Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Lima Orang Pengemudi Ojek Pangkalan Diamankan

Terkait Aksi Penyerangan dan Penganiayaan Terhadap Pengemudi Ojek Online

Angga Purwanda

Kamis, 08 Februari 2018 - 22:50 WIB

Sejumlah pengemudi ojek online yang menjadi korban penyerangan dan pemukulan para pengemudi ojek pangkalan sedang dimintai keterangan di lokasi kejadian. (Foto: BC/ Angga Purwanda)
Sejumlah pengemudi ojek online yang menjadi korban penyerangan dan pemukulan para pengemudi ojek pangkalan sedang dimintai keterangan di lokasi kejadian. (Foto: BC/ Angga Purwanda)
A A A

Beritacianjur.com - KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur berhasil mengamankan lima orang pelaku yang diduga melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap tujuh orang pengemudi ojek online, Kamis (8/2/2018) sore.

Kelima orang yang  diduga pelaku penyerangan dan penganiayaan itu merupakan para pengemudi ojek pangkalan yang berasal dari sejumlah pangkalan ojek di Cianjur, seperti pangkalan ojek SMA Pasundan 1, Pasar Beas (Cikidang), dan RSUD Sayang, Cianjur (Depan Kantor Perhutani).

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, SIK, MK, mengatakan, penangkapan kelima orang  pengemudi ojek pangkalan yang diduga melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap para pengemudi ojek online itu berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan anggota di lapangan.

“Ya, lima orang telah diamankan. Memang dari awal walaupun korban tidak membuat laporan, tetap kami tindak lanjuti. Dari hasil penyelidikan, dan barang bukti berupa video amatir kami berhasil mengamankan mereka,” kata Soliyah, kepada wartawan, Kamis (8/2/2018).

Sebelumnya, ratusan pengemudi ojek online datangi Mapolres Cianjur, Kamis (8/2/2018) pagi. Kedatangan mereka untuk mengawal pelaporan terkait  penyerangan dan pemukulan oleh ojek pangkalan sehari sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ratusan pengemudi ojek online itu tidak hanya pengemudi dari Cianjur, tapi ada juga pengemudi ojek online dari Sukabumi dan Bogor yang memberikan dukungan dan turut mengawal pelaporan atas pemukulan rekannya tersebut.

Ketua Pengemudi Grab Cianjur, Yanwar Sidik, mengatakan, ada empat rekannya yang melaporkan lantaran kasus penyerangan dan pemukulan. “ Ini sebagai bentuk dukungan, kami ikut mengawal para korban. Dari tujuh orang yang ada di lokasi kejadian saat itu, empat yang mengalami luka-luka dan kehilangan barang saat penyerangan," kata Yanwar.

Yanwar menegaskan, para pengemudi online di Cianjur tidak akan melakukan penyerangan balik ke pengemudi ojek pangkalan. Pihaknya bakal menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan proses hukum ke Polres Cianjur. Bahkan semua pengemudi ditekankan untuk tetap bersikap santun saat beroperasi.

"Kami tidak akan balas menyerang, bagaimanapun itu saudara kami. Kami juga tekankan kepada semua pengemudi untuk tidak terprovokasi, biarkan proses hukum berjalan. Tapi kami mohon para pelaku diproses sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Yanwar mengungkapkan, sejak awal keberadaan angkutan online terutama Grab, para pengemudi ojek pangkalan sudah dicoba untuk dirangkul. Bahkan untuk sarana telepon pintar hingga kendaraan akan difasilitasi, berupa kredit ringan. Selain itu, pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) juga bakal dibantu. Sayangnya, lanjut dia, upaya tersebut belum direspon positif oleh para pengemudi ojek pangkalan.

Yanwar menambahkan, berdasarkan hasil komunikasi, rencananya akan ada mediasi antara ojek online dan pangkalan dengan difasilitasi Dinas Perhubungan dan Polres Cianjur. Dirinya berharap, pertemuan tersebut bakal memberi solusi terbaik untuk mereka dan pengemudi onjek pangkalan agar maju bersama-sama.

"Sebenarnya solusi sudah kami tawarkan, yang tidak ada telepon pintar kami fasilitasi. Begitu juga yang kendaraannya kurang layak. Bahkan mereka akan mendapat nilai tambah, selain bisa jadi ojek pangkalan juga bisa beroperasi secara online. Tapi kita lihat nanti dalam pertemuan hasilnya seperti apa, semoga ada solusi yang terbaik," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono mengatakan, pihak dinas akan segera memanggil perusahaan ojek online. Rahmat menilai, pengusaha ojek online perlu diundang lebih dulu oleh dinas terkait.

"Mereka kan pendatang, makanya akan diberitahu hal-hal yang perlu dilakukan sebagai pendatang. Sebenarnya (pemanggilan) sudah jadi rencana lama, tapi keburu bentrok duluan," kata Rahmat.

Selanjutnya, Rahmat mengagendakan pemanggilan paguyuban ojek pangkalan untuk meluruskan gesekan yang terjadi. Menurut dia, pertemuan sengaja dilakukan terpisah agar dialog dapat berlangsung dengan lebih intens.

Bahkan disebutkan jika sebenarnya kedua pihak sama-sama tidak memiliki legalitas sebagai penyedia jasa transportasi. Soalnya, menurut aturan kementerian pun kendaraan roda dua tidak dapat dijadikan angkutan umum.

Namun, hingga saat ini, diketahui terdapat 400 pengemudi ojek online yang terdata. "Makanya, karena terlanjur ada akhirnya kami cuma bisa menyarankan untuk lebih memperhatikan faktor-faktor keselamatan. Termasuk, untuk tidak bergesekan satu sama lain," ucapnya.

Rahmat pun menyarankan, agar pihak perusahaan jasa terkait berhenti melakukan perekrutan pengemudi. Sebaiknya, perudahaan memberdayakan pengemudi ojek pangkalan untuk direkrut menjadi pengemudi ojek online.

"Prioritaskan mereka, tapi kalau ojek pangkalan akhirnya tetap terdegradasi itu bukan sepenuhnya kesalagan ojek online. Setidaknya coba dulu lah merangkul opang, mau atau tidak urusan belakangan," katanya.

Rahmat mengaku, dalam waktu dekat dishub akan membuat rencana tersendiri terkait ojek online. Namun, dia meminta kepada perusahaan agar mengajukan perizinan khususnya untuk taksi online. "Keberadaannya harus sesuai kuota yang ditetapkan pemprov. Cianjur kebagian sekitar 80 taksi online saja," ucapnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…