Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

3 Pejabat RSUD Dimutasi

Dirut RSUD Klaim Persoalan Sudah Diselesaikan

Nuki Nugraha

Jumat, 02 Februari 2018 - 07:55 WIB

foto:Nuki Nugraha/BC
foto:Nuki Nugraha/BC
A A A

IRM: Pergantian Hasil Penilaian Tim

Beritacianjur.com - BUPATI Cianjur, Irvan Rivano Muchtar akhirnya melakukan perombakan pejabat struktural di lingkungan RSUD Sayang. 

Hal tersebut terungkap pada saat pelaksanaan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur yang dilaksanakan di Aula Desa Sindangresmi, Kecamatan Takokak, Kamis (1/2). Dari total 495 pejabat yang dimutasi, 3 di antaranya diketahui merupakan pejabat teras RSUD Sayang.

Keputusan Bupati melakukan perombakan pejabat RSUD ini, seakan sebuah upaya menjawab kegelisahan masyarakat terhadap keberlangsungan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur itu ke depan. Seiring terbongkarnya segudang persoalan di lingkungan RSUD Sayang, yang selama kurun waktu 3 tahun ini dipimpin Ibu Ratu Tri Yulia.

Persoalan sebagaimana diangkat dan dibeberkan media ini, selama hampir 3 pekan, rupanya cukup membuat jengah dan merah kuping sang pengagas slogan Cianjur Jago itu. Hingga akhirnya segera mengambil langkah melakukan penilaian dan ditindaklanjuti dengan perombakan.

"Pergantian pejabat di lingkungan RSUD Sayang itu merupakan hasil penilaian tim penilai, ini tak jauh berbeda dengan perombakan pejabat di lingkungan Perumdam Tirtamukti," ujar Bupati saat ditemui di halaman Desa Sindangresmi seusai acara pelantikan pejabat.

Bupati menegaskan, pihaknya ingin kedepan agar RSUD Sayang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima dan maksimal, juga meminimalisir munculnya berbagai keluhan.

"Pokonamah RSUD pelayananna kudu alus, tong aya deui keluhan-keluhan ti masyarakat," tegas Bupati dengan logat sundanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sayang, Ratu Tri Yulia saat berhasil dikonfirmasi wartawan mengatakan, semua persoalan yang selama ini terjadi di lingkungan RSUD Sayang beberapa di antaranya sudah diselesaikan, dan sisanya sedang tahap penyelesaian.

"Pada intinya persoalan di RSUD Sayang sudah kita selesaikan, kendati memang ada beberapa di antaranya masih dalam tahapan. Tapi itu kita terus upayakan supaya cepat selesai," kata Ratu saat ditemui di lokasi pelantikan.

Disinggung soal tindakan terhadap oknum di RSUD Sayang, Ratu memastikan bahwa tindak tanduk oknum tersebut sudah ditindaklanjuti, salah satunya dengan cara memberikan sanksi tegas.

"Kita sudah tindak tegas dan memberikan sanksi yang bersangkutan,"tegasnya.

Menanggapi adanya perombakan pejabat struktural di lingkungan RSUD Sayang, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad mengatakan, langkah bupati melakukan perombakan tersebut merupakan hal yang tepat.

Menurutnya, justru jika bupati tidak melakukan langkah seperti itu tentu ini bisa dikatakan aneh, bahkan sangat tidak wajar.

"Ya tidak wajar lah kalau sampai tidak ada pembenahan di RSUD, bisa dikatakan sama saja bupati bunuh diri, menampar wajahnya sendiri," ucapnya.

Kendati begitu, pihaknya masih menyayangkan, pasalnya perombakan yang dilakukan Bupati terkesan masih setengah hati. Pasalnya, informasi yang didapat pejabat yang dimutasikan hanya setingkat kepala bidang dan kepala bagian.

"Sudah bagus perombakannya, cuma masih setengah hati. Soalnya benteng takesinya masih tetap kokoh tuh," kata Ari dengan nada menyindir.

Diberitakan sebelumnya, segudang persoalan yang melilit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, membuat geram banyak pihak. Bahkan sejumlah kalangan mendesak Dirut RSUD mundur dari jabatannya.

