Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Bupati Dianggap Jalankan Politisasi Agama

Ada Intimidasi dalam Surat Imbauan Ashar Mengaji dan Shalat Berjamaah

Gie

Jumat, 09 Februari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - HEBOH, surat imbauan pelaksanaan ‘Ashar Mengaji’ dan ‘Salat Subuh Berjamaah’ bagi para kepala desa, yang disertai dengan kalimat yang dianggap adanya unsur intimidasi, beredar di jejaring sosial.

Surat bernomor 451.11/61/II/Ks/2018 yang dikeluarkan pada 1 Februari 2018 dengan ditandatangani Camat Cianjur, Yudi Suhartoyo tersebut, disayangkan para kepala desa dan sejumlah pihak.

Dalam paragraf pertama, para kepala desa di Kecamatan Cianjur diinstruksikan melaksanakan program Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, terkait ashar mengaji dan salah subuh berjamaah, dengan juga mengajak para perangkat desanya.

Namun pada perangraf kedua, disebutkan jika prestasi kehadiran pada kedua kegiatan keagamaan tersebut di bawah 50 persen, para kepala desa dan perangkatnya dianggap kurang komitmen terhadap program bupati. Bahkan diungkapkan hal tersebut juga akan berpengaruh pada rekomendasi pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Ketua Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Ridwan Mubarak sangat menyayangkan dengan adanya surat tersebut. Ia menegaskan, terkait DD dan ADD tidak perlu adanya intimidasi administrasi kaitan dengan rekomendasi pencairan. Pasalnya, DD dan ADD merupakan kewenangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)

“DD dan ADD seutuhnya hak masyarakat, bukan hak kepala desa dan perangkatnya. Sebagaimana amanat Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa DD dititipkan untuk pemberdayaan masyarakat. Jika terjadi penyalahgunaan DD dan ADD, baru kepala desa yang bertanggung jawab,“ jelasnya kepada Berita Cianjur, Kamis (8/2/2018).

Berkaca pada kejadian tersebut, Ridwan melihat adanya upaya Bupati Cianjur untuk melanggengkan kerakusan politik dinasti di tatar santri, dengan mendominasi Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dan Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) Cianjur.

“Ingat, April 2019 ada pileg dan pilpres, serta pilkada 2021. Karenanya dengan sekuat tenaga IRM (Irvan Rivano Muchtar) dan rezim koplaknya dengan sekuat tenaga akan terus berupaya menyandera, mengkerangkeng aparat desa dan ARWT, sebagai sapi perah kepentingan politiknya, satu di antaranya melalui subuh berjamaah dan ashar mengaji ini,“ ungkapnya.

Adanya unsur intimidasi dalam program ‘Ashar Mengaji’ dan ‘Salat Subuh Berjamaah’ ini, Ridwan menilai politisasi agama tengah dijalankan oleh IRM dan rezimnya. Menurutnya, visi ‘Cianjur Lebih Maju dan Agamis’ ternyata tidak berbanding lurus dengan kualitas kehidupan rakyat dan birokrasi. “Program ini seperti benar tapi salah, ya inilah yang dimaksud politisasi agama,“ ucapnya.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, sambung Ridwan, dengan tegas menyatakan, seburuk-buruknya manusia di bumi ini adalah yang menjual agama dan menjual tuhan untuk kepentingan dunia.

“Rezim IRM di Cianjur tegah mempraktikkan itu, menghalalkan segala cara demi hegemoni dinasti. Jelas, ini ancaman terhadap demokrasi Cianjur ke depan. Politik dinasti di Cianjur membajak demokrasi. Pilihannya ada dua terhadap rezim seperti ini, melawan atau kafir,“ tegasnya.

“Bupati dan rezimnya saat ini tengah memerankan diri sebagai kaum penindas. Terbukti dari kebijakan-kebijakannya yang tidak pro rakyat, memiskinkan dan merepotkan rakyat Cianjur,“ sambungnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sekretaris Daerah Cianjur, Aban Sobandi enggan berkomentar banyak. “Abdi moal seueur komentar heula Kang, abdina bade tataros heula (Saya tidak akan banyak komentar dulu, mau bertanya terlebih dahulu, red),“ singkatnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 46 menit yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…