Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Dokter di RSUD Berniat Mundur, SPRI: Ini Bahaya

Jangan Sampai Kejadian di Bondowoso dan Sulbar Terjadi di Cianjur

Gie

Rabu, 31 Januari 2018 - 07:50 WIB

foto:net/ilustrasi
foto:net/ilustrasi
A A A

Beritacianjur.com - MENCUATNYA informasi terkait adanya seorang dokter yang berniat mengundurkan diri dari RSUD Sayang Cianjur gara-gara haknya tak dibayar, menuai reaksi dari berbagai pihak.

Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengaku prihatin atas informasi tersebut. Pasalnya, sambung Rudi, jika hal tersebut terjadi, maka akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di Cianjur.

“Bagaimana pelayanan kesehatan Cianjur bisa baik jika dokternya mundur. Informasinya baru ada satu dokter, tapi jika hak para dokter tak segera dibayar, bukan tak mungkin diikuti dokter-dokter lainnya,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (30/1/2018).

Dengan informasi tersebut, Rudi juga mengaku khawatir jika kejadian mundurnya 22 dokter spesialis di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Koesnadi Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada tahun 2016, bisa terjadi di Cianjur.

Ia bercerita, sejumlah dokter di Bondowoso pada saat itu menyatakan akan mundur dari rumah sakit, jika tidak segera dilakukan perbaikan di internal manajemen rumah sakit tersebut.

"Ya, penyebabnya hampir sama dengan di RSUD Cianjur. Jadi di Bondowoso pun banyak persoalannya, mulai dari fasilitas, pelayanan, hingga soal transparansi," ungkapnya.

Tak hanya di Bondowoso, Rudi juga menyebutkan, kejadian mundurnya seorang dokter pun pernah terjadi juga di RSUD Regional Sulawesi Barat (Sulbar) pada 2017 lalu.

“Sedikitnya 17 dokter spesialis yang menyatakan mundur, itu gara-gara fungsi manajerial dan fungsi pelayanan di RSUD Regional Sulbar sudah tidak dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya,“ paparnya.

Hal yang sangat mengkhawatirkan, lanjut Rudi, aksi mogok kerja yang digelar puluhan dokter spesialis dan dokter umum di Sulbar tersebut, menyebabkan pasien telantar. Bahkan seorang pasien di antaranya meninggal dunia lantaran tidak mendapat penanganan dokter rumah sakit rujukan tersebut. “Ini kan bahaya, jangan sampai di Cianjur terjadi,“ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengakuan mengejutkan kembali datang dari sejumlah pegawai dan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Hingga saat ini, ternyata insentif mereka belum semua dibayarkan.

Pengakuan mengejutkan datang dari seorang dokter. Gara-gara haknya belum dibayarkan, ada seorang dokter yang berniat berhenti bertugas dari RSUD Sayang Cianjur.

“Iya kang, gara-gara haknya banyak dipotong bahkan juga dibayarkannya telat, sampai-sampai rekan saya itu berniat bakal berhenti di RSUD,“ ujar seorang dokter yang enggan disebutkan namanya tersebut, kepada Berita Cianjur, Senin (29/1/2018).

Menurut informasi yang diperolehnya, penyebab belum dibayarkan insentif bagi seluruh pegawai di RSUD tersebut, disebabkan gara-gara BPJS Kesehatan masih menunggak.

“Benar gak sih penyebabnya itu? Kalaupun benar, kenapa pegawai dikorbankan? Emang selain dari BPJS, RSUD tidak memiliki anggaran lainnya?” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pegawai RSUD yang juga enggan disebutkan namanya menyebutkan, insentif pada Desember 2018 hingga saat ini masih belum dibayarkan. Padahal, sejumlah pegawai sudah sangat membutuhkannya demi membiayai kebutuhan sehari-hari.

“Insentif November sudah dibayar. Nilainya masih kurang atau dipotong, tapi gak lebih parah dari bulan-bulan sebelumnya. Sekarang lumayan lah, tapi harapannya sih gak berkurang lagi. Soal penyebabnya, saya sih taunya gara-gara BPJS nunggak. Entah apa penyebab sebenarnya hingga akhirnya kami yang dikorbankan,“ tandasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…