Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Ombudsman Ancam Jemput Paksa Bupati dan Mantan Bupati Cianjur

Persoalan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Gie/Nuki

Selasa, 06 Februari 2018 - 07:50 WIB

foto:nuki/BC
foto:nuki/BC
A A A

Beritacianjur.com - LAMA tak muncul ke permukaan, persoalan alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Cianjur kini mulai memasuki babak baru. Hal ini seiring pemanggilan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jabar pada pekan lalu,

Berdasarkan isi surat pemanggilannya bernomor 002/SRT/0064.2017/bd.05/1/2018, tanggal 18 Januari 2018, diketahui pemanggilan komisi Ombudsman terhadap orang nomor satu di Cianjur itu, untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan penyimpangan prosedur dalam alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan yang selama ini terjadi di Kabupaten Cianjur.  

Masih dalam isi surat, diketahui pemangilan Bupati Cianjur oleh Ombudasman terkait hal di atas ternyata merupakan yang ketiga kalinya. Surat pertama dengan nomor 0054/KLA/0064.2017/bd.05/VIII/2017 dilayangkan Ombusdsman pada 29 Agustus 2017 lalu, tak ada tanggapan.

Selanjutnya, Ombudsman kembali melayangkan surat kedua nomor 0023/LNJ/0064.2017/bd.05/X/2017 pada tanggal 5 Oktober 2017, namun masih belum ditanggapi.

Permintaan Ombudsman baru mendapat tanggapan Bupati Cianjur pada 30 Januari 2018 lalu. Itupun bupati tidak secara langsung memenuhi panggilan, tapi melalui perwakilannya. Informasi dihimpun, pejabat yang mewakili saat itu di antaranya Plt Sekda Cianjur, Aban Sobandi; Kepala Bappeda Cianjur saat masih dijabat Budi Rahayu Toyib, serta pejabat lainnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Haneda Sri Lastoto SH menegaskan, pihaknya merupakan lembaga tinggi Negara yang diberikan mandat oleh UU No 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, diberikan kewenangan untuk memanggil kepala daerah selaku terlapor dalam beragam kasus, satu di antaranya kasus alih fungsi lahan di Kabupaten Cianjur.

“Harusnya Bupati Cianjur hadir. Kami memanggilnya karena banyaknya laporan yang kami terima mengenai dugaan penyimpangan prosedur alih fungsi lahan. Sangat disayangkan jika tidak hadir, berarti bupati tidak menggunakan hak untuk mengklarifikasi,” ujar Haneda di Kantor Kantor Pusat Ombudsman Perwakilan Jawa barat, Jalan Kebonwaru Utara No 1, Kacapiring, Batununggal, Bandung, belum lama ini.

Meski kewenangan Ombudsman terbatas pada wilayah normatif, Sambung Haneda, namun lembaganya bisa merekomendasikan kasus alih fungsi lahan ini ke lembaga peradilan untuk diproses lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan Bupati Cianjur dan Mantan Bupati Cianjur sebelumnya dipanggil paksa jika tidak kooperatif dengan lembaga terkait.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu penegakan hukum di Kabupaten Cianjur, sesuai dengan kapasitas kami di lembaga Ombudsman,“ pungkasnya.

Saat pemanggilan Bupati Cianjur pekan lalu, Ombudsman mendapatkan dukungan dari belasan massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Himat dan Cianjurku Nu Ngarti.

Terpisah, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad mengatakan, dugaan terjadinya penyimpangan prosedur pada proses alih fungsi lahan pertanian, sebenarnya sudah sejak lama disuarakan. Puncaknya pada saat semakin maraknya pembangunan industri di Kabupaten Cianjur. 

"Awal mulai riak itu pada saat alih fungsi lahan pertanian di daerah Kecamatan Sukaluyu, tepatnya pembebasan lahan untuk pendirian PT Mayora di Desa Sindangraja," ungkap Ari kepada Berita Cianjur, Senin (5/2/2018).

Persoalan makin pelik pada saat pendirian PT Pou Yuen Indonesia (PYI). Saat itu, lanjut Ari, 70 hektar lebih lahan pertanian di Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu habis dialih fungsikan menjadi lokasi pabrik.

"Alih fungsi lahan PT PYI ini diduga kuat terindkasi melanggar sejumlah aturan. Saat itu Bupatinya masih Tjetjep Muchtar Soleh," ungkapnya.

Ari mengungkapkan, berdasarkan informasi dihimpun sorotan aparat penegak hukum terkait persoalan pendirian PT PYI, sebenarnya cukup tinggi. Namun sayang, hingga kini sepertinya belum ada satupun yang berani menyentuh secara langsung hingga ke akar persoalan.

"Kita minta Ombudsman bisa menguak sisi lain adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Cianjur, dan mendesak aparat mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.