Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

‘Dirut RSUD Mah Sapaehna’

Ketika Ditanya soal Sosok Dirut dan Segudang Permasalahan yang Melilit RSUD, Ini Jawaban Bupati

Gie

Senin, 05 Februari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Bupati Dinilai Lakukan Nepotisme

Beritacianjur.com - BUPATI Cianjur, Irvan Rivano Muchtar diduga melakukan nepotisme dalam menentukan jabatan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, yang kini dijabat Ratu Tri Yulia. Benarkah?

Ya, hal tersebut terungkap saat Berita Cianjur mengonfirmasi terkait segudang permasalahan di rumah sakit plat merah tersebut, serta terkait perombakan pejabat struktural di lingkungan RSUD.

“Pergantian pejabat di lingkungan RSUD Sayang itu sesuai assessment (penilaian, red). Kalau direkturnya (Ratu, red), sapaehna eta mah euy, ibu angkat atuh da eta mah, abi alit tukang ngasuh (sampai mati itu, ibu angkat soalnya, sejak kecil mengasuh saya, red),“ ujar Irvan yang didampingi sang istri kepada Berita Cianjur, usai acara pelantikan sejumlah pejabat baru di lingkungan Pemkab Cianjur, di Aula Desa Sindangresmi, Kecamatan Takokak, Kamis (1/2/2018) lalu.

Dengan wajah sumringah, Irvan juga menambahkan, kedekatannya dengan Dirut RSUD, Ratu Tri Yulia, yang sudah dianggapnya sebagai ibu angkat, terjalin sejak Ratu masih menjadi seorang perawat.

Sontak, pernyataan bupati tersebut langsung menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan sikap bupati tersebut dinilai sarat nepotisme dan menabrak aturan main.

“Nepotisme sangat kencang sekali kalau seperti ini. Cianjur bisa rusak kalau dibiarkan seperti ini. Gak boleh lah, soalnya sangat menabrak aturan,“ tegas Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, Minggu (4/2/2018).

Rudi menegaskan, nepotisme merupakan pelanggaran hukum. Hal tersebut tercantum dan diatur secara tegas dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 1999, Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Disebutkan juga dalam Undang-Undang, sambung dia, penyelenggara negara yang bersih adalah penyelenggara negara yang menaati asas-asas umum penyelenggaraan negara dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta perbuatan tercela lainnya.

Nepotisme dalam Undang-Undang adalah, setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa, dan Negara,“ jelasnya.

Saat ditanya terkait sanksi pelaku nepotisme, Rudi menerangkan, setiap penyelenggara negara atau anggota komisi pemeriksa yang melakukan nepotisme, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

“Sanksi tersebut diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 1999 juga, tepatnya terdapat pada bab sanksi pasal 22,” sebutnya.

Terkait RSUD, Rudi menilai seharusnya Bupati Cianjur lebih mengedepankan kepentingan atau pelayanan terhadap masyarakat, bukannya soal kedekatannya dengan Dirut RSUD. Alhasil, ketika RSUD dililit segudang permasalahan, sambung dia, terkesan ada pembiaran.

“Harusnya bupati tahu soal segudang permasalahan di RSUD yang belum kelar. Pertanyaannya, kenapa sejumlah pejabat di RSUD yang bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi tidak ikut diganti atau dirombak? Padahal kan RSUD yang bermasalah dan tengah disorot. Harusnya segera ditangani dan lakukan perbaikan, jangan dibiarkan,” bebernya.

“Tak hanya soal nepotisme, Pemkab Cianjur juga lamban dalam menangani permasalahan di RSUD. Sudah tahu pejabatnya gak bisa mengatasi masalah di RSUD, kenapa masih dipertahankan?“ tutupnya.

Seperti diketahui, diberitakan sebelumnya, segudang persoalan yang melilit RSUD membuat geram banyak pihak. Bahkan sejumlah kalangan mendesak Dirut RSUD dan sejumlah pejabatnya mundur dari jabatannya.

Guna menyikapi peliknya persoalan yang melilit RSUD Sayang, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad menilai, langkah yang harus segera dilakukan Pemkab Cianjur, yakni merombak pejabat yang saat ini bercokol di manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

Alasan kenapa harus segera dilakukannya perombakan, sambung Ari, sebab persoalan yang terbongkar sekarang ini sudah sedemikian parah. Jika diibaratkan penyakit, Ari menyebut, istilah medisnya RSUD Sayang mengidap penyakit akut.

Menurutnya, persoalan yang terungkap sekarang ini harus menjadi pertimbangan Bupati Cianjur. Pasalnya, BLUD harus segera diselamatkan, salah satu caranya dengan melakukan perombakan pejabat yang sekarang ini bercokol di manajemen RSUD Sayang.

"Penyakitnya sudah akut, tak cuma pelayanan saja dari segi pengelolaan keuangan dan aset juga banyak yang janggal. Jadi perlu penanganan cepat dan khusus, bila perlu amputasi saja," tegas Ari kepada Berita Cianjur, Rabu (31/1/2018).

Ke depan, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, Ari menyarankan BLUD milik Pemkab Cianjur itu melakukan transparansi, salah satunya terkait pengelolaan keuangan.

"Dijelaskan kepada publik, berapa anggaran dari pusat dan APBD yang dikelola RSUD dan berapa yang memang merupakan hasil BLUD itu sendiri. Supaya jelas, kalau kata Wabup Herman mah supaya ‘tidak ada dusta di antara kita’," ucapnya.

Sebelumnya, Ari menyebut berbagai persolan yang bermunculan di RSUD Sayang tak ubahnya seperti penyakit komplikasi yang memerlukan penanganan segera.

Ari mengungkapkan, persoalan yang terungkap saat ini bukan hal yang baru. Namun karena penyelesaiannya tidak dilakukan secara serius akhirnya menjadi berlarut-larut hingga saat ini.

"Jika diistilahkan permasalahan ini seperti fenomena gunung es. Jadi yang terlihat hanya puncaknya, tetapi sebenarnya permasalahan yang lebih besar tertutupi oleh permukaan air," ungkap Ari.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Ari, persoalan yang sebenarnya belum terungkap hingga saat ini. Menurutnya, persoalan yang terungkap saat ini masih sebatas yang terlihat dari luar. Padahal ada persoalan yang lebih besar yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi.

"Pungli, limbah B3, layanan kesehatan sampai dugaan raibnya aset RSUD itu baru terungkap kulitnya saja. Kalau saja diusut hingga akarnya oleh aparat, tidak menutup kemungkinan akan mengerucut pada dugaan korupsi," ucapnya.

Ari menilai, pemeriksaan khusus yang dilakukan tim Inspektorat Daerah (Irda) terhadap RSUD, bisa menjadi pintu masuk aparat untuk menindaklanjuti persoalan RSUD yang selama ini hangat diberitakan media massa.

"Jadi kalau terbukti, bahkan sampai ada kerugian keuangan Negara, aparat penegak hukum sebaiknya segera bertindak. Artinya sanksi terhadap oknum harus ditegakkan," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…