Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

35,7 Persen Balita di Cianjur Derita Stunting

Presiden Joko Widodo Segera Kunjungi Cianjur Guna Tinjau Penanganan

Angga Purwanda

Senin, 29 Januari 2018 - 21:35 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KABUPATEN Cianjur menjadi satu daerah yang masuk daftar tertinggi nasional untuk penyakit stunting, dari 210.750 balita di Tatar Santri, 35,7 persen di antaranya menderita penyakit itu. Padahal, batas WHO untuk penyakit itu adalah 20 persen.

Stunting adalah  kondisi anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama sebagai dampak dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Teni Hernawati, mengungkapkan stunting menjadi perhatian pusat karena secara nasional angkanya sudah 37 persen. Fakta itu membuat pemerintah pusat bergerak menekan jumlah stunting.

“Data atau angka tersebut, diketahui dari hasil pemeriksaan berat, tinggi dan kondisi bayi saat imunisasi dan program lainnya. Sebenarnya bisa saja lebih karena banyak orang tua yang tidak secara rutin menimbang berat dan mengukur tinggi anaknya di Puskesmas atau Posyandu," ungkap Teni, kepada wartawan, di kantornya, Senin (29/1/2018).

Teni menyebutkan, Cianjur menjadi salah satu kota yang masuk triwulan pertama penanganan stunting. Oleh karena itu, menurut Teni, Presiden Joko Widodo pun akan turun langsung ke Cianjur untuk meninjau penanganan stunting.

"Informasi yang kami terima antara pekan pertama atau kedua Presiden ke Cianjur. Nanti akan dibahas dalam rapat di provinsi, rencananya minggu ini Kementerian kesehatan datang untuk memeriksa kesiapan di Cianjur," ucapnya.

Cianjur kini mendorong orang tua untuk sadar memenuhi asupan gizi saat anak masih dalam kandungan atau pascalahir, tepatnya selama 1.000 hari pertama kehidupan karena dalam masa emas itu kurangnya gizi bisa membuat anak mengidap stunting.

Faktor keturunan dari keluarga yang bertubuh pendek, hanya 5 persen membuat anak bertubuh pendek, sedangkan asupan gizi yang kurang menjadi faktor yang lebih mempengaruhi anak mengidap stunting.

"Tidak perlu makanan mahal untuk pemenuhan gizi, cukup makanan yang murah namun gizinya lengkap," kata Teni memberi kiat.

Teni menjelaskan, angka stunting yang cukup tinggi membuat Cianjur masuk 100 kabupaten dan kota yang diintervensi pemerintah pusat dalam penangangan stunting. Dari 1.000 desa yang menjadi perhatian khusus, sepuluh di antaranya ada di Cianjur.

"Ada 12 kabupaten/kota lainnya (di Jawa Barat) yang juga menjadi perhatian pusat dan bakal mendapat intervensi dalam penanganan," katanya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 4 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 4 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…