Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Di Cianjur, Membangun Tanpa Izin Dulu Sudah Terjadi Sejak Lama

Ini Tanggapan Wakil Rakyat soal Pernyatan Bupati

Nuki Nugraha

Kamis, 08 Februari 2018 - 08:05 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - PERNYATAAN Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang menyebutkan pembangunan kantor Pemkab Cianjur di Campaka baru memiliki izin lisan dari gubernur, ternyata menuai beragam komentar dari sejumlah anggota DPRD Cianjur.

Ya, untuk mengetahui sejauh mana sikap para wakil rakyat menanggapi statement bupati yang mulai menyulut polemik itu, Berita Cianjur mencoba mengonfirmasi beberapa anggota DPRD Cianjur, Rabu (7/2/2018).

Dari Komisi I, legislator dari PKB Dedi Suherli menegaskan, pembangunan kantor pemerintahan baru di Campaka memang sudah pernah dibahas bersama dewan.

“Waktu itu kita membahas terkait tata ruang, bahwa nanti itu di sana (Campaka, red) akan dibangun sebuah pusat kegiatan pelayanan di wilayah atau pengembangan wilayah. Dilihat dari tata ruang daerah, itu sudah masuk daerah kuning, artinya bisa dipergunakan untuk itu,“ ujarnya kepada Berita Cianjur.

Saat ditanya mengenai izin, rekomendasi atau hal lainnya sebagai tindak lanjut atas rencana pembangunan tersebut, Dedi mengaku belum mengetahui secara jauh. Sementara terkait izin secara lisan, Dedi memprediksi jika Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengetahui bahwa revisi tata ruang Cianjur belum diundangkan, namun sudah memprediksi bahwa lahan di Campaka bisa dibangun gedung pemerintahan.

"Jadi perdiksi saya kenapa gubernur menyampaikannya secara lisan, ya alasenya seperti itu. Kalau secara tertulis kan harus formal dulu, aturan tata ruangnya diundangkan baru bisa ada rujukan. Penafsiran saya seperti itu," jelasnya.

Selain itu, Dedi juga memprediksi alasan Pemkab Cianjur tetap membangun meski baru ada izin lisan. Menurutnya, hal tersebut berdasarkan pada kebutuhan publik yang memang sudah mendesak

"Niatnya baik untuk menciptakan pelayanan publik yang maksimal. Tapi memang idealnya sih kalau secara normatif menunggu dulu sampai semua izin, rekomendasi ataupun kajian lengkap, baru pembangunan dilakukan," terang Dedi yang tetap berbaik sangka terhadap bupati, bahwa apa yang dilakukan orang nomor satu di Cianjur itu semata demi meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Saat disinggung kekhawatiran banyak pihak jika apa yang dilakukan bupati bakal diikuti oleh masyarakat atau pengusaha, Dedi pun mengaku memiliki kekhawatiran yang sama. "Ya memang sih kalau ini dilihat pihak lain, masyarakat yang membutuhkan atau berurusan soal perizinan dikhawatirkan akan memanfaatkan itu," tandasnya.

Dari Komisi I, wakil rakyat dari Demokrat, H Rentek menegaskan, secara normatif aturan seharusnya semua izin dilengkapi terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan kegiatan atau pembangunan.

"Kalau sebaliknya membangun dulu tanpa ijinnya belum dilengkapi, tentunya itu melanggar aturan," kata Rentek.

Sementara dari Komisi III, legislator dari Partai Keadilan Sejahtera, Teguh mengatakan, membangun tanpa dilengkapi izin terlebih dahulu memang sudah terjadi di Cianjur sejak lama. Beberapa perusahan ia dapati seperti itu. Artinya, sambung Teguh, ini seperti sebuah kesalahan yang terlalu ditolelir, di mana imbasnya akan membuat bingung dinas terkait.

“Misalkan rumah makan berdiri dan harus dipungut pajak daerahnya. Tapi dikarenkan tak lengkap izinnya, akhirnya jadi tidak bisa dipungut. Ini kan berdampak pada PAD (Pendapatan Asli Daerah),“ terangnya.

Kaitan soal statement bupati, ia menilai hal tersebut merupakan bahasa politis. Seharusnya, sambung Teguh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur yang harus menjawab persaoalan izin. Artinya, penjelasan secara teknis harus bisa dipaparkan oleh Bappeda.

"Kalau Bappeda tidak bisa menjawab, ya blunder ke Bupati. Jadi seolah-olah bupati membangun itu memang tidak berdasarkan aturan, tak dilengkapi izin," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 34 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 35 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 36 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.