Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Penyidik untuk Tangani Dugaan Korupsi di RSUD Sudah Ditunjuk

SPRI Kembali Datangi Polres Cianjur

Angga Purwanda

Kamis, 08 Februari 2018 - 08:10 WIB

dok BC
dok BC
A A A

Beritacianjur.com - SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur kembali mendatangi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Cianjur, untuk mempertanyakan kelanjutan terkait pengaduan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor, red) di lingkungan RSUD Sayang Cianjur, Rabu (7/2/2018).

Ya, kedatangan anggota SPRI Kabupaten Cianjur ke Sat Reskrim Polres Cianjur itu untuk yang kedua kalinya, setelah hari Senin (5/2/2018) lalu mereka mengadukan adanya dugaan tindak pidana korupsi di RSUD Cianjur.

“Hari ini kami kembali mendatangi Satreskrim Polres Cianjur, sesuai dengan arahan dari petugas yang sebelumnya menerima surat pengaduan kami Senin kemarin,” kata Ketua SPRI Kabupaten Cianjur, Rudi Agan kepada wartawan.

Rudi menyebutkan, pihaknya langsung diarahkan untuk bertemu dengan Kepala Unit (Kanit) II Satreskrim Polres Cianjur.
“Setelah bertemu dengan Kanit II Satreskrim, kami diberitahukan jika surat pengaduan kami telah diterima, bahkan mereka sudah menunjuk penyidik untuk menangani kasus dugaan korupsi di RSUD Cianjur ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, geram dengan segudang permasalahan di RSUD Sayang Cianjur yang tak kunjung ada penyelesaiannya, akhirnya SPRI Cianjur melaporkan RSUD ke Polres Cianjur dengan dugaan tindak pidana kegiatan pengadaan barang dan jasa fiktif.
Senin (5/2/2018) siang, ketua, sekretaris dan sejumlah perwakilan SPRI mendatangi Polres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Nagrak, Cianjur. Mereka melaporkan RSUD karena melihat adanya kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa pada tahun 2015.

“Ini parah, jadi harus dilaporkan. Kemarin kami datang awal ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Cianjur, dan diarahkan ke unit tindak pidana korupsi (Tipikor, red) Sat Reskrim. Karena Pak Kasatnya tidak ada di tempat, jadi pelaporannya diterima dulu oleh petugas dan menunggu kabar jika pelaporannya sudah diterima Pak Kasat,“ ujar Ketua SPRI Kabupaten Cianjur, Rudi Agan saat ditemui di Mapolres Cianjur.

Rudi menegaskan, sebenarnya permasalahan di RSUD Cianjur tak hanya soal dugaan pengadaan barang dan jasa fiktif, namun banyak sekali permasalahan lainnya yang seharusnya juga dilaporkan ke polisi. Bahkan dugaan tindak pidana pengadaan barang jasa fiktif yang dilaporkan pihaknya, baru sebatas yang terperiksa oleh BPK RI.

“Di media sudah banyak diberitakan soal masalah-masalah yang ada di RSUD. Bahkan soal yang kami laporkan, itu baru sebatas yang terperiksa oleh BPK dan hasil informasi yang kami dapat. Kami menduga, di tahun 2015, pengadaan fiktif bukan hanya yang kami laporkan, tapi masih banyak lagi penyelewengan yang terjadi. Tapi kali ini, kami fokus dulu pada satu dugaan atau permasalahan,“ bebernya.

Ya, selain dari sejumlah informasi dan keterangan yang dihimpun SPRI, Rudi menjelaskan, kejanggalan atau dugaan tindak pidana tersebut salah satunya terlihat dari Laporan Hasil  BPK RI Tahun 2015.

Disebutkan dalam laporan BPK RI, pada 2015 lalu RSUD merealisasikan belanja modal pengadaan alat kedokteran umum berupa bed patient manual, bed side cabinet, overbed table dan matras bed patient. Masing-masing sebanyak 100 unit senilai Rp1.736.236. Pengadaan tersebut telah tercatat pada Kartu Inventaris Barang (KIB) RSUD.

Namun hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK dengan pengurus barang RSUD menunjukkan, bed patient manual, bed side cabinet, overbed table dan matras bed patient masing-masing sebanyak 98 unit, tidak ditemukan keberadaannya di RSUD.

Rudi juga menyebutkan, hasil permintaan keterangan kepada pengurus barang RSUD Kelas B, menunjukkan bahwa barang-barang tersebut dititipkan pada gudang penyedia jasa dengan Berita Acara Penitipan Barang nomor 028/3065/TU tanggal 11 Desember 2015 yang ditandatangani oleh Direktur RSUD dan Ditektur PT Ol.

Selain itu, sambung Rudi, hasil pemeriksaan fisik juga menunjukkan terdapat ICU bed sebanyak 12 unit dan emergency streteher sebanyak 87 unit yang juga ditipkan pada gudang penyedia jasa. Aset peralatan dan mesin serta aset tetap lainnya sebesar Rp4.387.124.410 tidak dapat diyakini keberadaannya.

“BPK juga menyebutkan, kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Jelas kan masalahnya? Jadi memang seharusnya dilaporkan agar tidak ada pembiaran,“ jelasnya.

Rudi menegaskan, pihaknya tak akan berhenti pada laporan dugaan pengadaan barang dan jasa fiktif saja. Namun pihaknya akan terus mengawal segudang permasalahan yang terjadi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut.

Sebelumnya, Rudi juga sempat menyoroti keuangan di RSUD. Pada laporan hasil pemeriksaan BPK RI 2015, sambung dia, disebutkan terdapat setara kas deposito BJB Rp31 miliar lebih. Namun semua anggaran tersebut hilang atau habis di tahun 2016.

“Rp41 M itu bukan anggka kecil. Kalau memang habis karena untuk kebutuhan peralatan, kenapa aset yang dibelinya malah hilang. Berarti kan pengadaannya tidak diperhitungkan dengan matang. Pertanyaannya, belanja alat miliaran rupiah bisa meski ga jelas, tapi hak para pegawainya tak diperhatikan? Pokoknya banyak sekali kejanggalan dan harus segera ditindak“ tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…