Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Ombudsman Ancam Jemput Paksa Bupati dan Mantan Bupati Cianjur

Persoalan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Gie/Nuki

Selasa, 06 Februari 2018 - 07:50 WIB

foto:nuki/BC
foto:nuki/BC
A A A

Beritacianjur.com - LAMA tak muncul ke permukaan, persoalan alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Cianjur kini mulai memasuki babak baru. Hal ini seiring pemanggilan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jabar pada pekan lalu,

Berdasarkan isi surat pemanggilannya bernomor 002/SRT/0064.2017/bd.05/1/2018, tanggal 18 Januari 2018, diketahui pemanggilan komisi Ombudsman terhadap orang nomor satu di Cianjur itu, untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan penyimpangan prosedur dalam alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan yang selama ini terjadi di Kabupaten Cianjur.  

Masih dalam isi surat, diketahui pemangilan Bupati Cianjur oleh Ombudasman terkait hal di atas ternyata merupakan yang ketiga kalinya. Surat pertama dengan nomor 0054/KLA/0064.2017/bd.05/VIII/2017 dilayangkan Ombusdsman pada 29 Agustus 2017 lalu, tak ada tanggapan.

Selanjutnya, Ombudsman kembali melayangkan surat kedua nomor 0023/LNJ/0064.2017/bd.05/X/2017 pada tanggal 5 Oktober 2017, namun masih belum ditanggapi.

Permintaan Ombudsman baru mendapat tanggapan Bupati Cianjur pada 30 Januari 2018 lalu. Itupun bupati tidak secara langsung memenuhi panggilan, tapi melalui perwakilannya. Informasi dihimpun, pejabat yang mewakili saat itu di antaranya Plt Sekda Cianjur, Aban Sobandi; Kepala Bappeda Cianjur saat masih dijabat Budi Rahayu Toyib, serta pejabat lainnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Haneda Sri Lastoto SH menegaskan, pihaknya merupakan lembaga tinggi Negara yang diberikan mandat oleh UU No 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, diberikan kewenangan untuk memanggil kepala daerah selaku terlapor dalam beragam kasus, satu di antaranya kasus alih fungsi lahan di Kabupaten Cianjur.

“Harusnya Bupati Cianjur hadir. Kami memanggilnya karena banyaknya laporan yang kami terima mengenai dugaan penyimpangan prosedur alih fungsi lahan. Sangat disayangkan jika tidak hadir, berarti bupati tidak menggunakan hak untuk mengklarifikasi,” ujar Haneda di Kantor Kantor Pusat Ombudsman Perwakilan Jawa barat, Jalan Kebonwaru Utara No 1, Kacapiring, Batununggal, Bandung, belum lama ini.

Meski kewenangan Ombudsman terbatas pada wilayah normatif, Sambung Haneda, namun lembaganya bisa merekomendasikan kasus alih fungsi lahan ini ke lembaga peradilan untuk diproses lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan Bupati Cianjur dan Mantan Bupati Cianjur sebelumnya dipanggil paksa jika tidak kooperatif dengan lembaga terkait.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu penegakan hukum di Kabupaten Cianjur, sesuai dengan kapasitas kami di lembaga Ombudsman,“ pungkasnya.

Saat pemanggilan Bupati Cianjur pekan lalu, Ombudsman mendapatkan dukungan dari belasan massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Himat dan Cianjurku Nu Ngarti.

Terpisah, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad mengatakan, dugaan terjadinya penyimpangan prosedur pada proses alih fungsi lahan pertanian, sebenarnya sudah sejak lama disuarakan. Puncaknya pada saat semakin maraknya pembangunan industri di Kabupaten Cianjur. 

"Awal mulai riak itu pada saat alih fungsi lahan pertanian di daerah Kecamatan Sukaluyu, tepatnya pembebasan lahan untuk pendirian PT Mayora di Desa Sindangraja," ungkap Ari kepada Berita Cianjur, Senin (5/2/2018).

Persoalan makin pelik pada saat pendirian PT Pou Yuen Indonesia (PYI). Saat itu, lanjut Ari, 70 hektar lebih lahan pertanian di Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu habis dialih fungsikan menjadi lokasi pabrik.

"Alih fungsi lahan PT PYI ini diduga kuat terindkasi melanggar sejumlah aturan. Saat itu Bupatinya masih Tjetjep Muchtar Soleh," ungkapnya.

Ari mengungkapkan, berdasarkan informasi dihimpun sorotan aparat penegak hukum terkait persoalan pendirian PT PYI, sebenarnya cukup tinggi. Namun sayang, hingga kini sepertinya belum ada satupun yang berani menyentuh secara langsung hingga ke akar persoalan.

"Kita minta Ombudsman bisa menguak sisi lain adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Cianjur, dan mendesak aparat mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…