatan, namun sejumlah pasien mengaku disuruh membeli obat di luar rumah sakit dengan uang pribadinya. Pejabat RSUD menuding, hal tersebut terjadi karena pihak BPJS menunggak.

Dugaan Pungli pada Rekrutmen Pegawai:

  • Sejumlah pegawai maupun calon pegawai mengaku dimintai sejumlah uang puluhan juta rupiah oleh oknum pegawai dan pejabat RSUD Sayang Cianjur, dengan iming-iming bisa bekerja di rumah sakit plat merah tersebut. Uang yang diminta berkisar Rp15 hingga 60 juta rupiah.

Limbah Medis B3 Dibiarkan Menumpuk:

  • Selama berminggu-minggu, limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di RSUD Sayang Cianjur, dibiarkan menumpuk. Hal tersebut sangat berbahaya, karena limbah B3 mengancam kelangsungan hidup manusia maupun mahluk hidup lainnya.
  • Pihak RSUD berasalan hal tersebut terjadi karena PT Wastec International sebagai pihak ketiga, tengah bermasalah sehingga akhirnya tidak mengangkut limbah seperti biasanya.
  • Belakangan tudingan tersebut dianggap dan diketahui banyak pihak merupakan pembohongan publik. Pasalnya, pihak PT Wastec International memberikan keterangan, bahwa pihaknya tidak mengangkut karena pihak RSUD Cianjur tidak membayarnya sejak awal kontrak.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.