Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

3 Pejabat RSUD Dimutasi

Dirut RSUD Klaim Persoalan Sudah Diselesaikan

Nuki Nugraha

Jumat, 02 Februari 2018 - 07:55 WIB

foto:Nuki Nugraha/BC
foto:Nuki Nugraha/BC
A A A

IRM: Pergantian Hasil Penilaian Tim

Beritacianjur.com - BUPATI Cianjur, Irvan Rivano Muchtar akhirnya melakukan perombakan pejabat struktural di lingkungan RSUD Sayang. 

Hal tersebut terungkap pada saat pelaksanaan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur yang dilaksanakan di Aula Desa Sindangresmi, Kecamatan Takokak, Kamis (1/2). Dari total 495 pejabat yang dimutasi, 3 di antaranya diketahui merupakan pejabat teras RSUD Sayang.

Keputusan Bupati melakukan perombakan pejabat RSUD ini, seakan sebuah upaya menjawab kegelisahan masyarakat terhadap keberlangsungan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur itu ke depan. Seiring terbongkarnya segudang persoalan di lingkungan RSUD Sayang, yang selama kurun waktu 3 tahun ini dipimpin Ibu Ratu Tri Yulia.

Persoalan sebagaimana diangkat dan dibeberkan media ini, selama hampir 3 pekan, rupanya cukup membuat jengah dan merah kuping sang pengagas slogan Cianjur Jago itu. Hingga akhirnya segera mengambil langkah melakukan penilaian dan ditindaklanjuti dengan perombakan.

"Pergantian pejabat di lingkungan RSUD Sayang itu merupakan hasil penilaian tim penilai, ini tak jauh berbeda dengan perombakan pejabat di lingkungan Perumdam Tirtamukti," ujar Bupati saat ditemui di halaman Desa Sindangresmi seusai acara pelantikan pejabat.

Bupati menegaskan, pihaknya ingin kedepan agar RSUD Sayang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima dan maksimal, juga meminimalisir munculnya berbagai keluhan.

"Pokonamah RSUD pelayananna kudu alus, tong aya deui keluhan-keluhan ti masyarakat," tegas Bupati dengan logat sundanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sayang, Ratu Tri Yulia saat berhasil dikonfirmasi wartawan mengatakan, semua persoalan yang selama ini terjadi di lingkungan RSUD Sayang beberapa di antaranya sudah diselesaikan, dan sisanya sedang tahap penyelesaian.

"Pada intinya persoalan di RSUD Sayang sudah kita selesaikan, kendati memang ada beberapa di antaranya masih dalam tahapan. Tapi itu kita terus upayakan supaya cepat selesai," kata Ratu saat ditemui di lokasi pelantikan.

Disinggung soal tindakan terhadap oknum di RSUD Sayang, Ratu memastikan bahwa tindak tanduk oknum tersebut sudah ditindaklanjuti, salah satunya dengan cara memberikan sanksi tegas.

"Kita sudah tindak tegas dan memberikan sanksi yang bersangkutan,"tegasnya.

Menanggapi adanya perombakan pejabat struktural di lingkungan RSUD Sayang, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad mengatakan, langkah bupati melakukan perombakan tersebut merupakan hal yang tepat.

Menurutnya, justru jika bupati tidak melakukan langkah seperti itu tentu ini bisa dikatakan aneh, bahkan sangat tidak wajar.

"Ya tidak wajar lah kalau sampai tidak ada pembenahan di RSUD, bisa dikatakan sama saja bupati bunuh diri, menampar wajahnya sendiri," ucapnya.

Kendati begitu, pihaknya masih menyayangkan, pasalnya perombakan yang dilakukan Bupati terkesan masih setengah hati. Pasalnya, informasi yang didapat pejabat yang dimutasikan hanya setingkat kepala bidang dan kepala bagian.

"Sudah bagus perombakannya, cuma masih setengah hati. Soalnya benteng takesinya masih tetap kokoh tuh," kata Ari dengan nada menyindir.

Diberitakan sebelumnya, segudang persoalan yang melilit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, membuat geram banyak pihak. Bahkan sejumlah kalangan mendesak Dirut RSUD mundur dari jabatannya.