Tak hanya Dirut RSUD yang dijabat Ratu Tri Yulia, namun Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan pun menilai, sejumlah pejabat di rumah sakit plat merah tersebut harus dirombak.

“Masalahnya sudah banyak, indikasi kejanggalan dan pelanggaran pun sudah terlihat jelas. Jadi apa lagi yang mau diharapkan dari pejabat RSUD sekarang? Kalau gak mampu menyelesaikan masalah, copot saja,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (31/1/2018).

Persoalan masih adanya pasien yang disuruh membeli obat sendiri dari luar rumah sakit, Rudi menilai, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi dan tak boleh hanya menyalahkan BPJS Kesehatan menunggak.

“Masalahnya kan ada di RSUD sama BPJS, kenapa pasien yang harus jadi korban? Lagian kita belum tahu jelas, benar gak hal itu gara-gara BPJS nunggak? Kalaupun benar, seharusnya pihak RSUD bisa mengantisipasinya, bukan selesai dengan menyalahkan pihak lain,“ tegasnya.

Tak hanya pasien, sambung Rudi, BPJS menunggak yang selalu dijadikan alasan pihak RSUD pun menimbulkan banyak masalah lainnya. Bahkan, perawat dan tim medis pun turut menjadi korban.

“BPJS nunggak ini selalu jadi alasan. Akibatnya pelayanan terhadap pasien buruk, hak perawat dan tim medis tak dibayarkan, bahkan limbah medis berbahaya yang menumpuk pun katanya diakibatkan BPJS menunggak, sehingga pihak ketiga yang mengangkut limbah belum dibayar sejak awal kontrak,“ bebernya.

Ia mengaku melihat banyak kejanggalan ketika BPJS menunggak selalu jadi alasan. Salah satunya terkait pengadaan aset senilai miliaran rupiah, namun sejumlah asetnya malah tak diyakini keberadaannya alias terindikasi hilang.

“Fakta ini bisa dilihat dari laporan BPK RI. Ini kan aneh, pengadaan aset miliaran rupiah bisa dilakukan bahkan asetnya gak jelas, tapi hak pegawainya tak dibayarkan. Ini benar-benar janggal,“ ungkapnya.

Persoalan lain yang cukup memalukan, sambung Rudi, yakni persoalan adanya pungutan liar (pungli) pada rekrutmen pegawai RSUD Sayang Cianjur. “Pokoknya karena terlalu banyak masalah yang terjadi, jadi wajar kalau masyarakat marah dan menuntut agar pejabat RSUD harus dirombak. Ini tak bisa dibiarkan,“ katanya.

Sementara itu, hal yang sama pun diungkapkan Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad. Guna menyikapi peliknya persoalan yang melilit RSUD Sayang, ia menilai langkah yang harus segera dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, yakni merombak pejabat yang saat ini bercokol di manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

Alasan kenapa harus segera dilakukannya perombakan, sambung Ari, sebab persoalan yang terbongkar sekarang ini sudah sedemikian parah. Jika diibaratkan penyakit, Ari menyebut, istilah medisnya RSUD Sayang mengidap penyakit akut.

Menurutnya, persoalan yang terungkap sekarang ini harus menjadi pertimbangan Bupati Cianjur. Pasalnya, BLUD harus segera diselamatkan, salah satu caranya dengan melakukan perombakan pejabat yang sekarang ini bercokol di manajemen RSUD Sayang.

"Penyakitnya sudah akut, tak cuma pelayanan saja dari segi pengelolaan keuangan dan aset juga banyak yang janggal. Jadi perlu penanganan cepat dan khusus, bila perlu amputasi saja," tegas Ari kepada Berita Cianjur, Rabu (31/1/2018).

Ke depan, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, Ari menyarankan BLUD milik Pemkab Cianjur itu melakukan transparansi, salah satunya terkait pengelolaan keuangan.

"Dijelaskan kepada publik, berapa anggaran dari pusat dan APBD yang dikelola RSUD dan berapa yang memang merupakan hasil BLUD itu sendiri. Supaya jelas, kalau kata Wabup Herman mah supaya ‘tidak ada dusta di antara kita’," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…