Tak hanya Dirut RSUD yang dijabat Ratu Tri Yulia, namun Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan pun menilai, sejumlah pejabat di rumah sakit plat merah tersebut harus dirombak.

“Masalahnya sudah banyak, indikasi kejanggalan dan pelanggaran pun sudah terlihat jelas. Jadi apa lagi yang mau diharapkan dari pejabat RSUD sekarang? Kalau gak mampu menyelesaikan masalah, copot saja,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (31/1/2018).

Persoalan masih adanya pasien yang disuruh membeli obat sendiri dari luar rumah sakit, Rudi menilai, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi dan tak boleh hanya menyalahkan BPJS Kesehatan menunggak.

“Masalahnya kan ada di RSUD sama BPJS, kenapa pasien yang harus jadi korban? Lagian kita belum tahu jelas, benar gak hal itu gara-gara BPJS nunggak? Kalaupun benar, seharusnya pihak RSUD bisa mengantisipasinya, bukan selesai dengan menyalahkan pihak lain,“ tegasnya.

Tak hanya pasien, sambung Rudi, BPJS menunggak yang selalu dijadikan alasan pihak RSUD pun menimbulkan banyak masalah lainnya. Bahkan, perawat dan tim medis pun turut menjadi korban.

“BPJS nunggak ini selalu jadi alasan. Akibatnya pelayanan terhadap pasien buruk, hak perawat dan tim medis tak dibayarkan, bahkan limbah medis berbahaya yang menumpuk pun katanya diakibatkan BPJS menunggak, sehingga pihak ketiga yang mengangkut limbah belum dibayar sejak awal kontrak,“ bebernya.

Ia mengaku melihat banyak kejanggalan ketika BPJS menunggak selalu jadi alasan. Salah satunya terkait pengadaan aset senilai miliaran rupiah, namun sejumlah asetnya malah tak diyakini keberadaannya alias terindikasi hilang.

“Fakta ini bisa dilihat dari laporan BPK RI. Ini kan aneh, pengadaan aset miliaran rupiah bisa dilakukan bahkan asetnya gak jelas, tapi hak pegawainya tak dibayarkan. Ini benar-benar janggal,“ ungkapnya.

Persoalan lain yang cukup memalukan, sambung Rudi, yakni persoalan adanya pungutan liar (pungli) pada rekrutmen pegawai RSUD Sayang Cianjur. “Pokoknya karena terlalu banyak masalah yang terjadi, jadi wajar kalau masyarakat marah dan menuntut agar pejabat RSUD harus dirombak. Ini tak bisa dibiarkan,“ katanya.

Sementara itu, hal yang sama pun diungkapkan Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad. Guna menyikapi peliknya persoalan yang melilit RSUD Sayang, ia menilai langkah yang harus segera dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, yakni merombak pejabat yang saat ini bercokol di manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

Alasan kenapa harus segera dilakukannya perombakan, sambung Ari, sebab persoalan yang terbongkar sekarang ini sudah sedemikian parah. Jika diibaratkan penyakit, Ari menyebut, istilah medisnya RSUD Sayang mengidap penyakit akut.

Menurutnya, persoalan yang terungkap sekarang ini harus menjadi pertimbangan Bupati Cianjur. Pasalnya, BLUD harus segera diselamatkan, salah satu caranya dengan melakukan perombakan pejabat yang sekarang ini bercokol di manajemen RSUD Sayang.

"Penyakitnya sudah akut, tak cuma pelayanan saja dari segi pengelolaan keuangan dan aset juga banyak yang janggal. Jadi perlu penanganan cepat dan khusus, bila perlu amputasi saja," tegas Ari kepada Berita Cianjur, Rabu (31/1/2018).

Ke depan, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, Ari menyarankan BLUD milik Pemkab Cianjur itu melakukan transparansi, salah satunya terkait pengelolaan keuangan.

"Dijelaskan kepada publik, berapa anggaran dari pusat dan APBD yang dikelola RSUD dan berapa yang memang merupakan hasil BLUD itu sendiri. Supaya jelas, kalau kata Wabup Herman mah supaya ‘tidak ada dusta di antara kita’," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.